Gandis Octya Prihartini, Pecinta Literasi Berzodiak Scorpio

Penulis: Diah Pitasari

Namanya Gandis, lengkapnya, Gandis Octya Prihartini.  Anak pertama dari dua bersaudara yang lahir 27 tahun silam ini, menyukai hal-hal berbau alam, Mental Health Issue, filsafat, yoga.  Wah, saya sampai terpana saat mengetahui hobi antimainstreem dari peraih gelar S2 Linguistik penerjemahan ini. 

Saya memulai wawancara dengan bertanya, arti menulis bagi Gandis. Perempuan berzodiak Scorpio ini,  menjawab lugas. Menulis baginya adalah kebebasan berpikir dan menyuarakan pendapat dengan cara yang lebih absolut. Karena menulis dapat dilakukan  dengan dengan berbagai gaya penyampaian, tanpa takut dipotong oleh orang lain. 

Sudah menulis cerpen dan puisi sejak masih di bangku Sekolah Dasar, membuat Gandis tertarik bergabung dengan Forum JPI. Alasannya, karena ingin memiliki lebih banyak koneksi dengan orang-orang yang satu Passion. "Skill saja memang tidak cukup, kita juga butuh jaringan, lho," tambahnya. Awalnya, Gandis berfokus untuk menulis fiksi dan mengikuti berbagai lomba dari penerbit besar. Sayangnya, hanya masuk berapa besar saja. Gandis sadar, cerita yang ia buat termasuk bertema Dark. Tentu masih sulit untuk diterima pasar yang cenderung menyukai genre pop. Alhasil, Gandis lebih memilih untuk terjun ke dunia Content Writing, bernaung pada dua agensi besar, dan mulai menulis untuk berbagai klien seperti Traveloka, Tiket.Com, Lazada, dsb. 

"Apa Mbak Gandis tidak tertarik untuk menulis fiksi lagi?" tanya saya penasaran. "Tertarik, dong. Tapi, dunia Content Writing masih menyita perhatian saya, karena di era digital seperti sekarang, banyak konten bermunculan, tapi sayangnya, ada banyak pembodohan publik yang memakai konten Click Bait," jawabnya.  

"I love it so much. Writing is a part of my life. To gain fee, to control my emotion, to add my knowledge by reading reference which is needed, to share what I know, and to help people." Demikian jawaban Gandis, saat saya memintanya menggambarkan, seberapa besar cintanya pada dunia literasi. Kecintaanya itu pula, yang akhirnya membuat  Gandis berhasil merilis dua buku antologi, berjudul 'Cinta Sendu' (2015), oleh Mazaya Publishing dan 'Past Love, Future Love' (2016), oleh Penerbit Hanami. Selebihnya, ia lebih banyak menulis di Kompasiana dan PeranPerempuan.Id. Bagi penyuka makanan tradisional ini, menulis adalah Passion, genre fiksi ataupun non fiksi, semuanya oke. Apa pun tantangannya, semua dianggap sesuatu yang wajar. Dan Gandis akan terus menulis selama Tuhan masih mengijinkan.

Saat ditanya mengenai perkembangan dunia literasi di Indonesia, Gandis sedikit mengeluarkan uneg-unegnya. Menurut perempuan berhijab ini, Literasi di Indonesia masih kurang baik, sulit dibenahi, karena retorika yang ada. Selera pasar, penerbit yang hanya mencari keuntungan, pengaplikasian sehari-hari yang payah, serta instruksi umum yang diabaikan, menurut Gandis, adalah salah satu penghambat perkembangan Literasi di Indonesia. 

Saat ditanya mengenai tantangan terbesar ketika menulis, penyuka warna cokelat ini menyebut, masih sulit memanajemen mood. Kadang ingin memaksakan untuk menulis, seperti saran beberapa teman, tapi menurutnya, ini tak baik untuk kesehatan mental, maka ia lebih memilih mengakali, dengan memanajemen waktu. 

Pecinta kucing ini menyebutkan, bahwa keluarga sangat mendukung pekerjaannya sebagai penulis sekaligus penerjemah. "Menulis, bisa dibilang, that is my Passive Income. My Passion. Saya sangat berterima kasih sekali pada teman-teman Bookstagrammer, yang senantiasa mendukung saya untuk menerbitkan buku lagi. Namun, The Best Support System is myself. Saya sendiri yang bertanggung jawab terhadap hidup saya."

Sesi wawancara sore ini saya tutup dengan beribu ucapan terima kasih, dan Gandis dengan ramah memberi semangat pada saya, untuk terus membuat tulisan yang  mengedukasi masyarakat Indonesia. "Saya ingin bekerja di bidang pendidikan yaitu peneliti atau dosen. Semoga CPNS dosen tahun ini goal, ya. Hehe," tutupnya di akhir wawancara, yang langsung saya Aamiin-kan dengan sepenuh hati. 

Nama: Gandis Octya Prihartanti

TTL: Jakarta, 24 Oktober 1993

Pendidikan terakhir: S2 Linguistik Penerjemahan

Media sosial: @g_lacita (Instagram)

Info tambahan: Dua bersaudara, anak pertama. Menyukai hal-hal berbau alam, mental health issue, filsafat, yoga dan banyak lagi 😂😂 Makanan favorit: makanan tradisional.


Endik Koeswoyo
Endik Koeswoyo Scriptwriter. Freelance Writer. Indonesian Author. Novel. Buku. Skenario. Film. Tv Program. Blogger. Vlogger. Farmer

Posting Komentar untuk "Gandis Octya Prihartini, Pecinta Literasi Berzodiak Scorpio"

www.jaringanpenulis.com