www.jaringanpenulis.com


Kamis, 11 Januari 2018

MANISNYA CINTA DI PANTAI PRIGI


Sinopsis FVT GOOD DAY TRENGGALEK

MANISNYA CINTA DI PANTAI PRIGI

Cerita & Skenario : Endik Koeswoyo

 


     Dela (22 tahun) adalah mahasiswi yang sedang berkaryawisata ke Trenggalek bersama rombongan dari kampusnya. Setelah tiba di Trenggalek, Dela merasa bete dengan jadwal yang lebih banyak tentang pendidikan dan pendidikan. Apalagi Dela yang selama ini dikenal sebagai cewek cupu, kuper dan nggak populer sama sekali di kalangan kampusnya semakin merasa hidupnya sendiri dan hampa. Belum lagi Santi (22 tahun) selalu memusuhi Dela. Santi menganggap Dela ikut karyawisata karena Dela pengen dekatin Ronald (24 tahun) cowok kampus paling gaul, paling idola dan paling segalanya. Santi yang sedang pedekate sama Ronald, tentu saja protektif pada cewek-cewek yang dirasa mau deketin Ronald.

     Dela makin merasa hidupnya hampa, bahkan Bu Intan (50 tahun) dosen yang killer dan juga ngeselin itu sering kali lupa nama Dela, saking nggak populernya Dela. Maklum Dela adalah anak satu-satunya yang selalu diawasi dan dimanjakan oleh kedua orang tuanya saat di Jakarta. Dela kurang gaul, dan memang dilarang bergaul sembarang oleh orang tuanya. Pagi itu kekesalan Dela memuncak ketika Santi marah ke Dela, dan melarang Dela caper sama Ronald. Padahal Dela cuman nanya jadwal karyawisata hari itu sama Ronald yang lagi sarapan.

Saat Dela bersedih dia bertemu dengan Rendra(26 tahun) pemuda asli Trenggalek yang sedang membuat Vlog di taman sekitar hotel tempat rombongan Dela menginap. Dela makin kesel karena merasa terganggu dengan Rendra yang dianggapnya mengambil gambar Dela tanpa ijin. Rendra juga kesel pagi-pagi tiba diomelin Dela. Rendra mengatakan kalau taman hotel adalah tempat umum, siapa saja boleh ambil gambar, kalau nggak mau di sini ya pergi aja ngumpet di kamar. Dela yang pergi dengan emosi, malah nabrak pelayan cafe yang membawa kopi (Good Day) pesanan Rendra. Dela apes bajunya jadi basah semua. Bukannya dibantuin Rendra, Rendra malah nyalahin Dela karena Dela nggak ati-ati kopi kesukaannya tumpah. Dela makin meradang.

     Saat itu ternyata rombongan karyawisata sudah hendak berangkat, karena Dela harus ganti baju, Dela malah ditinggalin, apalagi Santi bilang ke Bu Intan kalau Dela lagi nggak sehat, maklum anak mami, naik bus Jakarta - Trenggalek langsung mabuk darat seminggu. Bu Intan mutusin meninggalkan Dela di hotel saja. Dela sedih, udah apes malah ditinggalin rombongan. Rendra yang melihat kejadian itu merasa kasian sama Dela. Rendra lalu meminta maaf. Dari pada bete di hotel sendirian, Rendra malah ajakin Dela jalan-jalan sendiri, dia butuh temen buat ngevlog, minimal butuh statement orang kota yang berlibur ke Trenggalek. Dela semula menolak, tetapi saat Rendra hendak pergi, Dela mikir, kalau dia sendirian di hotel, pasti makin bete. Dengan mengajukan berbagai syarat, Dela akhirnya mau ikut Rendra.

     Petualangan Rendra dan Dela dimulai, dengan motor antiknya Rendra mengajak Dela pergi ke berbagai tempat wisata yang indah. Dela yang terkenal cupu, malu-malu di depan camera Rendra. Sesekali mereka berantem karena Rendra kesel banget, Dela nggak pernah fokus ke camera Rendra, dikasih dialog selalu lupa. Maklum Dela grogi abis. Setelah istirahat dan minum-minuman dingin (Good Day) Rendra akhirnya nemu ide, dia mendandani Dela, biar Dela makin gaul, lebih pede dan kelihatan cantik di camera. Dan benar saja, degan sedikit perubahan, Dela sudah terlihat cantik di camera Rendra. Makin lama Dela makin pede, apalagi Rendra terus muji-muji Dela, biar Dela makin semangat dan makin percaya diri. Setelah mengunjungi beberapa lokasi wisata di Trenggalek Dela minta diantar pulang ke hotel, takut diomelin Bu Intan. Sesampainya di hotel, rombongan karyawisata sudah datang, Dela takut-takut masuk rombongan yang sedang evaluasi di restoran. Tetapi sekali lagi, Dela dicuekin oleh yang lain, Dela merasa dirinya tidak dianggap. Apalagi Santi selalu saja nyindir-nyindir Dela.

     Sejak itu, Dela memutuskan memisahkan diri dari rombongan. Apalagi malam itu Rendra nunjukin hasil editan video mereka yang sudah diunggah di internet. Sambil ngopi (Good Day) Rendra mengatakan dirinya sangat puas dengan hasil vlognya hari ini, bahkan baru 1 jam diuploud sudah 2.000 orang yang melihat. Rendra makin seneng, dia mengajak Dela jalan-jalan lagi. Dela juga merasa dirinya butuh eksperimen baru. Rendra setuju, hidup perlu banyak rasa, kayak kopi kesukaan Rendra. Dela dan Rendra saling pandang lalu tertawa. Mulai muncul rasa suka di antara keduanya.

Malam itu, Rendra dan Dela jalan-jalan menikmati malam, kali ini dengan mobil milik Rendra. Rendra mengajak Dela menikmati indahnya Trenggalek dan hunting kuliner. Dela cukup heran karena di dalam mobil Rendra banyak sekali kopi (Good Day). Rendra bilang, dia suka minum kopi itu, praktis dan simple, dan rasanya nikmat, bisa dibuat kapan saja dan di mana saja. Apalagi Rendra suka jalan-jalan, kopi Good Day itu paling pas, bisa dibawa kemana-mana.

     Hingga akhirnya, Rombongan karyawisata memutuskan untuk pulang. Ronald ternyata memilih tinggal di Trenggalek, baru pulang minggu depan. Sementara itu Dela sedih, dia harus pamit pada Rendra. Tetapi Rendra berusaha menahan Dela, masih banyak tempat yang belum mereka kunjungi, bahkan 3 hari lagi ada FKKS, Festival kesenian paling keren di Trenggalek. Dela harus melihatnya. Dela nggak bisa, karena dia harus pulang dengan rombongan itu, apalagi hotel di sini mahal banget, Dela nggak bakalan dikasih duit sama orang tuanya kalau dia menginap 3 hari lagi. Rendra malah dengan entengnya akan kasih hotel gratis, bahkan Rendra mau anterin Dela ke Jakarta. Rendra ada kerjaan di Jakarta bulan depan. Akhirnya Dela meminta ijin Bu Intan dosennya untuk tinggal di Trenggalek untuk beberapa hari. Bu Intan kasih ijin, apalagi Dela nunjukin SMS dari Papa-nya kalau Intan dikasih ijin untuk menyaksikan FKKS. Santi kebakaran jenggot melihat itu, Santi pikir Dela tinggal di Trenggalek karena ingin deketin Ronald. Santi pun memutuskan tidak pulang. Ronald akhirnya merasa risih dengan sikap Santi. Ronald memastikan dirinya nggak ada hubungan apa-apa dengan Dela.

     Diakhir cerita, hubungan Santi dan Dela membaik, karena Dela dan Ronald memastikan mereka tidak punya hubungan apa-apa. Apalagi Dela semakin dekat dengan Rendra. Rendra juga menyarankan dari pada bermusuhan sebaiknya mereka menikmati hidup bareng-bareng. di pinggiran pantai Prigi yang indah, sambil menikmati kopi. Rendra nembak Dela. Dela menolak, walau dia mulai mencitai Rendra, tetapi Dela merasa percuma mereka jadian karena jarak Trenggalek - Jakarta cukup jauh, Dela nggak mau LDR. Tetapi Rendra bilang, dia ada kerjaan di Jakarta lagi bangun apartemen, plus Rendra juga mau lanjut kuliah S-2 di Jakarta. Dela, Ronald dan Santi tentu saja tidak percaya, apalagi saat Rendra bilang kalau Rendra adalah pemilik hotel tempat mereka menginap selama ini. Rendra senyum kecut saat Dela, Santi dan Ronald tidak percaya kalau Rendra orang kaya, tapi dia akan membuktikan cintanya pada Dela. Rendra nggak akan nyerah gitu aja. Cinta perlu diperjuangkan. Dela, Ronald, Santi dan Rendra akhirnya piknik bersama.

Dan pada akhirnya mereka bisa menyaksikan acara FKKS yang sangat seru dan menarik. Dela, Ronald, Santi kaget dan baru percaya kalau Rendra adalah orang kaya saat mereka mendapatkan kursi VVIP bersama para tamu undangan lainnya. Bahkan mereka di sini juga bertemu dengan Bu Intan yang ternyata juga memutuskan tidak pulang ke Jakarta bersama rombongan.  

Setelah acara FKKS selesai, Rendra melamun sendirian di tepi pantai Prigi. Dia sedih karena Dela sudah kembali ke Jakarta. Tetapi Sore yang indah itu Rendra kaget saat seseorang menyodorkan secangkir kopi pada Rendra, ternyata Dela belum pulang. Rendra bahagia karena menerima akhirnya Dela menerima cinta Rendra.

-   SEKIAN -

 
SINOPSIS INI SUDAH DIPRODUKSI OLEH STARVISION DAN TAYANG DI SCTV

 

 

  

      

KARENA CINTA PERLU BANYAK RASA


Sinopsis FTV REGULER
KARENA CINTA PERLU BANYAK RASA

 

Cerita & Skenario 
 Endik Koeswoyo

 


 

     Dirga (25 tahun) adalah seorang anak nelayan yang tinggal di tepian pantai Prigi. Selain sebagai nelayan, Dirga juga sering kali menjadi tour guide bagi para wisatawan yang datang ke kota Trenggalek. Sebenarnya Dirga sudah lama naksir pada Mila (22 tahun) anak Bu Arum (50 tahun), juragan ikan. Tetapi Dirga nggak pernah berani nembak Mila karena menurut Dirga, Mila itu judesnya nggak ketulungan, pelit dan super perhitungan. Maklum Mila adalah penerus usaha jual beli ikan milik Bu Arum, jadi harus perhitungan, apalagi soal bisnis.

     Dirga yang sering kali mengantarkan ikan segar ke tempat Mila hampir selalu berdebat bahkan berantem dengan Mila yang selalu membeli ikan dengan harga murah, tetapi Mila selalu bersikeras dia membeli ikan dari nelayan dengan harga paling mahal. Walau sering kali berantem, Mila selalu menyambut kedatangan Dirga yang membawa ikan dengan secangkir kopi (Good Day) plus pisang goreng atau cemilan lainnya. Sebenarnya hubungan Mila dan Dirga masih bisa diperbaiki. Hanya saja Jono (25 tahun) teman Dirga ternyata juga naksir sama Mila, sering kali mengadu domba Mila dan Dirga agar hubungan mereka renggang. Seperti pagi itu, Mila marah-marah pada Dirga setelah Jono mengatakan kalau Dirga menjual setengah ikannya pada juragan lain. Dirga yang merasa tidak melakukan itu jadi kesel banget, selalu saja disalahin sama Mila, kalau gini terus, mending Dirga beneran cari juragan ikan yang lain.

     Setelah ribut dengan Mila, keesokan harinya Dirga tidak mengirimkan ikan seperti biasanya. Mila jadi merasa bersalah, dia pikir Dirga ngambek dan menjual ikan tangkapan keluarganya ke juragan ikan yang lain. Mila jadi panik sendiri, karena Bu Arum marah ke Mila, kalau Dirga sampai menjual ikan ke juragan lain, bisa bahaya, karena Dirga adalah ketua karang taruna di desanya, banyak nelayan yang selalu mengikuti apa kata Dirga. Mila panik sendiri, hingga akhirnya Bu Arum merasa kasian sudah menekan putrinya. Bu Arum mengajak Mila duduk berdua, Bu Arum menyeduhkan kopi dan meminta Mila menceritakan apa sebenarnya yang sedang dialami putri tunggalnya itu sehingga berantem dengan Dirga. Usut punya usut ternyata Mila bersikap protektif ke Dirga, karena Mila sebenarnya sudah lama jatuh hati sama Dirga. Bu Arum senyum, dia menyadari anaknya memang sedang jatuh cinta. Dan cinta tidak bisa disalahkan.

Sebenarnya Dirga memang sedang ada job sebagai guide tour, hari itu ada rombongan dari Jakarta yang meminta jasa Dirga selama seminggu. Adalah Selfi (22 tahun) dan Amy (22 tahun) dua orang mahasiswi yang sedang berlibur ke Trenggalek untuk menyaksikan FKKS. Dirga dibayar mahal oleh kedua tamunya, asalkan bisa stand by 24 jam, siap mengantarkan Selfie dan Amy kemanapun mereka mau. Karena bayaran tinggi, dan memang sudah menjadi pekerjaan Dirga, Dirga setuju saja. Setelah menjemput Selfie dan Amy, Dirga juga mencarikan hotel terbaik, mengantarkan Amy dan Selfie keliling ke kawasan wisata di Trenggalek. Dengan mobil antik-nya Dirga mengantarkan Amy dan Selfie keliling, menikmati wisata dan keindahan Trenggalek.

Jono yang melihat hal itu, langsung mengadukan pada Mila, Jono bilang Dirga sudah punya pacar baru. JRENG! Mila sedih, apalagi Jono kasih bukti foto-foto Dirga dan Selfie, sebenarnya di foto itu bertiga sama Amy, tetapi diedit sama Jono. Mila jadi sedih banget, dia menyesal selama ini udah judes dan jutek ke Dirga. Bu Arum kembali menenangkan putrinya, Mila bilang perasaannya campur aduk, pengen cariin Dirga tapi malu, kalau nggak ketemu tapi kangen, pokoknya rasanya campur aduk. Bu Arum menenangkan cinta itu memang banyak rasa, kalau lagi sedih yang campur aduk begini. Bu Arum menyarankan Mila mengikuti kata hatinya. Pastikan, apakah benar Dirga sudah punya pacar? Mila nekat, dia menyelidiki Dirga.

Ternyata hari itu Dirga hanya bersama dengan Selfi. Karena Amy sedang tidak ikut berwisata, Amy sedang istirahat di hotel, maklum Amy anak orang kaya yang cukup manja, kalau capek suka susah dibangunin. Dirga dan Selfie keliling meninjau area lokasi yang akan dijadikan acara FKKS. Selfie sangat tertarik saat melihat anak-anak dan remaja berlatih menari. Apalagi Dirga bisa menjelaskan semuanya dengan baik. Mila yang terus menguntit jadi makin panas terbakar cemburu. Apalagi dia melihat Dirga dan Selfie terlihat begitu dekat. Mila pulang dengan kesedihan hatinya. Cintanya pupus, dia tak lagi semangat bangun pagi membantu Bu Arum membeli ikan dari nelayan. Mila sering merenung sendiri di tempat-tempat yang indah.

Di sebuah pantai, tanpa sengaja Dirga bertemu dengan Mila yang sedang galau akut. Dirga tidak menyadari kalau Mila cemburu, tetapi Selfie dan Amy sebagai perempuan mengatakan pada Dirga kalau Mila itu sedang cemburu. Dirga bilang ke Amy dan Selfie, kalau dia nggak suka Mila, judes dan ngeselin.

Suatu hari, Selfie mengajak Mila ketemu berdua. Mila makin syok ketika Selfie mengatakan kalau dirinya pacaran sama Dirga. Dirga yang melihat itu langsung ngamuk, menuduh Selfie mengacaukan semuanya. Selfi malah tertawa, Selfie menjelaskan, dia melakukan itu semua karena dia hanya ingin membuktikan kalau Mila dan Dirga sama-sama punya rasa cinta. Dirga dan Mila malu-malu mengakui itu semua.

Di akhir cerita, saat acara puncak FKKS, Mila menunggu Dirga bersama Selfie, Amy, juga Bu Arum dan Jono. Tetapi Dirga nggak muncul-muncul. Ternyata Dirga memberikan surprise, saat acara selesai, Dirga naik ke panggung dan nembak Mila di depan penonton, dengan kreasinya yang unik, Dirga membuat bentuk LOVE dari bungkus atau kotak kopi Good Day. Mila senang sekali. Mila sadar, cinta memang banyak rasa, setelah rasa sedih dan cemburu, kini rasa bahagia yang dia rasakan. Semua bahagia.

 

-   SEKIAN -
SINOPSIS INI BELUM DIPRODUKSI

 

 

  

      

INSYA ALLAH HALAL


SINOPSIS FTV RELIGI

INSYA ALLAH HALAL

Cerita & Skenario

 Adit Mahatva & Endik Koeswoyo

 


Hidup di lingkungan penjudi yang tenar dengan sebutan Kampung Joker, membuat Lina (22 tahun) akrab dengan segala jenis macam perjudian. Pak Edi (50 tahun) ayahnya juga seorang bandar dadu, dan Marli (50 tahun) ibunya berjualan minuman keras oplosan tanpa merk di warung milik mereka yang ada di pusat kampung tersebut. Sebagai keluarga penjudi, keluarga Lina sering menelan kekalahan,  namun sesekali menang dengan hasil jutaan rupiah. Maka dari itu, berjudi dianggap cara terbaik mendapatkan uang. Kekayaan keluarga Lina pun terus bertambah. Sehingga memiliki beberapa rumah untuk dikontrakkan. Meskipun tak jarang, ditertibkan oleh Polisi yang sedang berpatroli, keluarga Lina tak juga jera dalam berjudi.

Di sisi lain, Ridwan (25 tahun) seorang dokter yang baru diwisuda, sedang membuka klinik praktek di Kampung Joker merasa kewalahan. Karena setiap hari pasien yang datang sakit nya aneh- aneh. Dan kebanyakan sakit mereka, rata- rata hanya sering - begadang dan mabuk- mabukan. Dan tak jarang mereka pasien yang datang mengalami hypertensi dan stress karena kebanyakan hutang akibat kalah judi. Dari semua pasien yang datang dari Kampung Joker, Ridwan tidak menarik biaya sepeser pun. Bukan karena Ridwan tidak butuh uang, tapi dia tidak mau menerima uang dari hasil perjudian. Jadi selama menjadi dokter, Ridwan mengandalkan gajian hanya dari rumah sakit tempat dia bekerja. Sementara klinik di Kampung Joker, sebagai pengabdian dan ladang dakwah saja. Berharap suatu saat, Kampung Joker menjadi kampung yang agamis dan menyejukkan. Sedikit demi sedikit Ridwan pun menasehati para pasiennya agar berhenti berjudi dan minum miras. Memang sudah tabiat warga Kampung Joker yang maniak judi, sesekali berhenti, ada uang kembali berjudi lagi.

Suatu ketika, Pak Edi harus ditandu ke klinik dokter Ridwan, karena mendadak badannya kaku saat sedang asyik bermain dadu. Karena sedang waktu istirahat salat zuhur, maka klinik dokter Ridwan kosong. Hanya terpampang tulisan "Sedang Sholat". Lina yang kebetulan ikut mengantar Pak Edi bersama Bu Marli, teriak- teriak minta Pak Edi segera ditangani. Namun dokter Ridwan masih belum juga keluar. Hampir 30 menit, dokter Ridwan baru keluar. Lina yang kesal, enggan meneruskan niatnya untuk mengobatkan ayahnya ke dokter Ridwan. Karena menganggap dokter Ridwan tidak serius menangani pasien. Namun Bu Marli mencoba menenangkan Lina, dan membujuk Lina agar Pak Edi tetap berobat di dokter Ridwan saja karena gratis. Terpaksa Lina menyetujuinya. Setelah dilakukan pemeriksaan kondisi Pak Edi, ternyata mengalami gejala stroke. Bisa disembuhkan dengan rutin melakukan terapi. Saat mau membayar biaya obat, lagi- lagi dokter Ridwan enggan menerimanya. Karena keluarga Lina dari Kampung Joker yang terkenal kampung Judi. Lina pun semakin kesal, menganggap dokter Ridwan adalah dokter paling sombong sedunia.

Saat Pak Edi sakit, Bu Marli yang menggantikan Pak Edi sebagai bandar dadu. Lina yang biasanya siaga akan memberitahukan jika ada Polisi Patrol. Kebetulan dia tidak ada di tempat. Karena sedang disuruh Bu Marli belanja kebutuhan warung. Akhirnya polisi patrol berhasil meringkus para penjudi. Termasuk Bu Marli yang bertindak sebagai bandar. Akibat peristiwa tersebut, kehidupan keluarga Lina semakin berat. Biaya pengobatan Pak Edi di Rumah Sakit membengkak, sementara penghasilan warung miras oplosan merosot drastis. Karena aktivitas judi, tidak seramai dulu. Sehingga para pembeli yang datang menurun. Sementara itu, Bu Marli berencana minta bantuan si dokter Ridwan, untuk pengobatan Pak Edi. Tapi Lina bersikeras, Pak Edi tidak boleh diobatkan ke dokter Ridwan. Karena menganggap dokter Ridwan itu sombong. Lina menginginkan Pak Edi tetap di RS, meskipun untuk biayanya berhutang.

Diam- diam dokter Ridwan sering menemui Pak Edi, dan Bu Marli, kebetulan Pak Edi dirawat di RS tempat dokter Ridwan bekerja. Dokter Ridwan mencoba membantu keluarga Lina dengan menguruskan BPJS Kesehatan. Agar biaya pengobatan Pak Edi bisa diminimalisir. Namun dokter Ridwan, kesulitan untuk mendapatkan photo dan KTP Lina sebagai persyaratan. Karena dokter Ridwan masih belum bisa komunikasi yang baik dengan Lina. Satu- satunya cara agar dia dapat KTP Lina, yakni memfoto dan mengambil KTP Lina untuk difotokopi saat tertidur di kursi tungggu Rumah Sakit. Dari sini dokter Ridwan mengamati sosok Lina sebenarnya cantik. Namun sikapnya yang judes membuat aura kecantikannya tertutup.

Lina bingung mencari uang, karena banyak tagihan hutang yang jatuh tempo. Hal ini membuat aset kekayaan Keluarga Lina habis dan bangkrut. Mau tak mau Pak  Edi pun harus dipulangkan secara paksa. Akan tetapi saat hendak menuju kediaman Pak Edi, dokter Ridwan melihat di tepi jalan Lina sedang digiring polisi karena telah ketahuan ikut judi. Lina tidak bisa dipulangkan karena tidak bisa menunjukkan KTP nya. Dokter Ridwan berusaha membantu membebaskan Lina, dia mengaku sebagai Tunangan Lina. Dan dia bisa meyakinkan polisi, karena bisa menunjukkan KTP Lina. Karena KTP Lina waktu itu diambil saat keperluan BPJS Kesehatan.

Lina ikut naik mobil dokter Ridwan, di dalam mobil Lina marah karena KTP itu diambil oleh dokter Ridwan. Lina minta turun di jalan, namun dokter Ridwan mencegahnya. Karena dokter Ridwan juga mau ke rumah Lina. Untuk mengantar BPJS Kesehatan yang sudah jadi. Dia pun meminta maaf, karena lancang mengambil KTP Lina. Hening sejenak, Lina juga meminta maaf karena sudah marah- marah. Dan berterimakasih, dokter Ridwan mau bersusah payah membantu menguruskan BPJS Kesehatan keluarganya.

Semenjak saat itu, Lina dan dokter Ridwan makin akrab. Karena intensitasnya pertemuan mereka, maka tumbuhlah benih- benih cinta di antara keduanya. Namun hubungan mereka terkendala oleh Orangtua Ridwan yang tidak menyetujuinya. Mengingat latar belakang Lina dari Kampung Joker. Lina pun pasrah, dan dia pun merasa memang tak pantas berhubungan dengan keluarga Ridwan yang alim dan terpandang.

Lina kembali ke Kampung Joker, di satu- satunya warung yang tersisa asetnya yang di miliki. Dia berinisiatif membuat kampungnya yang unik dan beda. Dia rekrut mantan penjudi di kampungnya sebagai barista dan pemandu wisata.  Lina pun berusaha merubah imej Kampung Joker yang orangnya suka judi dan mabuk- mabukan menjadi kampung yang menyenangkan. Dan orang- orangnya menjadi giat bekerja, dan lebih taat beribadah. Pak Edi pun sudah bisa berjalan dan berbicara, setelah lama mengidap penyakit stroke. Pak Edi ikut menata warung keluarganya menjadi sebuah cafe yang ciamik. Warga kampung Joker berduyun- duyun ke klinik dokter Ridwan. Meminta dokter Ridwan untuk ke kampung mereka. Dokter Ridwan pun panik, dikira ada pasien yang tidak bisa diantar ke klinik, sehingga harus dijemput. Kebetulan orangtua dokter Ridwan sedang berkunjung ke klinik, mereka pun kemudian ikut ke Kampung Joker.

Ternyata warga, mengajak, dokter Ridwan ke sebuah Musallah. Mereka ingin dokter Ridwan meresmikan  musallah yang diberi nama Ar- Ridwan tersebut. Sebagai ucapan terimakasih kepada sang dokter, yang tak pernah bosan membimbing warga dan mengingatkan untuk berhenti berjudi dan mabuk- mabukkan. Warga kampung tersebut, juga mengatakan inisiatif membuat musallah ini juga atas usul Lina anaknya Pak Edi. Lina terlihat menggunakan hijab dan cantik sekali. "Dan Insya Allah ini halal dari jerih payah kami, dari hasil kerja kuli, buruh dan jualan," ucap seorang warga. Ayah dokter Ridwan yang ikut peresmian Musallah pun, kemudian nyeletuk. "Nah kalau tahu gini kan, kita ga bisa menolak si Lina jadi Mantu," ucap Ayah dokter Ridwan. Warga pun kegirangan, dokter Ridwan dan Lina terlihat saling pandang dan tersenyum.

-   SEKIAN -
SINOPSIS INI SUDAH DIPRODUKSI OLEH STARVISION DAN TAYANG DI SCTV






AYAH, KENAPA AKU DURHAKA


 

 

Sinopsis FTV RELIGI

AYAH, KENAPA AKU DURHAKA

 

Cerita dan Skenario:

Endik Koeswoyo

 

 

AINI (17 tahun) gadis remaja yang masih labil itu ternyata tak mampu menerima kenyataan bahwa ayahnya, PAK DARMO (50)yang mengalami kebangkrutan sehingga jatuh miskin. Pak Darmo sehari-hari terpaksa bekerja sebagai sopir angkot untuk mencukupi kebutuhan keluarga, untuk biaya sekolah Aini dan Amir adiknya yang masih belum genap 10 tahun. Apalagi dengan sakitnya BU DARMO (45 tahun) yang menderita komplikasi penyakit liver dan gula darah akut yang membuatnya stroke, dan tubuhnya sudah lumpuh separo. Kehidupan Pak Darmo semakin berat demi memperjuangkan kehidupan keluarganya. Namun Aini malah mengalami kecemburuan sosial akibat pergaulan konsumtif di sekolahnya. Aini selalu merasa hidup itu tak pernah adil. Apalagi Hendra (18 tahun) pacar Aini sering mengajak Aini nongkrong dengan temen-temennya yang kaya. Hidup Aini menjadi semakin tidak adil menurutnya. Sikap Aini jauh berbeda dengan Amir adiknya yang selalu rutin mengaji dan selalu Shalat di Masjid.

Di sekolah Aini juga sering diledikin SISKA (17 tahun) cewek paling ngehits di sekolah mereka. Menurut Siska, Aini yang miskin dirasa tak pantas menjadi kekasih Hendra yang kaya raya. Aini malu dengan ayahnya yang miskin, kakinya pincang, dan cuma sopir angkot, serta ibunya yang hanya bisa berbaring di ranjang pesakitan. Aini makin berontak, dia meminta dibelikan handphone baru dan mengancam akan jual diri jika tidak dibelikan handphone baru. Bu Darmo sedih dan sangat mengkhawatirkan putrinya. Akhirnya Bu Darmo memberikan uang yang seharusnya untuk beli obat untuk dirinya sebagai rasa bentuk cinta kasih seorang Ibu kepada anaknya. Semua uang itu dikasih ke Aini untuk beli handphone. Tanpa obat seperti biasanya, Bu Darmo tidak sanggup bertahan hidup dan meninggal dunia.

Aini syok, panik dan merasa sangat bersalah. Aini hanya bisa menangis dan menyesal berhari-hari. Aini selalu bertanya kepada ayahnya, kenapa dia menjadi anak durhaka? Amin dan Pak Darmo selalu mendukung Aini dan tidak pernah menyalahkan Aini. Hingga akhirnya Aini sadar, dia melakukan kesalah besar dalam hidupnya, Aini merasa menjadi anak durhaka. Bu Darmo akhirnya menjual handphonenya untuk biaya pemakaman Sang Ibu tercinta. Sisa uang milik Aini dia gunakan untuk membeli kain-kain model lama yang motifnya sudah tidak laku lagi. Dengan keahlian menjahit yang pernah diajarkan ibunya, Aini membuat sajadah dari kain perca. Sajadah pertama yang dibuatnya di berikan pada Ayahnya sebagai tanda kasih sayang dan penyesalan yang tulus. Selanjutnya Aini mulai menjualnya di sekolah, begitu juga Amir juga ikut menjual sajadah di sekolah atau di car freeday. Pak Darmo juga membawa sajadah buatan Aini sembari tetap menjadi sopir angkot. Siska tetap kasak kusuk berusaha memisahkan Hendra dan Aini, tetapi Hendra tetap setia pada Aini, bahkan Hendra merasa banyak belajar dari Aini yang sekarang menjadi gadis baik, ulet dan tidak manja. Hendra makin cinta sama Aini. Dengan bantuan Ida (17 tahun) dan Risma (17 tahun) sahabat Aini di sekolah, usaha Aini semakin lancar.

Aini kemudian mempunyai ide untuk membuat perusahaan kecil-kecilan, tetapi usahanya tidak mudah, perjuangan panjang harus dilaluinya untuk mewujudkan mimpinya yang besar. Aini ingin menciptakan lapangan pekerjaan, bukan hanya untuknya tetapi untuk orang-orang di sekitarnya. Hingga akhirnya Aini mampu menjadi tulang punggung keluarga dan mampu mewujudkan mimpinya menjadi pengusaha sukses dengan memulai bisnis membuat dan menjual sajadah unik warna-warni dari kain perca. Hendra, Ida dan Risma terus membantu usaha Aini. Hingga akhirnya Aini mampu melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah. Dan hubungan  kisah cinta Aini dan Hendra semakin membaik, saling menjaga satu sama lain.

 

-SEKIAN -
 
SINOPSIS INI BELUM DI PRODUKSI

 

“Pencuri Cinta 300 Ribu”


SINOPSIS FTV REGULER

Pencuri Cinta 300 Ribu

 

 


Cerita & Skenario

 Endik Koeswoyo & Ida Royani

 

Aida (23 tahun) menyukai profesinya sebagi Bidan dan membuatnya harus pergi jauh dari rumah dan tinggal di desa tapi Ibu Siti (39 tahun) janda sukses dengan usaha yang dibangunnya tidak mengijinkannya, Ibu Siti meminta Aida untuk mengurusi bisnis yang sudah dibangun bersama almarhum ayahnya. Ibu Siti mencoba cara lain agar Aida tidak pergi dan menjadi bidan Desa. Ibu Siti menjodohkan Aida dengan Dokter muda, Romi (27 tahun) anak sahabatnya. Namun Romi menolaknya karena tidak suka dijodohkan dan ia sudah mempunyai pacar, Hani (25 tahun). Aida berterima kasih pada Romi. Karena perjodohannya gagal, Ibu Siti terpaksa mengizinkan Aida jadi bidan desa.

Sementara itu, Boim (25 tahun) ingin lepas dari jerat bang Togar (45 tahun) Bandar narkoba dan renternir yang sudah membantunya meminjamkan uang untuk membayar pengobatan ibunya. Boim tidak mau lagi jadi kurir narkoba hingga akhirnya Boim nekat untuk menjadi pencuri demi melunasi hutangnya pada Bang Togar. Aida tiba di desa tempatnya bekerja, sejenak Aida menikmati suasana alam di desa. Boim yang kesal karena habis mendapatkan peringatan dari Bang Togar melihat sebuah koper dan tas. Boim melihat sekitarnya ada seorang perempuan yang sedang berdiri tidak jauh dari koper dan tas. Boim yakin gadis itu pendatang karena ia baru pertama kali melihatnya. Kesempatan emas bagi Boim untuk memeriksa isi koper dan tasnya. Boim mengendap-ngendap.

Boim kesal hanya menemukan uang 300.000 ribu rupiah dalam dompetnya dan beberapa kartu kredit dan atm. Aida mendengar suara laki-laki yang mengerutu dan firasatnya tidak enak. Aida melihat kopernya terbuka dan berantakan, dan ada seorang laki-laki yang sedang memeriksa tasnya, Aida teriak pencuri dan memukulinya, namun Boim malah curhat kalau ia terpaksa mencuri, Aida tidak percaya mana ada pencuri yang mau mengaku. Aida terus teriak dan memukulinya. Boim kesal dan membekap mulutnya. Boim mengancam Aida dan pergi. Aida segera memeriksa barangnya yang hilang, uang tidak ada lagi dalam dompetnya. Aida menangis dan kesal karena Atm jaraknya jauh, Aida binggung harus minta tolong sama siapa di tambah lagi ia lupa mencharger hp nya yang kini lowbet. Sepanjang jalan Aida mengerutu kalau dirinya sudah ceroboh. Sesampainya di rumah dinas Aida binggung rumah dinasnya yang mana dan asal masuk saja.

Dokter Romi bersama tunangannya Hani. Datang malam hari terkejut melihat seorang wanita yang sedang tertidur pulas dan mengigau, Romi mengenalnya dan membuat Hani semakin marah dan cemburu, Romi mencoba menjelaskannya namun Hani tidak percaya dan masih marah dan cemburu dengan Aida, Hani pergi dengan membawa mobil Romi. Romi kesal tidak dapat mengejar Hani. Melihat Aida yang masih sesekali mengigau, Romi kesal dan berusaha membangunkannya dengan kasar. Aida terkejut melihat Romi dan memarahinya kembali. Romi menyalahkan Aida dan bersyukur sudah menolak perjodohannya dengan Aida, kerena dirinya Hani marah dan menunjukan bukti-bukti kalau rumah dinas yang Aida tempati salah. Aida mengingat kejadian sebelumnya dan malu. Aida tersenyum getir dan meminta maaf. Romi membawa Aida dan barangnya ke luar dan menunjukan rumah dinasnya yang berada di samping, yang saat ini dalam kondisi gelap dan membuat Aida ketakutan. Aida meminta tolong pada Romi untuk mengantarnya karena takut dengang gelap, namun Romi menolaknya karena Aida sudah membuat Hani salah paham dan pergi.

Romi menutup pintunya dengan keras dan mencoba tidak mempedulikan Aida yang terus merengek minta di anterin masuk ke dalam rumah dinasnya yang gelap. Romi bersiap untuk tidur dan menutup kedua telinganya dengan bantal namun saat itu teriakan dan suara keras pintunya semakin kencang di tambah Aida mengatakan “Pencuri” yang membuat Romi khawatir dan menemuinya. Aida melihat Boim lewat, Boim panik dan langsung lari. Romi keluar menemui Aida namun sudah tidak ada siapa-siapa, Romi semakin kesal dan menuduh hanya akal-akalan Aida, Aida mencoba menyakinkannya, tapi Romi tetap tidak percaya. Terpaksa Romi mengantarkannya ke rumah dinasnya dan menyalaknan lampunya. Romi memberinya peringatan untuk tidak menganggunya lagi. Aida berterima kasih.

Sementara itu Boim sampai di rumah, Ibu Rita (45 tahun) yang sedang pusing meminta obat pada Boim yang sudah di pesannya. Boim menyesal karena teriakan Aida membuatnya lupa membeli obat untuk ibunya. Boim kembali lagi untuk membali obat di warung dan melewati rumah dinas yang membuatnya kesal, Boim berjanji akan membuat perempuan yang sudah meneriakinya pencuri tidak akan betah tinggal di desanya. Akhirnya ibu tertidur setelah minum obat.

Pagi-pagi Aida sudah bersiap untuk berangkat ke puskesmas dan siap melayani warga desa. Melihat isi dompet membuat Aida syok, ia lupa uangnya sudah dicuri dan ia belum mengampil uang di atm. Aida melihat Romi yang sudah berpakaian dinas rapih dan hendak berangkat. Aida masih ragu untuk meminta tolong. Romi senang melihat mobilnya kembali yang dibawa semalam oleh Hani. Romi meminta maaf pada Hani dan mencoba menjelaskannya. Romi dan Hani hendak berangkat namun Teriakan Aida menghentikan mobilnya, Aida memberanikan diri meminta tolong untuk di ijinkan masuk kedalam mobilnya karena satu tujuan yaitu puskesmas, Aida menjelaskannya kalau uangnya telah di curi jadi tidak punya ongkos untuk bayar ojek. Romi memberinya uang, namun Aida binggung dimana ia bisa mendapatkan ojeg. Romi kesal di buatnya, Hani melihat seorang laki-laki membawa motor dan  menghentikannya. Hani mengira Boim tukang ojeg, dan meminta mengantarkan Aida ke puskesmas. Awalnya Boim tidak mau namun melihat Aida, Boim yang berniat ingin memberinya peringatan padanya, akhirnya mau. Namun Aida menolaknya dan ketakutan, setelah mengetahui Ojeg itu adalah Boim yang pernah mencuri uangnya. Hani menuduh Aida sebagai cewek centil dan ganjen yang mau merebuat pacar orang. Mendengar ucapan Hani yang tidak enak akhirnya Aida mau di anterin oleh Boim, walau dia sebenarnya takut banget.

Aida mengancam Boim untuk tidak macam-macam lagi dengannya atau Aida akan teriak. Boim kesal dan membawanya ke tempat sepi, Aida panik dan teriak minta tolong. Boim mengancamnya dan jangan teriak pencuri lagi padanya, Boim janji akan mengganti uang yang dia ambil, anggak aja ngutang. Hape Aida berdering, Boim menyuruhnya untuk mengangkatnya, Aida panik karena telepon dari kepala puskesmas mencarinya, dan ada beberapa ibu yang mau bersalin. Aida langsung pergi dengan jalan kaki tapi binggung dengan jalan arah ke puskesmas. Boim menawarkan diri untuk mengantarnya, Aida terpaksa ikut bersamanya.

Namun di perjalanan, Boim di hadang oleh anak buah Bang Togar untuk mengantarkan barang ke pelangannya namun Boim menolaknya dan berjanji akan membayar lunas hutangnya. Aida ketakutan karena di goda oleh anak buah Bang Togar, Boim marah dan memberi petunjuk jalan ke puskesmas pada Aida, Aida tidak yakin membiarkan Boim sendirian namun kepala puskesmas terus menelponnya. Aida pergi dan dari jauh melihat Boim di pukuli. Aida pun tau alasan Boim mencuri.

Di puskesmas Aida mendapatkan teguran dari kepala puskesmas dan bergegas menuju ruang persalinan. Dokter Romi tertawa melihat penampilan Aida yang acak-acakan dan nafasnya yang tesenggal-senggal di tambah peringatan dari kepala puskesmas. Di ruang persalinan Aida dengan cekatan menolong ibu bersalian, bidan seniorpun senang melihat cara kerjanya.

Aida terus memikirkan Boim, Romi menemui Aida yang sedang melamun di kantin, Romi tertawa dan menanyakan apa yang terjadi. Aida kesal dan tidak mau menjawab pertanyannya, Aida malah ingin meminjam uang pada Romi dan berjanji akan membayarnya secepatnya. Melihat Hani, Aida yang sudah mendapatkan uangnya langsung pergi meninggalkan Romi.

Sepulang dari puskesmas Aida mencari Boim, dan menanyakannya pada tukang ojeg yang sedang mangkal namun tidak ada yang tau Boim tukang ojeg. Aida tidak menemukannya dan meminta di antarkan ke tempat ATM oleh tukang ojeg. Aida melihat poster ajakan untuk perempuan belajar silat untuk menjaga dirinya karena banyak kejadian begal dan pemerkosaan. Aida tertarik dan mencoba mencari alamatnya bersama tukang ojeg. Aida langsung emendaftakan diri untuk mengikuti latihan silat bersama perempuan lainnya. Aida menyesuaikan jadwalnya latihannya dengan jadwal kerjanya. Aida sering pulang telat ke rumah dinasnya, Romi merasa kehilangan dan sepi tidak ada Aida. Hani yang datang tiba-tiba mendengar Romi menyebut-nyebut Aida dan membuatnya kesal.

Boim pulang dengan babak belur dan membuat Ibu Rita khawatir dengan kondisinya. Boim demam namum ia harus segera mencari uang untuk melunasi hutangnya karena ingin hidup tenang dan tidak ingin ibunya tau. Boim pamit keluar namun ibunya tidak mengijinkan, Boim menyakinkan ibunya kalau ia baik-baik saja. Beberapa hari Boim tidak pulang kerumah, membuat Ibu Siti khawtir. Boim berusaha mencari sasaran di berbagai tempat. Boim berhasil mencuri beberapa dompet dan untuk dompet yang ke lima Boim ketuan, Boim lari. Mendengar terikan, Aida yang kini sudah belajar silat langsung menghampirinya dan menolong ibu dengan mengejar pencurinya. Boim yang sedang tidak sehat dan hampir pingsang, tertangkap oleh Aida. Aida terkejut, Boim meminta tolong padanya.

 Aida menyembunyikan Boim di tempat yang aman dan mengembalikan dompetnya. Aida membawa dan menelpon Romi untuk menjemputnya. Hani kesal dan cemburu, Romi begitu khawatir dan cemas setelah menerima telpon dari Aida, Romi berusaha menjelaskannya namun masih saja cemburu dengan Aida. Romi menemui Aida dan terkejut melihat tukang ojek tergeletak. Segera Romi membawanya masuk kedalam mobil. Hani yang sedang marah dan cemburu pada Aida bersikap kurang sopan begitupun dengan ucapannya yang melukai hati Aida. Romi marah pada Hani karena tidak bisa melihat situasi. Romi membawanya ke klinik terdekat dan pulang kerumah dinasnya Aida, Karena belum tau rumah Boim.

 Aida merawatnya hingga Boim membaik. Boim melihat kebaikan pada Aida dan merasa bersalah padanya, Boim meminta maaf sudah merepotkannya. Begitupun dengan Aida yang merasa bersalah dengan Boim, Boim sudah melindunginya dari perman-preman yang membuatnya babak belur. Boim menceritakan alasannya mencuri dan dunianya yang hitam, Boim ingin tobat. Boim dan Aida semakin dekat. Aida mengantarkan Boim pulang, namun di jalan anak buah Bang Togar menghadangnya, Boim berusaha negosiasi agar tidak terjadi perkelahian. Boim hendak di pukul namun Aida segera menangkisnya dengan tangannya. Boim terkejut melihatnya  dan Aida membisikannya tidak usah takut lagi, dirinya bukan lagi Aida yang dulu. Aida dan Boim sama-sama melawan anak buah Bang Togar. Bang Togar geram mendengar kabar kalau Boim sudah berani melawannya, Bang Togar akan memberi peringatan pada Boim.

Ibu Rita senang melihat anaknya pulang, dan menggodanya karena membawa seorang gadis cantik. Baru pertama kali Boim membawa gadis ke rumahnya. Boim tidak mau ibunya salah paham dan memperkenalkan Aida. Ibu Rita yang menginginkan Boim segera menikah, berencana untuk menjodohkan keduanya biarpun Boim menentang rencananya, karena Boim merasa tidak cocok bersanding dengan Aida yang seorang Bidan.Ibu Rita menyusun rencana agar Aida sering datang kerumahnya, Ibu Rita mengeluh sakitnya kambuh lagi, Boim panik, Aida mencoba membantunya. Keduanya semakin dekat.

Pulang kerja Bang Togar dan anak buahnya yang sudah menunggu Boim, melihat Aida jalan seorang diri  dengan buru-buru karena ada yang mau melahirkan di puskesmas,anak buah Bang Togar memberitahu kalau Aida adalah pacar Boim. Aida menjadi sasaran dan di sergap oleh Bang Togar dan anak buahnya, Aida mengira segerombolan orang yang mengitarinya mau mencuri tasnya, Aida menunjukan di tasnya dan hanya ada uang 300.000 ribu, Aida teringat dengan Boim. Aida menjelaskan dirinya sedang buru-buru karena ada yang mau melahirkan. Namun Bang Togar tidak peduli sedangkan anak buahnya saling berbisik dan teringat dengan istrinya jika melahirkan tidak ada yang menolong bagaimana?. Teriakan Bang Togar membuyarkannya dan segera memnyekap Aida, Perkelahianpun terjadi.

Boim bersama ibunya yang hendak periksa ke puskesmas melihat Aida di keroyok, Ibu Siti panik, Boim ikut membantunya. Begitupun dengan Romi dan Hani berhenti saat melihatnya, Romi bertindak cepat dan menelpon polisi. Romi ikut membantunya. Tidak lama Polisi datang dan membawa Bang Toing dan anak buahnya, Polisi berterima kasih karena Bang Toing adalah burun yang selama ini di cari.

Ketiganya ikut bersama Romi dalam mobilnya biarpun Hani tidak menyukainya. Ibu Siti sengaja mendekatkannya dan memancing pembicaraan yang membuat Boim malu. Boim segera mencela dan merendah diri karena tidak mungkin ada Bidan cantik yang jago silat mau dengannya. Boim yang selalu menganggu pikirannya membuat Aida mengatakan isi hatinya tanpa sadar dan membuatnya malu. Hani mendukung Boim namun Romi masih diam. Romi menyesal sudah menolak perjodohannya dengan Aida. Namun melihat Aida bahagia Romi ikut bahagia. Romi mendukungnya.

Di puskesmas Ibu Rita girang, dan tidak jadi periksa karena sakitnya hanya pura-pura agar Boim bisa bertemu dengan Aida. Aida langsung menolong persalinan. Boim masih tidak percaya dengan jawaban Aida di mobil, Ibu Rita menyakinkan Boim untuk menyatakan perasaanya, Ibu Rita pulang dan menunggu kabar baik dari Boim, sementara Boim menunggu Aida pulang. Hani pun berusaha menyakinkan Boim untuk segera menyatakan persaannya, dan membantunya.

Pulang dari puskesmas Aida di ajak ke tempat pertama kali mereka bertemu, Boim mengingatkan kembali awal pertemuannya dan mengembalikan uang 300.000 pada Aida. Boim menyatakan perasaannya dengan membawa sepuket bungga mawar yang sudah di beli oleh Hani. tidak ada alasan buat Aida menolaknya dengan alasan latar belakangnya, semua orang bisa berubah. Begitupun dengan Boim. Aida menerima cinta Boim.

---SEKIAN---
SINOPSIS INI BELUM DIPRODUKSI

“Kesirep Cinta Penari Topeng Ireng”


 

SINOPSIS FTV REGULER

Kesirep Cinta Penari Topeng Ireng

 

Cerita & Skenario

Endik Koeswoyo & Asih Rehey

 

 

MEGA (20 tahun) adalah seorang mahasiswi di sebuah universitas negeri di Jakarta. Dia berasal dari sebuah desa kecil di Kabupaten Boyolali, tepatnya di lereng Gunung Merbabu. Banyak rekan – rekannya menyematkan sebutan Mega Anggun (Anak Nggunung). Logat horoknya pun tidak hilang meskipun sudah di Jakarta selama 3 tahun.  Untuk menopang kehidupannya di Jakarta dia juga mempunyai pekerjaan sebagai penari jalanan. Tari topeng ireng khas daerahnya adalah tarian yang di bawakannya. Dia menanggalkan rasa malunya demi bisa mendapatkan gelar sarjana. Setiap pulang dari kampus, dia langsung berganti kostum dan  menyusuri tiap ruko dan tempat – tempat yang strategis untuk mempertontonkan tariannya. KRISNA (24 tahun) adalah seorang guru privat di sebuah bimbingan belajar di salah satu ruko, selain mengajar di tempat bimbingan belajar itu Krisna juga mengajar ke rumah – rumah.

Mega tinggal di rumah Bu ROSI (40 tahun) yang mempunyai anak kelas 6 SD bernama LEON (12 tahun). Bu Rosi bertugas mengawasi Mega selama di Jakarta. Orangtua Mega di kampung menitipkan Mega pada sepupunya itu. Menjelang ujian Bu Rosi meminta Krisna untuk memberikan les tambahan untuk Leon di rumahnya. Ketika Krisna datang di rumah Bu Rosi, Mega sedang asyik latihan dengan suara speaker aktif yang sangat mengganggu Krisna ketika mencoba memberikan penjelasan kepada Leon. Mega ternyata latihan di garasi rumah tersebut. Leon sesekali melihat kakak sepupunya itu yang lihai dalam menari. Krisna memarahi Leon karena tidak konsentrasi mengerjakan soal. Krisna juga mematikan speaker Mega seketika. Mega menjadi marah – marah tidak karuan pada Krisna. Dengan jengkel Mega masuk ke dalam rumah. Pada saat Mega akan berangkat ke kampus, dia bingung motor budhenya tidak ada. Mega bertanya pada Leon siapa yang menggunakan motor itu, Leon memberitahu bahwa Pak Krisna meminjam motornya untuk membeli pulsa di warung.

Dengan wajah cemberut Mega menyambut kedatangan Krisna dan marah – marah karena lama sekali pinjam motornya. Motor itu akan dia gunakan untuk ke kampus  dan dia sekarang terlambat gara – gara Krisna. Krisna masih bersikukuh bahwa dia sudah bilang pada Leon tadi, ternyata warung sebelah tidak buka. Jadi Krisna harus ke gang sebelah untuk membeli pulsa. Mega segera mengambil kunci dari tangan Krisna.

Bulan ini Mega banyak sekali membutuhkan uang untuk membayar biaya kuliahnya. Dia harus bekerja keras untuk meringankan beban orangtuanya. Setelah pulang kuliah Mega segera menuju warung Pak MOMON (45 tahun)untuk mengambil plastik kresek hitam berisi kostum tari dan juga soundsystem dorong yang dititipkan Mega di warung tersebut. Mega juga memakai kostum di kamar Pak Momon yang berada di warung itu juga. Setelah siap Mega segera berkeliling dari ruko ke ruko. Dan pada saat Mega menari di depan ruko sebuah bimbingan belajar tempat Krisna mengajar, anak didik Krisna malah berkumpul di depan pintu untuk melihat penampilan tari topeng ireng yang dibawakan oleh Mega. Krisna menjadi marah karena pada saat itu dia sedang menjelaskan soal untuk ujian. Di depan ruko itu pula Mega dan Krisna saling adu mulut. Setelah itu anak – anak segera memberikan uang ke dalam kantong plastik Mega dan mengajak Krisna untuk melanjutkan pelajaran lagi.

Hari semakin sore, Mega kembali ke warung Pak Momon untuk menitipkan perlengkapannya juga untuk mengisi perutnya yang kosong. Karena perut Mega tidak bisa diajak kompromi, dia lupa kalau make upnya belum dibersihkan. Dia langsung menikmati semangkuk soto dan juga segelas es teh. Disaat bersamaan Krisna masuk warung tersebut, dia mencari tempat duduk. Tidak sengaja ada orang yang menabrak Krisna hingga dia mendorong Mega hingga soto yang sedang dia nikmati tumpah ruah. Mega marah – marah kepada orang yang mendorongnya. Pada saat itu Krisna mengenali sosok Mega. Krisna tertawa terbahak – bahak melihat Mega masih memakai make up seorang penari. Mega tambah kesal karena tiap bertemu Krisna dia selalu sial. Mega tidak jadi makan dan masuk ke kamar Pak Momon untuk membersihkan make upnya. Setelah Krisna pergi, baru Mega keluar dan membayar makanan yang telah dia makan. Mega lupa tidak memasukkan kantong plastik berisi kostum ke kamar Pak Momon.  

Keesokan harinya saat Krisna sedang makan di warung tersebut. Dia membawa satu kantong plastik berisi soal – soal untuk anak didiknya. Krisna tidak sengaja mengambil kantong plastik milik Mega. Pada saat Krisna pergi, Mega datang untuk mengambil kostum miliknya. Mega terkejut isi plastik hitam yang ada di depannya hanya tumpukan kertas. Mega bingung karena Pak Momon juga tidak tahu siapa yang menukarnya. Mega pulang dengan kecewa, hari itu dia tidak bisa mencari uang. Di rumah dia bertemu dengan Krisna yang sedang memberi les tambahan untuk Leon. Mega masuk begitu saja tanpa mengucapkan salam. Krisna meneriaki Mega karena menurut Krisna Mega tidak sopan berjalan di hadapan Krisna yang sedang duduk tanpa permisi begitu saja. Mega hanya menjawab ketus pada Krisna. Sesampainya di tempat bimbingan belajar, Krisna kaget karena isi kantong kreseknya berisi baju dan hiasan bulu – bulu ayam. Dia berpikir kalau kantong kreseknya tertukar di warung Pak Momon. Krisna membawa kantong plastik itu pulang.

Keesokan harinya Krisna membawa kantong plastik itu ke warung Pak Momon. Di waktu bersamaan Mega datang untuk mencari sarapan untuk perutnya yang kosong. Mega kaget karena plastik yang dibawa Krisna adalah baju dan perlengkapan tarinya. Mereka kembali adu mulut, dan dari mulut Krisna keluar ancaman kalau dia akan mengadukan kepada Bu Rosi kalau Mega menjadi penari jalanan. Mega kaget mendengar ancaman Krisna. Kemudian Mega memohon agar Krisna tidak mengadukannya kepada Bu Rosi. Tapi Krisna tetap bersikukuh untuk mengadukan. Mega marah – marah ketika Krisna pergi dari warung itu. Mega merasa sial sekali mengenal cowok yang begitu tak punya hati.

 Pada saat Mega pulang, tampak Bu Rosi menunggunya di teras rumah. Bu Rosi sudah mengetahui kalau Mega menjadi penari jalanan. Bu Rosi marah kepada Mega dan tidak memperbolehkan Mega untuk menari lagi. Mega menjadi bingung, dia berjalan – jalan di taman.Disaat dia butuh tambahan uang untuk biaya kuliah, malah ada saja cobaan yang datang. Pada saat Mega sedang duduk merenung di bangku taman, bersamaan itu ada seorang anak perempuan usia SMA sedang digoda para preman. Mega dengan beraninya menghajar preman – preman itu hingga kabur. Gadis itu berterima kasih kepada Mega. Dan sebagai ucapan terima kasih gadis itu mentlaktir makan somay di depan taman. Di situ mereka berkenalan ternyata gadis itu bernama RIANDA (16 tahun). Dari obrolan mereka Rianda tahu kalau Mega adalah seorang penari. Banyak sekali tarian daerah yang dikuasai oleh Mega. Rianda menjadi tertarik dia ingin Mega menjadi guru tarinya karena sudah lama orangtua Rianda menginginkannya untuk belajar menari. Mega menyetujui permintaan Rianda, karena dengan begitu dia bisa mendapatkan uang tambahan untuk membayar uang SPP kuliahnya. Rianda menuliskan alamat rumahnya dalam kertas. Kemudian kedua gadis itu berpisah.

Pada saat pulang kuliah, Mega segera mencari alamat Rianda. Betapa terkejutnya pada saat mengetuk pintu yang membukakan pintu adalah Krisna. Ternyata Krisna adalah kakak Rianda. Rianda menyambut kedatangan Mega dengan ramah. Tetapi Krisna malah tidak percaya kalau Mega bisa menjadi guru tari untuk Rianda, yang dia tahu Mega hanya bisa menari di jalanan. Rianda bersikukuh untuk belajar menari bersama Mega. Akhirnya Krisna menuruti permintaan adiknya.

Pada saat belajar menari tarian daerah, Rianda sangat bersemangat. Krisna mengamati setiap gerakan yang dibawakan oleh Mega dari teras rumah, kebetulan Mega dan Rianda belajar di taman. Krisna juga diam – diam mengagumi kemampuan Mega menjadi penari. Dia mampu menarikan beberapa tarian jawa dan juga sunda. Selain tari gambyong Mega juga mengajari tarian topeng ireng dan juga tari jaipong. Ketika sedang asyik mengajari tari topeng ireng, Mega hampir jatuh ke kolam ikan. Dengan sigap Krisna menariknya hingga Mega berada dalam pelukan Krisna, dan tanpa sengaja mereka saling beradu pandang. Mega baru sadar kalau Krisna sangat ganteng. Dan Krisna juga hanya tersenyum melihat wajah Mega yang sangat cantik. Rianda meneriaki kakaknya karena lama sekali Krisna memeluk Mega. Rianda menarik tangan Mega yang hanya tersipu malu. Semakin hari Mega dan Krisna semakin dekat, Mega juga ternyata seorang gadis yang baik dan penyayang. Mega bisa menjadi seorang sahabat untuk adik Krisna satu-satunya. Rianda sering sekali tukar pikiran dan curhat masalah apapun kepada Mega.  

Kedekatan Krisna dan Mega membuat kedua orangtua Krisna tahu bahwa anaknya jatuh cinta pada Mega. Pak BUDI (50 tahun) dan Bu ANI (50 tahun) tidak menyetujui kalau Krisna berpacaran dengan seorang penari. Bagi orangtuanya penari identik dengan kehidupan yang bebas. Orangtua Krisna khawatir kalau Mega juga memiliki kehidupan yang bebas. Mega tidak sengaja mendengar percakapan Krisna dan kedua orangtuanya. Mega kemudian lari dari rumah itu. Beberapa hari Mega tidak datang ke rumah Krisna. Krisna memikirkan Mega, ada sebuah rasa rindu untuk bertemu. Rianda menjadi penasaran kenapa Mega tidak datang. Akhirnya dia membujuk kakaknya untuk mengantarnya ke rumah Mega dan kebetulan hari itu Krisna juga memberi les tambahan untuk Leon tetapi Leon malah ke rumah temannya. Akhirnya mereka menunggu Mega pulang kuliah.

Dengan wajah lesu Mega turun dari sepeda motornya. Rianda dengan sumpringah menyambut kedatangan Mega. Rianda menanyakan kenapa Mega beberapa hari tidak datang ke rumah, karena tinggal dua minggu lagi Rianda akan ikut lomba tari. Mega meminta Rianda untuk mencari guru tari yang lain dengan alasan Mega sedang fokus untuk kuliah tanpa panjang lebar Mega pamit untuk beristirahat. Rianda yang manja marah pada kakaknya. Rianda menduga Krisnalah yang menjadi penyebab Mega tidak mau mengajarnya lagi. Beberapa hari Rianda marah, dia juga ngambek tidak mau ikut lomba yang sudah didaftarkan oleh orangtuanya. Rianda hanya mau belajar menari bersama Mega yang sudah dianggapnya sebagai kakak, Rianda juga menjelaskan kalau Mega adalah gadis baik – baik. Mega adalah orang yang menolong Rianda waktu digoda preman. Karena permintaan anak perempuan satu – satunya itu akhirnya kedua orangtua Krisna menyetujui jika Krisna mendekati Mega dan meminta Rianda mengantar ke rumah Mega.

Rianda dan kedua orangtuanya datang ke rumah Bu Rosi untuk meminta Mega bersedia menjadi guru tari Rianda. Tetapi Mega ternyata sedang pulang ke kampungnya di Boyolali. Krisna merasa ada yang kosong sejak kepergian Mega ke kampung. Rianda menggoda kakaknya yang sering melamun dan menyebut nama Mega. Rianda mengajak Krisna ke rumah Bu Rosi besok sore. Kata Bu Rosi besok sore Mega sudah pulang ke Jakarta.

Ketika Mega masuk ke halaman rumah dia kaget melihat Rianda dan Bu Ani sudah duduk di kursi teras. Rianda membujuk Mega untuk menjadi guru les tarinya lagi. Mega ragu, tetapi dia juga tidak bisa menolak permintaan Rianda yang juga sudah dianggap sebagai adiknya. Krisna pun datang pula menutup mata Mega dan membawa sebuah bunga cantik untuk Mega. Pada saat itu pula Krisna mengungkapkan perasaannya jika dia jatuh cinta pada penari topeng ireng yang sedang berdiri dihadapannya. Mega tersipu malu mendengarkan ungkapan cinta dari Krisna. Dia juga terkejut mengetahui Krisna mempersembahkan sebuah cincin dihadapannya. Krisna telah tersirep dengan cinta dari seorang penari topeng ireng. Mega juga mengangguk ketika Krisna melamarnya.

Dengan bantuan Krisna, Mega mendirikan sebuah sanggar tari di halaman rumah Bu Rosi. Lambat laun banyak sekali yang berminat untuk belajar menari. Mega juga sudah menyelesaikan skripsinya. Di saat wisuda ada Krisna yang menemaninya sebagai pengganti orangtuanya yang tidak bisa hadir ke Jakarta. Setelah prosesi wisuda, Mega akan pulang kampung bersama Krisna. Mega dengan tariannya tak hanya bisa menggapai cita – citanya sebagai seorang sarjana di bidang seni tari. Tetapi dia juga mendapatkan cinta dari seorang lelaki yang sangat bertanggung jawab yaitu Krisna.

 

---SEKIAN---
SINOPSIS INI BELUM DIPRODUKSI

 

 

PALING BARU DARI JPI

TERBITKAN KARYAMU BERSAMA KAMI

POPULAR POSTS

POPULAR POSTS