Karmila Effendi: Pengalaman adalah Modal Menulis yang Sangat Berharga

Penulis: Gandis Octya Prihartanti


Sebutkan satu kata yang merepresentasikan tentang Padang! Rendang. Jam gadang. Gulai kepala ikan. Keripik sinjai. Banyak sekali bukan kalau didaftar satu per satu? Tidak mengherankan sebab salah satu kota di Sumatra Barat ini merupakan salah satu ikonik Indonesia. Kalau begitu, mari berkenalan dengan salah satu penulis asal daerah ini. Dia adalah Karmila. Selain gemar merangkai kata, perempuan bernama asli Karmila Effendi ini juga seorang karyawan bank, lho! Bisa dibilang banting setir, ya. Nah, pengalaman lintas jalur Mila tidak hanya berhenti sampai sini saja. Yuk, simak lebih lanjut.

Mila adalah lulusan S1 Teknik Sipil dari Universitas Eka Sakti Padang. Jurusan yang dia ambil terkesan cukup maskulin, ya. Padahal, sebenarnya dia ingin menjadi seorang dokter. Dia pun menuturkan bahwa pengalaman pahit ini merupakan momen yang paling menyedihkan dalam hidupnya. Namun, dia pun menyadari bahwa terus menerus bersedih tidaklah baik. Alhasil, menulis baginya merupakan suatu penyembuhan diri. Selain itu, menulis adalah sesuatu yang abadi dan dapat membuat seseorang seperti terbang ke dunia lain.

Perempuan penyuka warna biru ini mempunyai penulis favorit yaitu Khalil Gibran. Maka, bacaan dan tulisan kesukaannya pun beraliran romansa. Hebatnya, dia sudah menekuni dunia literasi ini sejak SD. Sayangnya, Mila cempunyai hambatan dalam menulis. “Mencari ide dan manajemen waktu. Apalagi kerja juga ‘kan,” tuturnya. Namun, baginya hambatan tersebut bukan berarti dapat menghentikan langkahnya. Dia optimistis dalam mengatasinya dengan memperbanyak bacaan dan menguji kemampuan diri.

Meski bekerja sebagai karyawan bank, Mila tetap membekali dirinya dengan mengikuti beberapa komunitas untuk menunjang hobinya dalam menulis. Adapun komunitas yang dimaksud adalah Writer Bekraf, KCFI, dan Inklusi Film Indonesia. Semuanya diikuti bersamaan pada tahun 2018. Konsentrasi Mila dalam menulis tidak hanya berupa novel, puisi, dan cerpen saja. Dia juga ingin merambah ke skenario. Alhasil, dia pun bergabung dengan grup JPI secara tidak sengaja setelah melihat salah satu anggota mempublikasikan ide ceritanya yang terpilih untuk dijadikan FTV.

Setelah bergabung dengan JPI, Mila pun berhasil menyumbangkan idenya dan dieksekusi ke dalam FTV yang berjudul “Gagal Nikah Malah Dikira Orang Ketiga” pada tahun 2021. Ketika ditanya tentang siapa orang yang berjasa terhadap karier menulisnya, dia menuturkan bahwa lingkungan adalah suatu hal yang sangat berharga sebab dari situ ide-ide akan bermunculan. Berkuliah di jurusan Teknik Sipil, bekerja sebagai karyawan bank, dan pernah sering berpindah-pindah tempat tinggal, betapa kaya bukan pengalamannya? Tidak mengherankan kalau baginya lingkungan adalah motivasi terbesarnya dalam menulis.

Selain idenya telah dieksekusi ke dalam FTV, karya Mila pernah terbit berupa novel yaitu Dibalik Pelangi (2017, Pena House), Jenuh (2018, Zukzez Express), dan Merangkai Rasa (2019, Stiletto Book). Pencapaian yang terbilang cukup baik sebagai seseorang yang harus membagi waktunya untuk pekerjaan ini tidak lepas dari kritik yang pernah dia terima. Baginya, kritik memang tidak mengenakkan, tetapi di dalamnya justru dapat menyemangatinya untuk berkarya lebih baik lagi.

Penggemar nasi goreng ini mempunyai support system yaitu suami, keluarga, dan teman kantor yang senantiasa menyemangatinya untuk terus berkarya. Alhasil, serangkaian pencapaian dalam menulis masih terus dia perjuangkan. Bahkan, sekarang Mila tengah menggarap sebuah novel. Semoga tembus penerbit mayor ya seperti yang sudah sangat dinantikan! O ya, bungsu dari tiga bersaudara ini dapat dihubungi melalui akun sosial media Instagram atau Facebook dengan user name yang sama yaitu @karmilaeffendi

Nah, itulah profil dari Karmila Effendi, perempuan kelahiran 19 Februari 1993. Dari kisahnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa menulis tidak hanya semata-mata berkhayal dalam mencari ide, tetapi harus dipancing dengan kegiatan yang cenderung dinamis yaitu membaca dan bersosial dengan banyak orang.

 

Endik Koeswoyo
Endik Koeswoyo Scriptwriter. Freelance Writer. Indonesian Author. Novel. Buku. Skenario. Film. Tv Program. Blogger. Vlogger. Farmer

Posting Komentar untuk "Karmila Effendi: Pengalaman adalah Modal Menulis yang Sangat Berharga"

www.jaringanpenulis.com