Menulis Bak Dunianya, Sathya Vahini Tetap Menulis di Tengah Padatnya Jadwal Kuliah

 Penulis : Ade Mulyono


Ia bernama Ni Putu Sathya Dewi Vahini Saraswati atau yang kerap disapa Sathya ialah gadis kelahiran Bima, 13 Desember 2001. Saat ini, di tengah kesibukannya sebagai mahasiswi Universitas Udayana, jurusan Kesehatan Masyarakat, Sathya tetap aktif mengasah keterampilan menulisnya yang kini semakin matang. Saking cintanya menulis, meski diimpit ujian, ia tetap meluangkan waktu untuk menulis. Namun juga tidak lupa untuk tetap memprioritaskan kuliah.

 

Di kampus, ia tergolong mahasiswi aktif dan turut bergabung bersama organisasi LPM Pcyco sebagai staf Divisi Injeksi Online yang membawakan live report dan menulis hardnews. Pemiliki motto "Ada tiga kekuatan di dunia ini, yakni mau belajar, sabar, dan selalu melakukan perbuatan benar" ini berpendapat, bahwa menulis menjadi solusi bagi para introvert untuk menuangkan emosi,  imajinasi, dan opini dalam bentuk tulisan.

 

Di usia 20 tahun ini, Sathya sudah berhasil menelurkan beberapa tulisan di antaranya ialah novel Ster-Vin (Di Kwikku dan Wattpad), novel Swinderla (Shopee dan beberapa toko buku di Bali), serta cerpen Senja Bersama Malaikat dalam antologi cerpen berjudul Narasi Asmara (Festival Penulis).

 

Awal Ingin Menulis

Saat disinggung alasan mengapa ia suka menulis, ialah  berawal dari gemar membaca. Ia suka membaca Majalah Bobo, KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya), dan dongeng-dongeng pengantar tidur karya Arleen Amidjaja. Namun, saat itu ia masih sebatas penikmat cerita. Tapi lama-lama ada keinginan untuk menulis cerita-cerita sederhana bergenre pertemanan dan horor.

 

Anehnya, ia mengaku kalau keinginannya untuk menulis semakin terpicu justru bukan terinspirasi dari penulis favoritnya. Tapi karena para penemu yang berjasa seperti Thomas Alva Edison dan Alexander Graham Bell. Ia juga ingin menjadi manusia yang berguna seperti mereka lewat jalan menulis kisah yang menghibur dan tak lupa mengandung unsur pengetahuan.

 

Sathya berharap, semoga kedepannya lebih banyak lembaga yang mewadahi kompetisi menulis untuk anak muda Indonesia dengan genre yang beragam.

 

Saat ini selain menulis, Sathya juga sedang bersiap untuk menulis sinopsis dan skenario film dengan ide cerita segar yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Posting Komentar untuk "Menulis Bak Dunianya, Sathya Vahini Tetap Menulis di Tengah Padatnya Jadwal Kuliah"

www.jaringanpenulis.com