IKLAN

S. MARA GD MOTIVASI SEE TEA, "PENULIS KOTA PAHLAWAN" UNTUK MENGGAPAI MIMPI

Penulis : Rizal Azmi


See Tea sedang selfie

Tidak semua orang mampu menyediakan waktu luang disela-sela banyaknya kesibukan. Apalagi berbarengan dengan menjalankan bisnis yang sudah lama di bangun. A.Y. Siregar perempuan yang bernama pena See Tea berasal dari kota Pahlawan, Surabaya. Ia merupakan lulusan Manajemen dan Bisnis. 

“Saat ini saya bersama keluarga memiliki kesibukan mengembangkan usaha kuliner dan chatering yang ia rintis sejak 5 tahun silam dengan menu masakan khas nusantara dan rempah-rempah yang khas serta komplit,” jelasnya saat dihubungi lewat video call tadi malam.

Dalam komunikasi tersebut, See banyak bercerita tentang bisnis yang ia kembangkan saat ini. Ia juga mengutarakan mimpinya yang sempat terpendam untuk memiliki banyak karya dari buah goresan tangannya sendiri.

“Sea menjawab dengan bijak, semua menu jadi andalan, di masak dengan rasa cinta, penuh kasih, bumbu yang lengkap meski dipasaran harga bumbu dapur naik turun, Petuah ibunya untuk jangan menghitung-hitung dalam jualan, kasihan pembelinya, kecewa, kabur. Yang rugi kita, tidak dapat pelanggan, selalu ia ingat. Ini adalah nasihat yang mahal harganya,” ungkapnya dengan bahagia.

Sea memiliki mimpi yang sangat besar sejak kecil, menjadi penulis, dan karyanya diflimkan. Untuk itu, disela-sela kesibukan yang super padat, ia memanfaatkan waktu senggang untuk membaca dan menulis. Membaca adalah hobby sejak kecil. Semenjak di bangku TK, ia suka dibelikan oleh ayahnya sepulang kerja majalah bobo. Majalah anak-anak yang pernah trend pada zamannya. Apalagi cerita Nirmala, Bona dan Rong-rong, serta lainnya.

Hampir satu jam lebih kita ngobrol santai. Tak luput ketinggalan dalam pertanyaan adalah tentang kendala saat mengejar mimpi untuk menjadi penulis. Keinginannya untuk menjadi penulis pun pernah mengalami kendala. “Ya, Aku tidak diperbolehkan oleh orang tua untuk menekuni hobbynya tersebut. Ayah meminta agar secepat mungkin menyelesaikan studi, fokus pada pendidikan, tidak diperkenankan untuk memiliki kegiatan lain. Hal ini dikarenakan aku merupakan anak sulung dari tiga bersaudara,” jelas Sea.

See sendiri berbeda dengan penulis lainnya yang cenderung menyukai fiksi bergenre roman. Ia malah sebaliknya menyukai misteri, thriller, paranormal, dan historical.


Inspirasi See Tea Menggenggam Dunia Literasi

Bahkan koleksi novelnya pun kebanyakan berasal dari penulis luar seperti Khaled Hosseini, Haruki Murakami dan S. Mara Gd. Menurutnya, hal tersebut sangat menarik dan membuat tingkat penasaran tinggi, terus memicu adrenalin. "Sejak terjun ke dunia kepenulisan dengan sengaja ia melepas semua identitas diri seperti penulis idolanya S Mara Gd yang semua penggemarnya sulit mencari identitasnya, dan baru terungkap setelah menunggu lama." Begitu tandas See menerangkan ketika ditemui tim interview saat video call melalui WhatsApps (05/11/2020).


See Tea mendapatkan kejutan
dari Teras Kata

Sea aktif menulis di platform, terutama di wattpad sejak tahun 2016. Di sana ia menulis genre romance. Tentu kesempatan emas bagi See untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam menulis. Ia tidak hanya menyajikan soal percintaan, pertikaian sepasang kekasih, atau ditinggal pergi pasangan tetapi ia menyisipkan tentang misteri yang membuat twist plotnya dapat. Sungkawa Bianglala adalah judul antologi cerpen perdananya ia diterbitkan. Di mana hasil penjualan buku tersebut didonasikan kepada seseorang yang mengindap kanker. 


Harapan See Tea Menyinggung Soal Dirinya

Alasannya sederhana See Tea tak ingin memperlihatkan wajahnya dengan penuh, ternyata, selama ini ia terinspirasi dengan penulis idolanya, yaitu S. Mara Gd yang misterius. Dibalik kemisteriusannya akan membuat para penggemarnya semakin panasaran akan siapa sosok sebenarnya dan karyanya akan selalu booming.


Sebuah karya milik See Tea


Biodata See Tea

Nama Pena : See Tea

Zodiak : Aries


Akun Sosial Media

Wattpad : See_Tea

Dreame : See_Tea

Storial : Seete4

Instagram : Dunia_seetea


See sendiri memiliki tekad yang kuat dalam mewujudkan mimpinya untuk menjadi penulis. Ia menekan pada dirinya sendiri agar setiap hari menulis minimal 3000 kata tanpa absen. Apapun alasannya dan setelah apapun keadaanya, menulis adalah sebuah keharusan. Hal ini sesuai dengan prinsipnya, "Menulislah! Dunia punya cerita. Jangan mati dulu sebelum punya cerita!" (RA).


Tentang Penulis

Rizal Azmi merupakan penulis kelahiran Panyaungan yang berdomisili di Sampit. Saat ini sudah menghasilkan 4 Novel, 1 dalam proses terbit, 10 Antologi Puisi, 7 Antologi Cerpen, dan 1 non-fiksi.

Posting Komentar

0 Komentar