www.jaringanpenulis.com


Selasa, 21 Maret 2017

Riwayat Sebuah Pohon

RIWAYAT SEBUAH POHON 1
Oleh: Al Hadeed

Siapa sangka
bahwa pohon kecil
di samping kandang kambing dulu
yang tumbuh dengan gersang, sakit-sakitan,
sebab kurang air, kurang pupuk,
kurang rawat,
kurang ini, kurang itu
kini menjadi pohon yang dibanggakan
yang tanpa lelah meneduhi orang-orang
yang kelelahan di bawahnya
siapa sangka

Sebab demikian kita tak boleh mendahului
sebab siapa yang bisa menimbang, menakar
dengan timbangan angan
untuk beberapa tahun ke depan
atau mungkin puluhan tahun ke depan.

Tepi jalan, 9 Maret 2017

RIWAYAT SEBUAH POHON 2

Dengan apa mencuci luka yang kasat mata
hingga seolah-olah cacian-makian itu tak pernah ada
dengan apa
bagaimana menerbitkan sebuah senyuman
yang sudah lama mati
untuk mereka, yang sekaligus penyebabnya.

Tepi jalan, 9 Maret 2017


PROFIL PENULIS

Al Hadeed, penulis muda asal Palembang.  Lahir di Palembang, pada 10 September 1998. Peraih juara harapan 1 lomba menulis surat tingkat nasional di Bandung. Aktif belajar di Komunitas Pena Terbang dan Jaringan Penulis Indonesia. Tulisannya telah dimuat di beberapa media.

Sebuah Kamar, Langit Biru, Anak Lalang


SEBUAH KAMAR
Oleh: Al Hadeed

Hanya disekat oleh sebuah papan
kamar mereka dengan kamar itu
kamar yang sudah dua tahun
tak dibuka

“Bu, bapak kapan pulang?
Kapan, Bu?
Ani rindu!”

Kamar, 9 Maret 2017

LANGIT BIRU

Ah, alangkah indah
batin gadis itu
yang berbaring di muka danau
dengan bantal kedua tangan
sambil menatap langit sore yang redup
tenang, damai, dan menentramkan
seperti wajah ibu saat lelap
dulu
sebelum dimakan takdir

Muka Danau, 9 Maret 2017

ANAK LALANG

Di suatu senja
ada anak bunga alang-alang
yang melepaskan dirinya dari tubuh ibu
luruh di tarik para angin
mengikuti alur gelombang sendunya

Sementara saudara-saudaranya tidak
tetap bergantung pada induk

Bukankah pada akhirnya nanti
semua memang akan bersatu
di sebuah padang
di Selatan sana?
batinnya
sebelum berangkat

Lapangan rumput, 9 Maret 2017



PROFIL PENULIS

Al Hadeed, penulis muda asal Palembang.  Lahir di Palembang, pada 10 September 1998. Peraih juara harapan 1 lomba menulis surat tingkat nasional di Bandung. Aktif belajar di Komunitas Pena Terbang dan Jaringan Penulis Indonesia. Tulisannya telah dimuat di beberapa media.

Lelaki Kopi

LELAKI KOPI 1
Oleh: Al Hadeed

Kopi
“Kau adalah aku
dan aku adalah Kau,”
batinya di setiap fajar menyingsing
Kopi
“Kau pahit, manis, hambar, nikmat.”
lirihnya getir.

Beranda, 9 Maret 2017

LELAKI KOPI 2
Kopi itu masih hangat, nikmat
setelah cecapan pertama, ia taruh
gelasnya di meja

Terbang
ruh lelaki itu

Dengan bajunya
ia hapus gambar-gambar itu
gambar-gambar dirinya
di waktu muda

Hujan airmata
ia tak bisa menghilangkannya
bahkan satu garis kecil sekalipun

Lelaki tua itu terseok-seok
mencari air suci

Ia terjatuh!

Banjir
kopi di atas meja itu meluber
tumpah ruah ke luar
namun lelaki itu masih mau menenggaknya
tak diketahui lagi
apa manis apa tawar

Dan matanya seketika tertutup.

Beranda, 9 Maret 2017



PROFIL PENULIS

Al Hadeed, penulis muda asal Palembang.  Lahir di Palembang, pada 10 September 1998. Peraih juara harapan 1 lomba menulis surat tingkat nasional di Bandung. Aktif belajar di Komunitas Pena Terbang dan Jaringan Penulis Indonesia. Tulisannya telah dimuat di beberapa media.

Sabtu, 11 Maret 2017

Info Penerimaan Naskah Penerbit Genta Hidayah


Kabar Baik - jaringanpenulis.com. Hai Girls, kalian jago nulis buku nonfiksi islami? Ada peluang emas nie dari penerbit keren Genta Hidayah. Mulai bulan Maret 2017 menerima naskah islami dengan ketentuan tema:

1. Tema muslimah (apa saja)
2. Target pembaca muslimah
3. Target pembaca usia 15-30 tahun
4. Gaya bahasa populer (renyah)

Perlu diperhatikan, naskah yang dicari adalah nonfiksi islami. Bukan naskah novel, lho. Juga bukan naskah buku anak.  Kalau punya naskah novel trus mau diubah jadi nonfiksi islami, ya silakan. Haha...

Bocorannya nie Penerbit Genta Hidayah kepincut naskah yang memiliki ide segar dan banyak dibutuhkan oleh muslimah. Yang kayak gimana, tuh? Survey aja, kira-kira temen-temen cewek muslimah biasanya suka bacaan yang seperti apa.

Model tulisan yang bisa dipakai yang kayak gimana? Semacam bacaan yang bisa menguatkan iman, meluruskan pemahaman, tips praktis, dan kisah inspiratif. Untuk gaya bahasa tulisan gunakan bahasa populer. Kan sasarannya remaja dan dewasa, Girls....

Kabar gembiranya, Girls. Penulisnya boleh lebih dari dua orang, alias tim. Asal pakai satu nama pena, seperti buku terbitan Genta Hidayah yang judulnya Ibumu Ibumu Ibumu Ayahmu. Itu ditulis oleh 5 orang yang memakai nama pena @humairastory. Asyik kan?

Itunglah misal kalian bikin tim yang terdiri dari 5 orang penulis. Masing-masing misal menulis 30 halaman, dikumpulkan jadi satu naskah 150 halaman. Misal bisa garap 1 halaman perhari, maka 30 halaman selesai dalam sebulan. Wow! Bandingkan jika kalian harus menyelesaikan satu naskah buku sendirian. 150 halaman bisa rampung berapa hari?

Weits..., jangan kawatir soal identitas kalian sebagai penulis. Ntar kalau bukunya terbit, nama penulis dan profil singkatnya tercantum di halaman terakhir buku. Dan tanda tangan MoUnya diwakili oleh satu orang. Tunjuk aja kepala suku dari tim penulis yang kalian bentuk, Girls.

Trus, misal dalam satu tim penulis terdiri dari cowok-cewek boleh nggak? Boleh aja..., asal dia bisa nulis tema yang diminta. Hehe..., mantab tho?

Trus kalau mau kirim naskah, ketentuannya gimana nie?
Pastikan naskah yang dikirim harus memiliki keunggulan ide dan isi jika dibandingkan dengan buku-buku setema yang sudah ada di pasar (toko) buku. Jadi kalau ntar ditanya, "keunggulan naskah buku ini apa?" Kalian harus bisa ngejelasin dengan baik. Nggak cuma bisa ngejelasin, tentunya juga mampu menawarkan keunggulan yang benar-benar unik dan memiliki nilai jual.

Kalau naskah kalian sudah siap, silakan kirim via email dengan syarat sebagai berikut:

1. Konten disertai Qur'an dan hadis.
2. Bukan plagiat dan bukan terjemah.
3. Ukuran kertas A4, margin normal.
4. Font TNR size 12, spasi 1,5.
5. Tebal minimal 130 halaman.

Kirim naskah lengkap mulai dari halaman depan (judul, nama penulis), daftar isi, prakata penulis, naskah isi, daftar referensi, dan profil penulis. Ingat, penerbit Genta Hidayah tidak menerima rancangan naskah dan sampel tulisan. Yang kalian kirim harus draft final buku nonfiksi islami.

Ke email: gentahidayah@gmail.com

Bersama naskah, lampirkan juga surat pernyataan keaslian karya, bahwa naskah tersebut benar-benar karya asli penulis.

Tidak boleh mengirim naskah yang sudah pernah diterbitkan di penerbit lain, kecuali sudah habis masa terbitnya dan disertai bukti surat pencabutan naskah.

Penilaian redaksi atas naskah masuk paling lama 1 sampai 3 bulan, dan akan dikonfirmasi melalui email masing-masing penulis.

Untuk naskah yang diterima akan diterbitkan dan disebar secara nasional di seluruh toko buku Gramedia, Togamas, dan toko buku lainnya.

Ini poin yang paling diaukai, Girls. Ngomongin soal fee, alias duit. Sistem akuisisi naskah berupa pemberian royalti sebesar 10% berdasarkan harga jual buku dan banyaknya jumlah buku yang terjual tiap (selama) 6 bulan. Uang muka royalti saat buku terbit sebesar Rp 1,5 juta. Penulis mendapat sampel buku terbit minimal 5 eksemplar. Jadi, tunggu apalagi Girls?

Silakan info ini dibagikan. Share dan beri tahukan ke teman-teman kalian. Silakan like fans page Genta Hidayah untuk mendapat informasi berikutnya. Semoga bermanfaat.

Sumber Informasi: Akun resmi facebook Redaksi Genta Hidayah. Kantor Pusat Surabaya. (ESN)

Kamis, 09 Maret 2017

Kamis Ke Bioskop - Galih dan Ratna, Musik Untuk Cinta, Ular Tangga

KABAR JPI – Jakarta - Kamis ke bioskop. Seperti biasanya, setiap hari Kamis menjadi hari spesial untuk film Indonesia. Karena setiap hari kamis, film Indonesia terbaru akan mulai beredar. Nah, pada hari Kamis tanggal 9 Maret 2017 ini, telah beredar 3 judul film Indonesia yang harus kita saksikan di bioskop kesayangan. 3 judul film yang tayang di hari Kamis ini adalah; Musik Untuk Cinta, Galih dan Ratna dan Ular Tangga. Beri dukungan untuk film Indonesia dengan menonton film Indonesia pada hari Kamis, atau maksimal Jumat. 

Poster Film Galih dan Ratna, Musik Untuk Cinta, Ular Tangga 


Kenapa harus Kamis? Karena jika film yang baru dirilis pada hari Kamis dan tidak mendapatkan penonton yang banyak, maka akan di turunkan pada hari berikutnya. Oleh karena ini, mari dukung Film Indonesia dengan menonton film Indonesia pada hari pertama tayang, #KamisKeBioskop adalah hastag resmi para permbuat film di Indonesia. Berikut ini informasi mengenai film yang tayang pada hari Kamis tanggal 9 Maret 2017:

Judul: Musik untuk Cinta
Produser: Abdullah Dudung Yuliarso
Sutradara: Enison Sinaro
Penulis: Kadjat Adra'i, Iman Taufik
Pemeran: Arumi Bachsin, Ian Kasela, Philip Jusuf, Soimah
Tanggal edar: Kamis, 09 Maret 2017




Sinopsis film Musik untuk Cinta
Cecep (Ian Kasela) berasal dari keluarga sederhana di desa Cilimus, Cirebon, Jawa Barat. Dorongan keluarga agar cepat berkeluarga membuat ia menginginkan kekasih sebagai pendamping hidupnya. Ia pun bertekad untuk pergi ke kota untuk mencari kenalan seorang gadis. Namun, niatnya itu mendapat olok-olok teman-temannya.

Di Cirebon, Cecep terpikat oleh seorang penari putri cantik yang berasal dari keluarga Keraton Kasepuhan bernama Dewi (Arumi Bachsin) dalam acara Kirab Budaya Cirebon. Gayung bersambut, namun rintangan datang dari Surya (Ferry Ardiansyah), anak juragan batik (Kadir), yang menyukai Dewi. Ibunda Dewi juga tidak menginginkan anaknya mendapat pasangan dari keluarga miskin.

Ambisi tersebut membawa Cecep ke Jakarta. Kehidupan ibukota membuat ia lupa diri. Hidupnya pun berubah setelah bertemu dengan Buntaran Suteja (Phillip Jusuf), seorang pengusaha industri musik dan teman semasa kecilnya. Cecep kembali ke jalan yang benar dan mulai bekerja keras sekaligus ingin membuktikan bahwa ia bisa meraih sukses.

Judul: Galih dan Ratna
Produser: Sendi Sugiharto, Ninin Musa
Sutradara: Lucky Kuswandi
Penulis: Fathan Todjon, Lucky Kuswandi
Pemeran: Refal Hady, Sheryl Sheinafia
Tanggal edar: Kamis, 09 Maret 2017





Sinopsis film Galih dan Ratna
Galih (Refal Hady) tidak pernah merasakan cinta pertama. Ia siswa SMA teladan, introvert, dan hidup dalam bayang‐bayang almarhum ayahnya dan tuntutan ibunya yang harus berjuang sebagai single‐mother. Galih dipaksa mendahulukan pendidikannya dan bukan passion-nya, agar tidak kehilangan beasiswanya dan masuk jalur prestasi universitas pilihan ibunya. Ibunya, Mirna (Ayu Dyah Pasha), tidak ingin Galih mengikuti jalan hidup almarhum ayahnya, yang meninggal karena kekecewaan. Kecewa karena gagal menghidupkan sebuah toko kaset bernama Nada Musik, akibat persaingan dengan dunia digital. Galih selalu membawa walkman ke mana‐mana dan mendengarkan kaset mixtape pemberian ayahnya. Isinya lagu-lagu radikal yang menginspirasi Galih untuk berani mengejar mimpinya. Ratna (Sheryl Sheinafia) baru pindah ke SMA tempat Galih bersekolah. Ia hidup tanpa tujuan, selalu mengejar hal‐hal yang sangat instan, layaknya anak millenials. Tetapi ia diam‐diam suka menulis dan mengarang lagu. Ia tidak pernah menganggap passionnya serius, mungkin karena ia tidak pernah mendapatkan dukungan dari ayahnya (Hengky Tornando). Di suatu sore, di lapangan belakang sekolah, Galih dan Ratna bertemu. Ratna tertarik dengan walkman Galih. Sebuah lagu berkumandang di telinga mereka: “Bersama dirimu terbebas dari nestapa…” Mereka saling menatap. Nestapa yang menyatukan mereka. Di saat mereka bertukar pendapat mengenai kehidupan masing­masing, mereka sadar, bahwa perbedaan mereka bisa mendorong satu sama lain untuk lepas dari cengkaraman yang bernama sistem, dan berani untuk mengejar passion mereka. Perbedaan pandangan inilah yang juga berpotensi untuk menghancurkan hubungan mereka. Cinta pertama ini membawa Galih dan Ratna ke tahap baru dalam kehidupan mereka.



Judul : Ular Tangga
Produser: Tommy Soemarni
Sutradara: Arie Azis
Penulis: Mia Amalia
Pemeran: Shareefa Daanish, Vicky Monica, Alessia Cestaro, Ahmad Affandy, Randa Septian, Yova Gracia, Fauzan Nasrul.
Tanggal edar : Kamis, 09 Maret 2017






Sinopsis Film Ular Tangga
Fina, mahasiswi berpotensi indigo, memiliki firasat buruk. Hal itu terkait dengan rencana mendaki gunung tim pecinta alam kampusnya. Tim yang akan berangkat dalam pendakian itu dipimpin Bagas, kekasihnya. Bagas tidak percaya pada kekhawatiran Fina. Ia membujuk Fina untuk tetap berangkat bersama Martha, William, Dodoy, dan Lani. Perjalanan mereka dibantu Gina, pendaki dan penunjuk jalan yang berpengalaman. Peringatan Gina agar mereka memilih jalan aman, tidak diindahkan. Jalan yang mereka pilih mengantarkan mereka menuju pohon tua angker dan rumah misterius yang memiliki cerita kelam di masa lalu. Kemunculan dua hantu anak kecil, Sania dan Tania, menjadi pertanda akan bahaya yang mengancam mereka. Fina merasakan ada yang tidak beres dengan pohon tua angker yang letaknya tak jauh dari rumah tersebut. Saat mereka berkeinginan turun gunung segalanya sudah terlambat. Kejadian buruk menimpa mereka. Semua itu diawali dengan penemuan permainan kuno ular tangga yang terbuat dari kayu, di bawah pohon angker itu. Penemuan itu memunculkan kembali hantu yang sangat berbahaya. Ketakutan Fina berubah menjadi keberanian saat Bagas ikut diculik hantu tersebut. Fina mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan teman-temannya, terutama kekasihnya. (EK)



TENTANG PENULIS:



Endik Koeswoyo, adalah penulis skenario atau scriptwriter. Freelance Writer. Sudah menulis 24 judul novel dan buku. Endik Koeswoyo saat ini tinggal di Jakarta dan aktif menulis skenario film, ftv dan sinetron. Penggagas berdirinya Jaringan Penulis Indonesia dan pemerhati sosmed ini juga merupakan vlogger, youtuber, dan tentu saja blogger. Beberapa karya skenario film layar lebar yang pernah ditulis antara lain; Me And You Vs The World, Kesurupan Setan, Cerita Cinta, Erau Kota Raja, Gelas Gelas Kaca The Movie. Selain menulis, Endik Koeswoyo juga sedang menyelasaikan pendidikan S1 Ilmu Politik di Universitas Bung Karno. 

Yang ingin kenal lebih dekat dengan menghubungi:
Twitter @endikkoeswoyo 
Instagram: @EndikKoeswoyo  
Facebook @endikkoeswoyo 







Senin, 06 Maret 2017

Wow! Ternyata REBUNG BAIK UNTUK KESEHATAN

SEMBILAN ALASAN MENGAPA REBUNG BAIK UNTUK KESEHATAN

            Kabar JPI - Bambu memang istimewa. Kerap dijumpai di halaman belakang, tanaman yang tergolong dalam keluarga rumput-rumputan ini memang serbaguna. Batangnya sering dimanfaatkan untuk  membuat rumah, gagang pancing, alat musik,  peralatan dapur, mebel, dan lain-lain. Sementara rebungnya merupakan sumber pangan bagi manusia. Harga yang murah dan rasanya yang unik membuat bambu disukai oleh orang-orang Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Tetapi, tidak hanya itu saja keistimewaan rebung. Berikut ini sembilan alasan mengapa sayuran satu ini baik bagi kesehatan manusia:
     
Rebung (bambu muda)

       
1.    Rendah kalori
Bagi Anda yang sedang berdiet, rebung sangat baik bila dimasukkan dalam daftar menu makanan Anda. Kadar kalori yang rendah, hanya 12 kcal/100 gr rebung yang sudah diolah, membuat tubuh memiliki energi lebih lama. Hal ini terjadi karena kandungan karbohidrat di dalamnya tidak mudah dipecah menjadi glukosa.

2.    Mengandung serat
Rebung mengandung serat sebanyak 2,2 gram/100gr-nya. Kandungan serat ini sangat baik bagi tubuh karena bisa membantu melancarkan pencernaan dan membuat perut kenyang lebih lama. Sehingga bisa menekan keinginan untuk ngemil setelah makan.

3.    Mengandung Vitamin C
Kandungan vitamin C-dalam mempunya efek antioksidan bagi tubuh. Sehingga bisa menghalau radikal bebas yang bisa menimbulkan penyakit kardiovaskuler, hipertensi, atau diabetes.


Rebung yang sudah siap dimasak

4.    Mengandung vitamin E
Vitamin E dalam rebung mencapai 1 mg atau 7% dari kebutuhan tubuh sehari-hari. Vitamin ini baik sekali bagi tubuh karena bermanfaat untuk mengatasi stress, meningkatkan kesuburan, mencegah penyakit kanker, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

5.    Mengandung asam folat
Asam folat penting bagi pembentukan janin. Asupan yang cukup akan mencegah munculnya spina bifida ( kelainan tulang belakang) dan anencephaly (kelainan yang menyebabkan otak tidak terbentuk) pada bayi.

6.    Mengandung potasium
Kandungan potasium dalam rebung mencapai 533 mg/100 gr. Fungsinya untuk mengendalikan detak jantung dan mengontrol tekanan darah.  

7.    Kaya akan vitamin B komplek
Vitamin B komplek adalah thiamin, riboflavin, niacin, vitamin B-6, and asam Pantothenic. Kelimanya memiliki peranan penting agar metabolisme sel dalam tubuh berjalan optimum.

8.    Mengandung mangan, tembaga, dan besi
Mangan berfungsi sebagai co-factor untuk enzim antioksidan dalam tubuh. Tembaga diperlukan dalam produksi sel darah merah, sedangkan besi bermanfaat dalam proses formasi sel darah merah.

9.      Rendah lemak
Lemak yang terkandung dalam 100 gram rebung mencapai 0,3 gr (1% dari kebutuhan harian tubuh). Kandungan lemak yang rendah membantu mengurangi resiko terkena serangan penyakit jantung.

Bambu


            Akan tetapi ada hal yang harus diperhatikan sebelum menikmatinya. Pastikan rebung sudah dikupas dan direndam dalam larutan garam selama setengah jam atau direndam dalam air semalaman. Setelah proses tersebut usai, lanjutkan dengan merebus rebung dalam air mendidih selama 5-10 menit. Fungsinya tak hanya untuk membebaskan rebung dari kuman penyakit, tetapi juga menghilangkan racun taxiphyllin yang mampu menghasilkan asam sianida dalam lambung. Setelah itu barulah rebung siap diolah menjadi berbagai masakan.  (AY)
           
 ----

Tentang Penulis

Afin Yulia. Blogger sejak 2006. Menelurkan lebih 12 antologi dan tiga novel trio. Karya terbarunya berjudul Sweet Sour Love : From Spring to Winter. Gemar membaca, memotret makanan, dan membuat kerajinan di waktu senggang. Bisa dihubungi via fb Afin Yulia atau twitter @afinyulia 


SAHABAT JPI


Endik Koeswoyo, adalah penulis skenario atau scriptwriter. Freelance Writer. Sudah menulis 24 judul novel dan buku. Endik Koeswoyo saat ini tinggal di Jakarta dan aktif menulis skenario film, ftv dan sinetron. Penggagas berdirinya Jaringan Penulis Indonesia dan pemerhati sosmed ini juga merupakan vlogger, youtuber, dan tentu saja blogger. Beberapa karya skenario film layar lebar yang pernah ditulis antara lain; Me And You Vs The World, Kesurupan Setan, Cerita Cinta, Erau Kota Raja, Gelas Gelas Kaca The Movie. Selain menulis, Endik Koeswoyo juga sedang menyelasaikan pendidikan S1 Ilmu Politik di Universitas Bung Karno. 

Yang ingin kenal lebih dekat dengan menghubungi:
Twitter: @endikkoeswoyo 
Instagram: @endikkoeswoyo  
Facebook: @endikkoeswoyo 

Minggu, 05 Maret 2017

Filosofi Kopi, Tempat nongkrongnya para selebriti

Filosofi Kopi, tempat nongkrongnya para selebriti

Suana di depan Filosofi Kopi / Foto By: Endik Koeswoyo


KABAR JPI - Jakarta - Suka ngopi? Salah satu tempat ngopi paling asik adalah Filosofi Kopi. Berada di kawasan Blok M Jakarta Selatan, kedai kopi yang didirikan Rio Dewanto dan Chiko Jerico ini memberikan nuansa dan suasana tersendiri bagi penikmat kopi.

Filosofi Kopi cukup terkenal dikalangan anak muda Jakarta karena nama kedai kopi yang satu ini diangkat dari judul film “Filosofi Kopi” yang di garap sutradara muda Angga Dwimas Sasongko. Selain tempatnya yang mudah ditemukan, kedai kopi yang satu ini juga menyajikan menu-menu kopi yang sangat unik dan memiliki ciri khas rasa asli dari berbagai nusantara.

Jika anda beruntung, maka anda akan dibuatkan kopi oleh aktor yang lagi ngehits lewat film Bukaan 8, Chiko Jerico. Wow kebayangkan kalau sampai anda memesan kopi dan kopi itu buatan aktor film papan atas? Selain bisa bertemu dengan Chiko dan Rio Dewanto, kalau anda beruntung, anda akan berjumpa dengan artis-artis ibu kota yang sering ngopi di tempat ini. Sebut saja nama Lala Karmela, Luna Maya, Alex Abbad sampai Tio Pakusadewo adalah artis-artis yang sering ngopi di tempat ini.


Jadi, tidak salah jika JPI menyebut kedai kopi yang satu ini sebagai tempat nongkrongnya para selebriti. Selamat mencoba. (EK) 

-------------

TENTANG PENULIS:


Endik Koeswoyo, adalah penulis skenario atau scriptwriter. Freelance Writer. Sudah menulis 24 judul novel dan buku. Endik Koeswoyo saat ini tinggal di Jakarta dan aktif menulis skenario film, ftv dan sinetron. Penggagas berdirinya Jaringan Penulis Indonesia dan pemerhati sosmed ini juga merupakan vlogger, youtuber, dan tentu saja blogger. Beberapa karya skenario film layar lebar yang pernah ditulis antara lain; Me And You Vs The World, Kesurupan Setan, Cerita Cinta, Erau Kota Raja, Gelas Gelas Kaca The Movie. Selain menulis, Endik Koeswoyo juga sedang menyelasaikan pendidikan S1 Ilmu Politik di Universitas Bung Karno. 

Yang ingin kenal lebih dekat dengan menghubungi:
Twitter @endikkoeswoyo 
Instagram: @EndikKoeswoyo  
Facebook @endikkoeswoyo 


CERPEN - Misteri Perempuan Bergaun Merah Oleh : Asep Kurniawan

 Misteri Perempuan Bergaun Merah
Oleh : Asep Kurniawan


Foto ilustrasi / pixabay.com


Misteri Perempuan Bergaun Merah

“Hei, kenapa bengong An," tanya Derry kepada Aan yang bingung melihat perubahan air muka aan, yang terpana menghadap ke luar pintu kamarnya.
Derry pun spontan ikut melihat ke arah yang di tatap Aan, ia pun berulang ulang ikut memperhatikan ke arah yang di lihat Aan, namun bertambah heran dan bingung karena tidak melihat sesuatu yang aneh.
"An, hei...jangan berlagak seperti baru melihat hantu," seru Derry sambil melambai-lambaikan tangannya menghalangi arah tatapan AAan di mukanya.
Aan pun menepis tangan Derry sambil mengalihkan pandangannya dari arah pintu kamar ke muka Derry.
"Nggak apa apa Der, cuma...ketika kita ngobrol, aku penasaran karena sudut mataku selalu melihat sepertinya ada orang yang mondar-mandir di depan pintu kamar menuju kearah kamar mandi. " Ujar Aan berusaha menjelaskan dengan menunjuk-nunjuk ke arah luar kamarnya.
"Makanya karena penasaran, aku panteng untuk melihat, tapi kok memang gak ada yang lewat, aneh..." lanjut Aan seraya tangannya mengambil bungkus rokok kreteknya dan mengeluarkan sebatang rokok lalu menyalakannya.
Asap rokok keluar dari sela sela mulut dan hidung aan bergerombol saling berebut posisi untuk memenuhi ruangan kamar yang luasnya hanya 3x3 m. Tidak lama kemudian ruangan kamar berganti aroma tembakau rokok yang khas dan menyengat, serta dipenuhi dengan asap yang membumbung di langit-langit kamar.
Aan merupakan salah satu penghuni kost yang menempati kamar paling belakang. Di depan pintu kamar Aan adalah dua buah kamar mandi dengan pintu menghadap ke samping dan satu pintu akses keluar menuju halaman belakang, yang juga berfungsi sebagai tempat menjemur pakaian. Kamar ini paling disukai Aan, selain karena tempatnya di belakang, penuh privasi serta jendelanya mempunyai ventilasi paling baik diantara kamar-kamar lain di rumah kost ini.
Rumah kost ini hanya mempunyai 5 kamar dengan luas yang hampir sama. Aan berasal dari kota Palembang, Sumatera Selatan. Kebanyakan seperti orang Palembang lainnya, Aan mewarisi warna kulit putih, berparas seperti orang keturunan Cina dengan rambut hitam gelap. Kebanyakan ciri ciri fisik Aan mewarisi genetik ibunya yang asli Palembang. Terlihat dari photo-photo keluarga yang dipajang Aan di kamar kost-nya.
Seperti anak muda lainnya yang baru menginjak dewasa. Pertemanan merupakan sesuatu yang penting dalam hidup mereka. Loyalitas yang tinggi terhadap teman-teman, sehingga tidak heran mereka sering membentuk komunitas sendiri seperti gank atau kelompok yang satu hobby, satu kelas ataupun satu kegiatan.
Begitu juga Aan, ia mempunyai sifat yang lebih sosial dan menjunjung tinggi teman. Sesama teman satu kost, aan di kenal sebagai orang yang paling peduli dengan hidup teman-temannya. Dikala anak anak sudah kehabisan kiriman uang dari orang tuanya, Aan bisa berbagi uang kiriman dengan teman-temannya. Hal ini bukan karena aan mempunyai kehidupan yang berkecukupan, namun memang tanggal jadwal kiriman uangnya selalu lebih awal di banding teman-temannya. Jika teman-temannya yg lain setiap tgl 1, sedangkan aan sudah menerima di tanggal 25 setiap bulannya. Gaya hidupnya Aan juga tidak berlebihan. Masih suka berpuasa di hari senin dan kamis. Jarang sekali sarapan dan hanya meminum segelas air putih lalu ke kampus. Sifat yang rendah hati dan selalu mengalah membuat aan banyak di senangi teman-temannya. Aan bisa di pakai tempat berkeluh kesah, karena orangnya bisa sebagai pendengar yang baik, bisa di mintai pendapat, karena Aan bisa memberikan masukan yang bisa di anggap tepat oleh anak anak yang lain. Mungkin karena Aan anak pertama dalam keluarganya sehingga berpikiran lebih dewasa dibandingkan teman-temannya.
"Akh, perasaanmu saja An, dari tadi aku yang duduk di sini gak ada mahkluk satupun yang lewat, tuhhhhh...loe denger nggak? Suara Pay yang sedang mengobrol dengan Rubby pun masih terdengar.” Seru Derry mengingatkan.
Kamar Pay sebenarnya tidak persis berada didepan kamar aan, namun agak menyamping dan tepat persis berada didepan kamar nya Apri. Hal ini disebabkan karena pintu kamar aan memang persis berada dilorong depan kamar mandi dan tepat mengarah ke pintu akses keluar pintu belakang kost.
“An..kedengeran gak? Pay juga masih ngobrol sama rubby," kata Derry mengulangi kembali pertanyaannya, sambil merebahkan badannya ke kasur. Aan pun hanya mengangguk anggukkan kepalanya sambil terus termenung.
Kebetulan memang dery duduk di depan aan. Posisi nya memang menghadap kearah luar kamar. Jadi Derry pasti melihat siapapun atau bahkan seekor binatang pun, seperti kucing atau tikus yang lewat. Derry merupakan teman satu jurusan dengan aan. Sengaja malam ini Derry menginap di kamar kost aan, karena kemalaman sehabis mengerjakan tugas kuliah.
"Benar juga, suara rubby dan pay masih jelas terdengar. Di sebelah ada apri yang sedang membaca majalah misteri. Sedangkan robert dan Dion bermain catur di kamar depan." Batin aan menerawang posisi teman-temannya.
Rumah ini merupakan rumah kost yang di sewakan kepada mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri, di sebuah tempat kota besar Jakarta. Posisinya persis di samping jalan raya menuju kampus perguruan tinggi tersebut. Sudah tepat 1 bulan mereka menempati kost-an ini semenjak mereka diterima menjadi mahasiswa.
Tepat di seberang kost merupakan gang masuk ke sebuah kampung. Di muka gang yang juga persis didepan kost tumbuh pohon waru yang besar sekali. Tidak jelas berapa umur pohon ini, orang kampung juga tidak tau menahu mengenai asal usul pohon tersebut. Yang Jelas pohon ini terlihat sangat tua jika di nilai dari besarnya batang pohon.
Rumah yang menjadi tempat kost tersebut berasitektur gaya lama. Memang ada beberapa perubahan supaya menampilkan seperti rumah-rumah kost lainnya. Seperti bagian depan ruang berkumpul di beri Jendela kaca nako yang sangat besar.
Menurut penuturan pak de, "Biar jelas kalau kalian melihat cewek-cewek kampus yang lewat di jalan ini," jelas pak de sambil bercanda.
"Pak de" nama panggilan yang di sebut oleh anak anak kost, merupakan orang yang mempunyai rumah kost ini. Pak de sebenarnya tidak lama membeli rumah ini dari sebuah developer property. Harga yang di tawarkan oleh pihak property pun sangat murah, tidak sebanding dengan posisinya yang strategis di pinggir jalan. Dengan posisi rumah seperti ini harganya pasti sangat mahal. Tetapi tidak dengan rumah ini, tidak jelas sebelumnya siapa-siapa saja yang pernah menempati rumah ini.
Pak de bercerita ikhwal awal keinginannya membeli rumah ini kepada setiap anak yang baru masuk kost pun, “tidak peduli siapa saja yang menempati rumah ini dan apa sejarahnya.” Seru pak de didepan anak anak kost
Pak de mempunyai tujuan membeli rumah ini memang untuk di renovasi menjadi rumah kost, yang kebetulan beliau berprofesi sebagai pengusaha rumah kost. Rumah kost yang di punyai nya terhitung ada lima di beberapa tempat ibu kota Jakarta. Namun tidak tahu alasannya kenapa, pak de memang tidak bertempat tinggal di rumah ini, hanya sebulan sekali ia mengontrol rumah kost ini. Satu kamar pribadinya pun paling depan di rumah ini dan selalu kosong. Hanya di tempati ketika ia berkunjung ke tempat kost ini dan itu pun tidak pernah lama.
Berstatus tercatat sebagai mahasiswa baru dengan lebel anak perantauan sangat beruntung mendapatkan tempat kost yang masih baru. Letak yang strategis, dekat dengan kampus, transportasi dan rumah makan mudah, sangat pas dan cocok untuk kebutuhan anak mahasiswa.
"Blentang..tong...prak" Sebuah bunyi yang cukup keras berbunyi tepat di depan kamar, mengagetkan aan dan Derry.
Beberapa botol plastik tepat jatuh di muka pintu kamar sehingga menimbulkan bunyi yang begitu keras dan cempreng menyengat telinga dan melunturkan nyali. Melihat dari arahnya sepertinya di lemparkan dari samping kamar aan.
Tidak lama kemudian muncul robert dengan tidak memakai baju dan bercelana pendek casual memperlihatkan mukanya yang tersenyum tanpa merasa bersalah.
"Kaget ya, curhat melulu nih...gaplek dongggggg..." Serunya cempreng setengah berteriak namun dengan logat jawa timurnya yang kental. Ia pun masuk lalu duduk disamping Derry dan tersenyum lebar memperhatikan kekagetan kami berdua.
Robert memang terlihat sangat berumur. Dia mengaku sudah berumur 25 tahun, umur yang cukup tua sebenarnya untuk memulai kuliah. Robert mengaku kepada kami bahwa, masa mudanya ketika selepas SMU di habiskan berkerja di Jawa Timur, kampung asal tempat orang tuanya, untuk membantu bisnis keluarga. Sementara itu orang tuanya sudah bertempat tinggal di Bekasi Jawa barat. Setelah dirasa cukup menikmati masa kerja, Robert pun kembali ke bekasi dan meminta untuk berkuliah.
Perutnya yang menonjol bulat seperti kantung gandum serta mukanya yang kebapakan menambah kesan lebih tuanya, melebihi umur anak-anak yang kost di rumah ini. Kesan pertama kali memang menimbulkan rasa segan ketika berhadapan dengannya. Namun hal tersebut akan segera luntur jika melihat kelakuan kocaknya. Walaupun sudah berumur, tapi tingkah robert masih kekanak-kanakan. Karena sifatnya tersebutlah rumah kost ini selalu ramai, ceria dan tidak membosankan.
Tidak beberapa lama muncul si cungkring, Dion teman satu kamar Robert. Di sebut cungkring memang anaknya sangat kurus bahkan kebih kurus kerempeng di banding aan. Menu makannya pun selalu irit, setiap makan siang dan malam hanya memesan nasi dan telur plus kecap "tok". Pedagang warung makan dekat rumah kost pun sudah hapal betul dengan menunya. Sehingga tidak di suruh pun sudah inisiatif menyediakan. Menu di pagi hari pun hanya makan mie plus telor serta susu coklat. Cukup bergizi juga sih, tapi tetap saja tidak merubah timbangan badannya menjadi naik.
Malam ini dion memakai celana pendek basket dan tidak memakai baju. Terlihat persis seperti tengkorak hidup yang sedang berjalan menuju tempat tidur pemakamannya.
"Gaplek yokkkk..."Serunya sambil mengeluarkan kartu gaplek dari saku celananya dan membanting kartu tersebut ke lantai. Terlihat guratan-guratan membentuk kerangka di dada ketika membanting gaplek. Dion pun duduk bersila disamping robert, dengan spontan mereka pun membentuk lingkaran berkeliling bagai menggelar suatu rapat kecil.
Tidak beberapa lama kamar sempit itu pun penuh. Hadir juga pay, rubby serta apri. Pay dan dion berasal dari daerah yang sama yaitu Cirebon. Walaupun dari asal yang sama tapi keduanya tampak tidak akur. Perbedaan karakter masing masing individual sehingga membentuk nilai sensitivitas yang tinggi di mata mereka berdua. Pada akhirnya keduanya tidak bisa saling menerima perbedaan tersebut dan saling membenci.
Dion lebih terkesan cuek, asal bicara sehingga tidak menyadari lawan bicaranya tersinggung atau tidak, namun memang mudah bergaul dan tidak pilah-pilih teman. Sedangkan pay lebih pendiam, berhati hati dalam berbicara serta sopan, sehingga terkesan lebih menutup diri. Pay tidak bisa menerima setiap perkataan ataupun guyonan yang bernada meremehkan atau tidak sopan, sedangkan Dion tidak pernah mau mengintrospeksi dirinya sendiri malah lebih sering mengolok-olok pay, karena pay tidak bisa menyembunyikan ekspressi rasa tidak sukanya dan lebih suka menghindar.
Tidak beda halnya dengan pay, rubby dan Apri yang mempunyai persamaan dalam bentuk tubuh gempal dan pendek, hampir mempunyai karakter yang sama dengan Pay. Tidak heran jika ketiga anak ini sangat dekat secara emosional. Hanya yang menjadi perbedaan asal daerah dan hobby masing-masing. Rubby yang berasal dari Sukabumi Mempunyai hobby seperti kebanyakan anak muda lainnya yaitu musik. Hanya Rubby, salah satu anak di kost an ini yang menguasai alat musik gitar, sekaligus mempunyai suara yang merdu. Karena mempunyai sifat yang tertutup, mungkin dengan musik Rubby bisa mengutarakan dan menyalurkan perasaannya. Sedangkan Apri berasal dari Jawa Timur, sangat kental dengan adat kejawen. Tidak heran jika hobby bacaannya adalah Majalah misteri serta hal-hal yang berbau mistis lainnya.
Perbedaan-perbedaan tersebut sebenarnya bukan masalah dan tidak menimbulkan sesuatu yang merusak persahabatan, apalagi posisinya dalam satu atap. Pada kenyataannya mereka sudah dewasa dan mengerti kapasitasnya masing-masing. Sehingga masih bisa menempatkan diri dengan baik dan benar dalam pergaulan.
Malam ini seperti hari-hari sebelumnya, jika dalam keadaan kumpul, semua perbedaan tersebut lenyap. Berbaur dengan perasaan kebersamaan, kebahagiaan dan suka cita anak kost-an yang saling membutuhkan hiburan. Salah satu hiburan murah meriah dan tidak memerlukan uang banyak yaitu bermain gaplek, catur, ataupun berkumpul menyanyikan beberapa lagu. Kost-an ini memang tidak di lengkapi dengan media elektronik Televisi. Paling hiburan elektronik satu-satunya adalah Radio tape recorder, dimana setiap kamar mempunyai masing-masing satu.
"An, jam berapa nih," seru Robert, membuyarkan konsentrasi aan yang serius memperhatikan kartu gaplek yang berada di lipatan tangannya.
"Jam 11 malam bet," seru aan sambil melirik ke arah jam weker yang berada di atas radio tape nya
"An, setel radio "genjreng fm" dong, buruan...keburu sudah mulai acaranya...serunya dengan tidak sabar dan berusaha untuk menggapai tombol on/off nya radio aan namun tidak sampai sehingga akhirnya mengurungkan niatnya.
 "Buruan...an..acara nightmarenya sudah mulai....sekarang malam Jumat khan?," sambungnya dengan nada memaksa, sambil beralih meneruskan bermain.  Melihat kartunya lalu meletakkan salah satu kartu gapleknya merunut sesuai jumlah bulatan merah kecil sehingga membentuk barisan kartu yang seperti ular.
"Oh iya...ya... benar sekarang malam Jumat," mengulangi perkataan robert, aan secepat kilat menyalakan radio dan langsung menyetel frequensi Radio genjreng fm.
Terdengar suara penyiar radio yang sedang mengudara diikuti dengan suara-suara menakutkan seekor srigala dan gongongan anjing yang mencekam. Latar belakang suaranya pun diiringi dengan musik musik horor klasik mencekam. Terkadang ada suara perempuan tertawa mengikik dan mengeram diikuti dengan suara tangisan bayi dan eraman suara kucing berkelahi. Setiap malam jumat acara radio genjreng fm mengudarakan acara interaktif nightmares. Acara ini melibatkan pendengar yang mau berbagi cerita pengalamannya mengenai alam lain atau misteri yang pernah di temui. Setiap malam Jumat acara ini selalu menjadi rutinitas dan tidak pernah ketinggalan walau satu hari pun.
"Pas banget acaranya baru mulai, mantaplah," seru apri yang suka sekali dengan acara ini. Ia pun mengubah posisi duduknya dengan agak santai.
Aan, dery, robert dan dion, masih serius bermain gaplek sambil mendengarkan acara yang mengudara. Pay dengan posisi berbaring tertelungkup di tempat tidur aan, apri yang bersandar santai di dinding kamar dengan posisi di samping rubby yang sedang memegang gitar kesayangannya. Robert, dion yang duduk bersila membelakangi pintu masuk kamar, Derry yang duduk membelakangi jendela kamar aan, sedangkan aan duduk menghadap ke pintu kamar dan membelakangi radio yang sedang mengudara.
Semuanya khusuk memasang telinganya masing-masing sambil masih memegang kartu gaplek, sibuk memasang posisi senyaman mungkin. Sesekali anak-anak mengomentari penyiar radio atau bahkan si pencerita. Bahkan apri dan robert sesekali mengklarifikasi kejadian-kejadian yang sedang di ceritakan. Menambah suasana mencekam di antara kami sebagai bumbu penyedap dari cerita yang sedang di bawakan. Ketika acara yang di bawakan menunjukkan tanda tanda akan selesai, bersamaan dengan itu juga turun hujan rintik rintik menyirami kediaman kost di malam jumat ini.
Ada sesuatu yang aan rasakan dari tadi sore sampai malam ini. Perasaan seperti ada sesuatu yang memperhatikan dirinya. Kali ini, ia merasa ada yang memperhatikan mereka yang sedang bermain gaplek. Perasaan ini membuat ia bermain tidak fokus dan sering mengocok kartu karena kalah. Terkadang aan terlihat memperhatikan sekitar atau sekeliling mereka dan melihat keluar kamar dengan perasaan gelisah. Bertambah gelisah ketika mendengarkan acara nightmare di radio karena suara-suara yang terdengar seperti bukan dari Radio tetapi berasal dari dalam rumah ini sendiri. Seperti ada penambahan suara perempuan di antara musik klasik horor, teriakan-teriakan menakutkan dan lolongan srigala.
"Suasananya sangat tidak biasa, tidak seperti malam biasanya. Mungkin karena cuacanya akan hujan dan bertambah dingin dengan turunnya hujan rintik-rintik." Pikir aan, namun batinnya berkata lain. Entahlah apa yang aan rasakan, ada sesuatu yang lain terjadi di rumah kost ini.
"Apakah ini perasaannya karena telah mendengarkan acara radio nightmares? Mungkin juga, " pikirnya lagi. Namun hal ini berlangsung semenjak dari tadi sore sampai sekarang. Jika di lihat dari kondisi teman-temannya yang lain, mereka sepertinya tidak merasakan seperti apa yang aan rasakan. Teman-temannya terlihat lebih ceria, tidak ada menampilkan mimik muka yang tegang atau pun gelisah seperti dirinya.
Malam pun bertambah larut sejurus dengan selesainya acara nightmares. Menjelang jam 12 malam, mendadak bulu kuduk aan meremang. Namun perasaan gelisahnya selalu di tepis aan dengan lebih banyak bercanda dan fokus pada permainan. Namun beberapa kali bulu kuduknya meremang sehingga akhirnya aan pun tidak tahan dan menjatuhkan semua kartunya ke bawah tanda permainannya selesai.
"Guys, maaf nih...jujur perasaan ku malam ini gak enak," seru aan.
"Kalau gak enak jangan di makan an," jawab dion sambil tertawa berusaha bercanda. Sedangkan anak anak lain menimpali hanya tertawa lirih.
Namun aan pun tidak tertawa, sambil mengosok-gosok belakang lehernya yang sebelumnya terasa bulu kuduk. Berharap dengan menggosok leher bisa meredakan bulu kuduknya yang meremang,
"Serius dion, ini bulu kudukku meremang terus setelah acara nightmares..sepertinya ada yang terus memperhatikan kita dech," lanjut aan sambil matanya mencari berkeliling berusaha menemukan sesuatu yang dia cari.
Namun yang ia cari tidak di temukan, malah aan melihat teman-temannya pada tertawa mengejek. "Akh...penakut loe an," seru apri, "tenang, sudah di terawang sama gue, gak bakalah ada setan ganggu," seru apri bangga.
"Iya an, tenang dukun apri sudah bertindak," dukung pay mengaminkan pendapat apri.
Robert terlihat mendadak diam setelah mendengar penuturan aan. Ia juga tidak menggubris guyonan dan ejekan teman-temannya ke aan bahkan tidak tertawa dan terkesan hanya diam. Satu persatu ia membereskan kartu yang berserakan di lantai, menyusun dengan rapi di lipatan telapak tangannya. Setelah rapi, gaplek tersebut dikocok sambil melihat ke arah muka aan dengan menampilkan senyuman yang di paksakan.
"Menurut sampeyan di rumah ini ada apa an," seru robert menatap serius.
"Paling hantu nenek-nenek an," dion menyahut menimpali perkataan robert.
"Aan...aan...ini cucu nak..." Seru dion menirukan suara nenek-nenek, sambil raut mukanya di ciutkan mengkerut dengan mata menyipit, serta tangan mengambai kedepan seperti ingin mencekik. Yang lain pun tertawa melihat tingkah dion.
"Pas banget loe dion jadi tengkorak hidup seperti itu. Berdiri aja di depan kostan jam segini di jamin pada kabur anak anak yang mau lewat," seru rubby sambil tertawa.
"Dari tadi sore perasaanku ada yang mondar mandir didepan kamar bet, kalau di lihat dari ujung mata menyamping tapi ketika di lihat, gak ada siapa-siapa" ujar aan menjelaskan sambil menunjuk ujung matanya sebelah kiri dan melihat ke luar kamar.
Robert kebetulan duduk menyamping menghadap aan, sedangkan pintu kamar masuk ada di sebelah kanannya agak membelakangi. Sedangkan yang paling membelakangi pintu kamar adalah Dion.
"Akh loe an, nakut nakutin," seru dion sambil melompat menjauhi pintu kamar dan memandang ke luar kamar.
Tepat memang di luar kamar adalah pintu menuju akses keluar ke arah jemuran. Di sampingnya adalah kamar mandi serta dapur, yang pada saat itu keadaannya gelap gulita karena lampunya memang lagi putus.
"Yah, itu lagi an, tadi khan udah di bilang gak ada siapa-siapa," kali ini Derry berusaha menjelaskan bahwa itu hanya hayalan atau perasaan aan saja.
Aan pun tidak menghiraukan pendapat Derry maupun teman-temannya yang lain untuk mengajak bercanda. Aan sekarang menatap Robert yang kelihatan kali ini menanggapi masalah ini dengan serius, terlihat dari sikapnya yang kali ini tidak banyak tertawa dan memasang mimik yang cukup tegang.
"Aku pikir, Robert pasti tahu apa yang terjadi di kost ini," batin aan pun berkata. "Dia pasti tahu sesuatu." Sambung pikir aan.
"Bet, do you wanna say something? Tanya aan. Melihat robert yang seperti menimbang-nimbang sesuatu dalam pikirannya yang ingin ia utarakan. Terlihat dari cara mengkocok kartu yang tidak teratur dan mukanya pun tertunduk berusaha menyembunyikan kecemasannya. Ia pun menghentikan kocokan kartunya, mendorong pintu kamarku sehingga tertutup sebagian dan mengeluarkan rokok Marlboro dari kantong celana pendek casualnya, lalu mulai merokok. Sambil menghembuskan asap rokok yang dihisapnya, robert pun berkata yang membuat anak-anak terdiam terpaku.
"Malam Jumat minggu kemarin aku melihat sesuatu ketika akan ke kamar mandi...,"ujar Robert tidak meneruskan.
Aan ingat, malam Jumat kemarin ketika mereka bermain gaplek di kamar Robert, sambil mendengarkan nightmare. Aan melihat perubahan pada wajah Robert sehabis kembali dari kamar mandi. Ia begitu pucat dan ketakutan serta langsung berhenti bermain dan mulai merokok, diam membisu. Robert malam itu begitu pendiam dan pintar menyembunyikan perasaannya. Ia hanya menatap teman-temannya bermain saat itu, tidak ada lagi celetukan-celetukan yang membuat kami harus tertawa. Misteri itu pun terungkap malam ini dan menjadikan kami penasaran.
"Melihat apa bet," seru rubby mendekatkan wajahnya kedepan sambil menatap Robert.
Sedangkan yang lain diam membisu penasaran sehingga berusaha menyimak dan menunggu kata-kata selanjutnya dari Robert. Kali ini semuanya melupakan apa yang sedang mereka lakukan dan pikirkan. Semuanya senyap, suara yang terdengar kali ini adalah suaru Radio yang sedang melantunkan lagu mancanegara, itu pun segera di kecilkan volumenya oleh Rubby.
"Perempuan bergaun merah...ia membelakangi ku dan rambutnya panjang,...ia bernyanyi dengan bergumam...tidak jelas apa yang di nyanyikannya...ujar Robert pucat dan sambil matanya menatap pintu kamar yang tadi di dorongnya untuk berusaha menutup pintu kamar aan.
Kalau aku perhatikan, Kali ini robert berkata serius. Terlihat dari mimik muka robert yang pucat pasi serta agak tersendat dalam berbicara. Tidak seperti biasanya, kali ini mukanya tidak menampilkan kesan segan ataupun menarik orang untuk tertawa. Kesan  yang timbul adalah masih ada rasa takut yang tersembunyi di hati nya sehingga menampilkan muka pucat pasi tanpa darah, bibirnya yang terbuka bercerita seperti bergetar ketakutan. Tidak ada lagi celetukan kocak dari mulutnya. Semuanya diam membisu dan terpaku, tidak ada celetukan kocak dari Dion teman sekamar Robert. Sepertinya Dion pun terpaku dan mempercayai apa yang di bicarakan Robert.
Setiap orang yang berada dikamar ini diam terpaku beberapa saat. Saling tidak percaya bahwa sudah satu bulan mereka berada di kost ini dan tidak satu pun yang pernah mengalami, hanya Robert dan kali ini pun Aan. Apri yang merasa punya keahlian dalam hal mistis pun pada akhirnya membuka percakapan setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Bet, serius loh...kata apri tidak percaya. "aku kok gak pernah merasakan kalau rumah ini ada penghuninya," sambung apri.
"Masa sih, jadi penasaran pengen ketemu,"sahut apri kembali dan mengambil ancang ancang untuk berdiri. Ketika akan melangkah ke luar kamar dengan maksud ingin melihat tempat robert bertemu dengan perempuan bergaun merah, tiba-tiba...
Klik...
Senyap...lampu padam...
Aan melihat ke arah jendela untuk melihat siluet lampu tetangga dan ternyata menyala...kesimpulannya hanya listrik kost kami yang padam.
Suara satu-satunya adalah desahan napas dan degupan jantung mereka yang berdebar kencang...
Tiba...tiba...entah dari mana asalnya muncul suara perempuan yang sedang menggumamkan sebuah lagu. Entah lagu apa...suara perempuan tersebut seperti terpendam atau tertahan suatu dinding namun jelas terdengar.
Braaaaaak....
Tiba-tiba entah dari mana ada angin yang begitu kencang menghentak pintu kamar aan, sehingga pintu tersebut membentang terbuka. Sangat mengagetkan, membuat beberapa dari kami hampir meloncat dari tempatnya dan reflek merapat saling berdesakan. Debaran jantung kami satu sama lainnya bisa terdengar, saking rapatnya kami berdekatan.
Malam ini kebetulan malam bulan Purnama, siluet sinarnya pun menembus kisi-kisi dapur dan kaca ventilasi kamar mandi, menyinari bagian dapur, di tambah siluet dari lampu tetangga belakang rumah. Tempat yang tadi di ceritakan robert pun terbentang di depan kami di terangi siluet sinar bulan yang masuk. Tidak ada siapa pun di sana, namun suara perempuan bergumam menyanyi pun masih terdengar. Terkadang menjauh terkadang mendekat....
Apri yang tadinya bernyali ingin bertemu...kini terlihat meringkuk ketakutan dan memejamkan mata sambil berkomat-kamit. Ingin rasanya lari, tapi entahlah ada sesuatu yang menghalangi mereka melakukan hal tersebut. Kenyataannya di depan mereka tidak ada penampakan apapun. Hanya ada suara...dan kemungkinan itu pun bisa terjadi dan hanya bisa menduga-duga di dalam hati...dimana asalnya suara tersebut. Sedangkan untuk lari keluar, mereka harus melewati lorong kamar yang kemungkinan makhluk bergaun merah tersebut ada disana. Tempat yang aman ya di sini berada bersama teman-teman.
Muncul angin dingin yang bertiup sepoi sepoi dari luar kamar ke arah mereka. Angin dingin yang membawa aroma bunga melati sehingga membuat bulu kuduk mereka bertambah meremang. Suara gumaman perempuan tersebut masih terus terdengar, bersamaan dengan tiupan angin dingin yang mengusap muka mereka yang pucat pasi, terpaku, dan dingin.
Entah beberapa waktu mereka seperti ini, tiba-tiba...
Dari samping kiri pintu kamar muncul dengan pelan sekelebatan perempuan bergaun merah dengan rambut panjang sepinggang melintas di hadapan mereka menembus dinding kamar mandi dan menghilang. Kemunculan tersebut sempat membuat aan dan teman-temannya menahan napas terperangah tidak percaya, semua persendian terasa kaku, jantung serasa mau copot keluar, lidah pun kelu dan kering tanpa air liur.
Bersamaan dengan menghilangnya perempuan tersebut, listrik pun menyala. Aan dan teman-temannya masih terpaku di tempatnya. Aan pun masih terlihat melotot ke arah tempat hilangnya perempuan tersebut. Satu-satunya yang menyadarkan mereka adalah munculnya semi si tukang mie 24 jam di depan pintu kamar aan.
"Woiiii, kirain sudah pada tidur...listrik turun gak ada yang naekin,"teriaknya lantang.
Wajah bulat semi yang polos dengan senyuman dan suara sundanya yang khas, terngiang dan terpampang jelas di mata kami. Menyadarkan mereka semua dari kekakuan atas kejadian barusan. Sadar atas apa yang terjadi, tanpa di komando, mereka pun lari lintang pukang ke luar rumah. Tujuan satu-satunya adalah menuju warung mie semi, mereka kabur tanpa berpikir panjang serta meninggalkan semi yang berdiri mematung, bingung, di tinggal sendiri di pintu kamar aan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 1.30 malam ketika tiba di warung semi. Warungnya memang tidak jauh dari kost, tempatnya pun berada di samping pohon waru depan kost mereka berada. Selain tempat kost, warung semi memang merupakan post kedua tempat berkumpulnya para anak anak kost yang memang doyan bergadang. Namun untungnya kali ini anak-anak kost lain tidak ada, hanya ada mereka dan dua orang petugas ronda yang cukup tua.
Tidak menunggu waktu lama, semi pun akhirnya mengetahui apa yang terjadi. Petugas ronda yang sedari tadi menyimak penuturan kami pun akhirnya angkat bicara.
"Dahulu, bangunan yang jadi kost kalian tidak sebesar ini. Hanya setengah dari bangunan sekarang. Di belakang rumahnya tumbuh pohon waru menaungi rumah tersebut. Pemilik rumah itu dahulu mempunyai seorang anak perempuan yang mati gantung diri di pohon waru tersebut. Sebab gantung dirinya masih menjadi tanda tanya orang kampung dari dahulu. Kebetulan anak perempuannya menyukai pakaian-pakaian yang berwarna merah, sehingga ketika gantung diri pun ia memakai gaun tidur berwarna merah." Jelas pak tino si petugas ronda. Pak tino merupakan orang paling tua di kampung tersebut. Usianya sudah 78 tahun dan terlihat masih kuat untuk menjadi hansip petugas ronda kampung ini.
"Sudah puluhan orang yang menjadi penghuni rumah tersebut, tidak ada yang betah," lanjut pak tino.
"Apa? Puluhan..." Seru aan dalam hati.
"Wajar kalau puluhan orang yang menempati tidak betah, wong setannya juga berani menampakkan diri sama orang banyak,"seru apri. "Baru kali ini setannya juga berani." Sambungnya.
Pak Tino hanya tertawa, "gak usah takut, ia biasanya hanya menampakkan diri satu kali, istilahnya perkenalanlah dengan orang baru, setelah itu menghilang," jelas pak Tino berusaha menghibur. Tapi terdengar seperti konyol juga menurut aan.
"Yang di khawatirkan ya itu...orang-orang baru yang menginap atau main di kost-an kalian. Pasti akan di ganggu," ujar pak tino.
"Masa begitu sih pak? Kok bapak tau," seru pay menyelidik dan curiga.
"Saya pernah ngontrak di rumah kost kalian, cukup lama juga, ada 3 tahunlah." Jelas pak Tino sambil berdiri dan memberikan uang sepuluh ribuan kepada semi sang tukang warung.
"Ayo dek, saya ngelanjutin rondanya ya, saran saya...terusin saja kost nya. Kost kalian sangat bagus, strategis dan paling bersih," jelasnya menasehati sambil membayar dan pergi keluar warung untuk kembali meronda.
Penuturan Pak Tino membuat perasaan sedikit lega juga, namun masih tetap penasaran. Mungkinkan perempuan tersebut akan terus-terusan mengganggu mereka lagi atau hanya kali ini saja. Dari hasil rembukan, akhirnya mereka sepakat untuk satu kamar di huni dua orang. Lagian mereka juga sudah membayar uang kost untuk jangka waktu yang panjang yaitu satu tahun, sayang jika harus keluar mencari kost lain karena sudah pasti akan keluar biaya lagi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Sayup sayup terdengar suara orang mengaji dari pengeras suara Mesjid untuk membangunkan orang yang akan bersalat Subuh. Waktunya juga buat mereka untuk kembali ke kamar masing-masing dan tidur. Walaupun masih mempunyai perasaan yang sama seperti keluar dari kost, dengan langkah cepat mereka memasuki kamar masing-masing dan mengunci pintu.
Seiring berjalannya waktu, ucapan pak Tino ternyata benar. Setelah itu tidak ada lagi keanehan yang terjadi kepada para penghuni kost. Penampakan dan gangguan aneh memang terjadi pada teman-teman kampus mereka yang menginap ataupun bermain hingga subuh di kost. Secara logika memang aneh juga ada makhluk yang seperti ini, tapi mau gak mau harus percaya adanya alam lain.

Secara positif juga, kost juga aman dari pencuri yang ingin berbuat jahat. Karena kabar seperti ini memang cepat menyebar di kampung dan kampus tempat mereka berada. Tidak terasa 4 tahun, mereka habiskan di rumah kost tersebut. Tinggal bersama si perempuan bergaun merah sampai hari kelulusan tiba. Kabarnya ketika malam mereka ingin meninggalkan kampus dan kost, si perempuan bergaun merah pun muncul dengan isakan tangis yang terdengar pilu. Hanya robert, dion, rubby dan pay yang menyaksikan, sedangkan aan yang sudah mengantisipasi hal tersebut menginap di kost teman yang lain.

Jika kalian ingin bertemu dengan si perempuan bergaun merah, berbau melati. Cukup bisikkan sebuah kata, "perempuan bergaun merah jalan Timbul aku ingin bertemu,...." Ia pasti sudah ada di belakangmu sekarang...

- SEKIAN - 



   

PROFILE PENULIS


Nama : Asep Kurniawan
Alamat Email : aan_future@yahoo.com
Alamat Blog : asepkurniawanimagine.blogspot.co.id
Alamat Facebook : asep.kurniawan.35762@facebook.com
Instgram: @asep_kurniawanoxa
Kelahiran Palembang tanggal 10 September 1978

Pendidikan; APP (Akademi Pimpinan Perusahaan DEPERINDAG RI) Jurusan Perdaganagan Internasional. Universitas Nasional Jakarta jurusan Hubungan Internasional. Kecintaan ku pada literatur sejarah dunia, Tokoh tokoh besar dunia, semakin terbuka ketika mengambil jurusan ini. Pemikiran-pemikiran Islam dan Barat beradu argument di kepala ku, tokoh-tokoh sentralnya pun tidak luput dari perhatianku.
Selama berkuliah di Universitas Nasional ini sudah dua kali berganti perkerjaan. Untuk di perusahaan advertising saya abdikan dari bulan Juni 2001-Maret 2002. Setelah itu saya bergabung dengan PT Summit Plast Cikarang sebagai team Leader. Saya abdikan di perusahaan tersebut dari bulan Okt 2003-Jan 2004. Selepas mendapatkan predikat Sarjana Strat 1 dengan gelar Sarjana Politik saya pun bergabung di PT Yomart Rukun Selalu dengan spesifikasi perkerjaan retail dari tgl 14 september 2006-15 mei 2011 jabatan terakhir sebagai Spv area untuk daerah Bandung. Di bulan Mei 2011 saya pun bergabung di PT MNC SKY VISION bergerak di bidang Pay tv (saluran tv berlanganan) sebagai spv area untuk daerah Cirebon, Majalengka dan Kuningan. Saya abdikan di perusahaan ini sampai dengan bulan Maret 2012. Kembali saya mengabdikan diri didunia retail yaitu retail garment di perusahaan PT Sandang Makmur Sejati Tritama dengan brand Royalist sebagai Spv Wilayah Indonesia Bagian Timur yang meliputi semua area Jawa kecuali Jabodetabek, Sulawesi dan Kalimantan. Terakhir saya pun bergabung dengan PT BINACITRA KHARISMA LESTARI Brand Watchout-Triset dengan Divisi Showroom sebagai Store Operasional Manager.




PALING BARU DARI JPI

TERBITKAN KARYAMU BERSAMA KAMI

POPULAR POSTS

POPULAR POSTS