www.jaringanpenulis.com


Senin, 31 Juli 2017

Acara Temu Penulis Yogyakarta Menyatukan Penulis Lintas Genre

Acara Temu Penulis Yogyakarta tanggal 30 Juli 2017 di Bantul. Sumber Gambar: dokumentasi panitia.

Yogyakarta - Sudah sering mengikuti seminar dan workshop menulis, tapi kenapa tak kunjung melahirkan karya? Pertanyaan ini sangat menampar sekali untuk direnungkan bersama. Permasalahannya mungkin bukan karena isi materi atau kemampuan menyerap materinya yang jelek, tapi barangkali hanya butuh bersosialisasi dengan orang lain untuk menjaga semangat dan motivasi menulis.

Atas dasar kebutuhan bersosialisasi inilah acara Temu Penulis Yogyakarta diadakan. Konsepnya tidak hanya sebatas mempertemukan penulis dari genre fiksi dan nonfiksi saja, melainkan merangkul semua elemen pegiat literasi. Bersama-sama berbaur, bertukar ide dan pikiran dalam sebuah forum yang diadakan rutin di Yogyakarta.

Ada 3 agenda inti dalam acara tersebut, yaitu bedah konsep naskah buku, sharing kepenulisan, dan diskusi santai. Acara ini selain mengupgrade pengetahuan tentang kepenulisan, juga memberi kesempatan kepada penulis untuk mematangkan konsep buku yang sedang digarap. Tentu masukan-masukan dari sisi peluang diterimanya naskah, muatan isi, dan masukan lainnya menjadi referensi untuk memperbaiki naskah.

Pada tanggal 30 Juli 2017 acara Temu Penulis Yogyakarta diadakan untuk pertama kalinya. Bertempat di rumah salah seorang penulis, di daerah Bantul, Yogyakarta. Sebagaimana yang disampaikan oleh Mas Dwi Suwiknyo, bahwa acara Temu Penulis Yogyakarta ini in sya Allah akan diadakan rutin setiap bulan 2 kali pertemuan. Ke depan tidak menutup kemungkinan pesertanya semakin banyak, mengingat antusiasme yang ada di media social.

Pada pertemuan perdana itu membahas konsep naskah buku nonfiksi remaja milik Mas Joko Sulistya, dan sharing tips menulis di blog oleh Founder Blogerclass, Seno NS. Acara yang dimulai pada pukul 17.00 sore tersebut berlangsung hangat dan humble. Antusiasme ditunjukkan dengan keaktifan berdiskusi dan saling bertukar ide terkait materi dan naskah yang dibahas. Di akhir acara di tutup dengan santapan menu tradisional berupa Nasi Angkringan yang semakin menambah keakraban.

Siapapun memiliki kesempatan untuk bergabung di acara Temu Penulis Yogyakarta ini. Untuk update informasi terkait acara Temu Penulis Yogyakarta ini silakan ikuti postingan akun facebook Dwi Suwiknyo dan Redy Kuswanto. Berikut kesan dari peserta acara Temu Penulis yang diadakan pada tanggal 30 Juli 2017.

"Asyik! Coz kumpul temen-temen penulis lintas genre. Jadi diskusi lebih berwarna, dapet ilmu baru, plus nggak bosenin." 
(Dwi Suwiknyo – Penulis Buku Ubah Lelah Jadi Lillah)

Bisa sharing dan bertemu muka, itu yang asyik dan bikin semangat makin terpacu. Jadi bener ya, menulis memang bisa sendirian, tapi jadi penulis ya kudu sering-sering kayak gini. Trust me!
(Redy Kuswanto – Penulis Novel Jilbab Love Story)

Bikin makin melek dan tergugah. Jadi memicu belajar lebih tentang serba serbi kepenulisan - nggak melulu fiksi.”
(Oky E. Noorsari – Penulis Buku)

Kesan: Saya bertambah sadar bahwa diri ini masih bodoh. Bertemu orang-orang keren yang memiliki kompetensi di bidangnya. Jadi lebih semangat dan lebih bisa tambah jelas melihat ke peta fokus impian diri. Bahagia bertemu saudara baru. Pesan : Mm ... apa ya? Paling ya itu ... waktu pertemuannya siang aja. Atau waktu lain yang bukan malam. Biar makin jelas lihat ekspresinya. *ehsalah. Biar pulang masih terang saja.
(Kayla Mubara – Penulis Buku)


Semoga kita bisa bersama-sama memajukan dunia literasi melalui kegiatan positif seperti ini. Bukan saatnya menyendiri atau mengkotak-kotakkan diri dalam sekat genre tulisan. Tujuan kita sama, yaitu berkarya. Maka bersatu adalah jalan untuk mewujudkan karya yang berkualitas, yang bisa mencerdaskan bangsa. (ESN)

Kamis, 08 Juni 2017

Workshop Gratis Bersama Endik Koeswoyo dan Dita Faisal di YOGYAKARTA



Kamis, 06 April 2017

REVIEW FILM - KARTINI, sebuah film “LOVE STORY” yang sesunguhnya



REVIEW KARTINI – Sebuah film “LOVE STORY” yang sesunguhnya

Oleh : Endik Koeswoyo

 
Keluarga R.A. Kartini fersi Film
               Ketertarikan saya dengan film Kartini muncul sudah teramat sangat lama, sejak isu pembuatan film tersebut mulai santer dua tahun yang lalu. Dari sekian banyak film yang disutradari oleh Hanung Bramantyo hanya Kartini yang membuat saya tidak sabar untuk segera menontonnya. Ketertarikan yang luar biasa terhadap film Kartini itulah yang membuat saya memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Mas Hanung melalui pesan singkat “Mas Hanung premiere Kartini kapan?” dalam hitungan menit pesan singkat itu dijawab, “tanggal 12. Tapi besok jam 2 siang aja bisa datangkah?” Dan begitulah, akhirnya saya menjadi orang yang beruntung bisa menyaksikan film ini lebih awal sebelum jadwal resmi penayangannya tanggal 19 April 2017.
               Kartini dari sudut pandang Hanung memang berbeda dari apa yang ada di otak saya sebelum saya menyaksikan film tersebut. Kartini bukan sekedar kisah perjuangan tetapi kisah romantis, kisah cinta penuh air mata yang membuat penonton terdiam sembari sesekali menyeka air matanya (termasuk saya hehehhe). Dan saya berani mengatakan Film kartini adalah sebuah film “LOVE STORY” yang sesungguhnya. Kisah cinta seorang Ibu yang bernama Ngatirah kepada anaknya, rasa cinta dari anak yang bernama Kartini kepada ibunya sudah tergambar jelas dalam adegan awal. Lalu kita disajikan kisah cinta seorang kakak yang bernama Sosrokartono yang diperankan apik oleh Reza Rahardian kepada adik perempuannya Kartini. Kemudian  yang paling menohok adalah kisah cinta seorang Ayah yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang diperankan begitu keren oleh aktor kawakan Deddy Sutomo, kisah cinta kepada keluarga kepada seluruh anggota keluarganya dan kepada seluruh Rakyat yang dipimpinnya. Dan masih ada lagi kisah cinta yang begitu tulus, kisah cinta Kartini kepada adik-adik perempuannya dan kisah cinta adik-adik perempuan kepada Kartini.  Begitu banyak kisah ketulusan cinta yang tersaji dalam film Kartini, bukan kisah cinta Kartini dan Adipati Ario Singgih, tetapi jalinan kisah cinta yang lebih besar dari itu semua, kisah cinta seorang perempuan untuk kaum perempuan lainnya.
               Film Kartini menyajikan sebuah alur cerita dari sudut pandang yang berbeda. Kartini adalah film yang bisa dinikmati bukan oleh kaum hawa saja, tetapi siapapun anda bisa menikmati film ini. Bahkan saya pribadi merasa kalau film Kartini bukan untuk kaum perempuan, tetapi untuk kaum laki-laki. Saran saya sebelum masuk ke bioskop siapkan sekotak tisue karena saya yakin adegan-adegan yang yang tergarap dengan detail akan memporak porandakan perasaan dan air mata tak akan terbendung, apalagi jika anda adalah tipe yang sensitif dan memilik rasa empati yang cukup tinggi, air mata pasti tidak akan terkendali. Kartini berjuang tidak sendiri, ada ibunya, ada kakaknya, ada kedua adiknya, dan tentu saja ada ayahnya dan orang-orang disekitarnya yang mendukung perjuangannya.
               Banyak pengalaman dan informasi baru yang saya dapatkan setelah menonton film Kartini, dan saya semakin yakin kalau Raden Ajeng Kartini bukan hanya pejuang kaum perempuan, Kartini bukan hanya tokoh pendidikan, Kartini bukan saja contoh dan tauladan dalam perjuanagn perempuan, tetapi Kartini juga seorang perempuan yang memahami politik dan bisnis. Oh ya, satu lagi yang membuat saya menyukai film Kartini, dalam film ini juga digambarkan betapa pentingnya membaca buku. Jika ingin sukses dan berhasil, jika ingin pandai jangan lupakan buku. Kartini saja membawa buku, masak kamu enggak? Hehehe… selamat menonton film keren ini mulai 19 April 2017 di Bioskop seluruh Indonesia. 



 Official Teaser Film Kartini




              Oh ya satu lagi yang lupa. Setelah menyaksikan Film Kartini, saya jadi teringat kembali kata-kata Hanung Bramantyo 3 tahun lalu saat menghadiri Festival Film Bandung, tepatnya tahun 2014 saat Film Soekarno menyabet banyak penghargaan di FFB 2014. Saat itu saya sempat menyalami Mas Hanung dan memberikan ucapan selamat atas prestasinya dengan film Soekarno. Satu kata yang saya ingat kala itu, “Kalau bikin film itu jangan cinta-cintaan terus,” dan kata-kata itu terbukti kisah cinta bukan hanya soal pacaran, jadian, putus kemudian galau. Kisah cinta itu seluas mata memandang. Karena saya penulis dan penikmat film dan bukan kritikus film maka tidak ada kritik dalam tulisan saya.







---------------


TENTANG PENULIS

Endik Koeswoyo, adalah penulis skenario atau scriptwriter. Freelance Writer. Sudah menulis 24 judul novel dan buku. Endik Koeswoyo saat ini tinggal di Jakarta dan aktif menulis skenario film, ftv dan sinetron. Penggagas berdirinya Jaringan Penulis Indonesia dan pemerhati sosmed ini juga merupakan vlogger, youtuber, dan tentu saja blogger. Beberapa karya skenario film layar lebar yang pernah ditulis antara lain; Me And You Vs The World, Kesurupan Setan, Cerita Cinta, Erau Kota Raja, Gelas Gelas Kaca The Movie. Selain menulis, Endik Koeswoyo juga sedang menyelasaikan pendidikan S1 Ilmu Politik di Universitas Bung Karno. 



Yang ingin kenal lebih dekat dengan menghubungi:

Twitter: @endikkoeswoyo 

Instagram: @endikkoeswoyo  


Facebook: @endikkoeswoyo 


              




Selasa, 21 Maret 2017

Riwayat Sebuah Pohon

RIWAYAT SEBUAH POHON 1
Oleh: Al Hadeed

Siapa sangka
bahwa pohon kecil
di samping kandang kambing dulu
yang tumbuh dengan gersang, sakit-sakitan,
sebab kurang air, kurang pupuk,
kurang rawat,
kurang ini, kurang itu
kini menjadi pohon yang dibanggakan
yang tanpa lelah meneduhi orang-orang
yang kelelahan di bawahnya
siapa sangka

Sebab demikian kita tak boleh mendahului
sebab siapa yang bisa menimbang, menakar
dengan timbangan angan
untuk beberapa tahun ke depan
atau mungkin puluhan tahun ke depan.

Tepi jalan, 9 Maret 2017

RIWAYAT SEBUAH POHON 2

Dengan apa mencuci luka yang kasat mata
hingga seolah-olah cacian-makian itu tak pernah ada
dengan apa
bagaimana menerbitkan sebuah senyuman
yang sudah lama mati
untuk mereka, yang sekaligus penyebabnya.

Tepi jalan, 9 Maret 2017


PROFIL PENULIS

Al Hadeed, penulis muda asal Palembang.  Lahir di Palembang, pada 10 September 1998. Peraih juara harapan 1 lomba menulis surat tingkat nasional di Bandung. Aktif belajar di Komunitas Pena Terbang dan Jaringan Penulis Indonesia. Tulisannya telah dimuat di beberapa media.

Sebuah Kamar, Langit Biru, Anak Lalang


SEBUAH KAMAR
Oleh: Al Hadeed

Hanya disekat oleh sebuah papan
kamar mereka dengan kamar itu
kamar yang sudah dua tahun
tak dibuka

“Bu, bapak kapan pulang?
Kapan, Bu?
Ani rindu!”

Kamar, 9 Maret 2017

LANGIT BIRU

Ah, alangkah indah
batin gadis itu
yang berbaring di muka danau
dengan bantal kedua tangan
sambil menatap langit sore yang redup
tenang, damai, dan menentramkan
seperti wajah ibu saat lelap
dulu
sebelum dimakan takdir

Muka Danau, 9 Maret 2017

ANAK LALANG

Di suatu senja
ada anak bunga alang-alang
yang melepaskan dirinya dari tubuh ibu
luruh di tarik para angin
mengikuti alur gelombang sendunya

Sementara saudara-saudaranya tidak
tetap bergantung pada induk

Bukankah pada akhirnya nanti
semua memang akan bersatu
di sebuah padang
di Selatan sana?
batinnya
sebelum berangkat

Lapangan rumput, 9 Maret 2017



PROFIL PENULIS

Al Hadeed, penulis muda asal Palembang.  Lahir di Palembang, pada 10 September 1998. Peraih juara harapan 1 lomba menulis surat tingkat nasional di Bandung. Aktif belajar di Komunitas Pena Terbang dan Jaringan Penulis Indonesia. Tulisannya telah dimuat di beberapa media.

Lelaki Kopi

LELAKI KOPI 1
Oleh: Al Hadeed

Kopi
“Kau adalah aku
dan aku adalah Kau,”
batinya di setiap fajar menyingsing
Kopi
“Kau pahit, manis, hambar, nikmat.”
lirihnya getir.

Beranda, 9 Maret 2017

LELAKI KOPI 2
Kopi itu masih hangat, nikmat
setelah cecapan pertama, ia taruh
gelasnya di meja

Terbang
ruh lelaki itu

Dengan bajunya
ia hapus gambar-gambar itu
gambar-gambar dirinya
di waktu muda

Hujan airmata
ia tak bisa menghilangkannya
bahkan satu garis kecil sekalipun

Lelaki tua itu terseok-seok
mencari air suci

Ia terjatuh!

Banjir
kopi di atas meja itu meluber
tumpah ruah ke luar
namun lelaki itu masih mau menenggaknya
tak diketahui lagi
apa manis apa tawar

Dan matanya seketika tertutup.

Beranda, 9 Maret 2017



PROFIL PENULIS

Al Hadeed, penulis muda asal Palembang.  Lahir di Palembang, pada 10 September 1998. Peraih juara harapan 1 lomba menulis surat tingkat nasional di Bandung. Aktif belajar di Komunitas Pena Terbang dan Jaringan Penulis Indonesia. Tulisannya telah dimuat di beberapa media.

Sabtu, 11 Maret 2017

Info Penerimaan Naskah Penerbit Genta Hidayah


Kabar Baik - jaringanpenulis.com. Hai Girls, kalian jago nulis buku nonfiksi islami? Ada peluang emas nie dari penerbit keren Genta Hidayah. Mulai bulan Maret 2017 menerima naskah islami dengan ketentuan tema:

1. Tema muslimah (apa saja)
2. Target pembaca muslimah
3. Target pembaca usia 15-30 tahun
4. Gaya bahasa populer (renyah)

Perlu diperhatikan, naskah yang dicari adalah nonfiksi islami. Bukan naskah novel, lho. Juga bukan naskah buku anak.  Kalau punya naskah novel trus mau diubah jadi nonfiksi islami, ya silakan. Haha...

Bocorannya nie Penerbit Genta Hidayah kepincut naskah yang memiliki ide segar dan banyak dibutuhkan oleh muslimah. Yang kayak gimana, tuh? Survey aja, kira-kira temen-temen cewek muslimah biasanya suka bacaan yang seperti apa.

Model tulisan yang bisa dipakai yang kayak gimana? Semacam bacaan yang bisa menguatkan iman, meluruskan pemahaman, tips praktis, dan kisah inspiratif. Untuk gaya bahasa tulisan gunakan bahasa populer. Kan sasarannya remaja dan dewasa, Girls....

Kabar gembiranya, Girls. Penulisnya boleh lebih dari dua orang, alias tim. Asal pakai satu nama pena, seperti buku terbitan Genta Hidayah yang judulnya Ibumu Ibumu Ibumu Ayahmu. Itu ditulis oleh 5 orang yang memakai nama pena @humairastory. Asyik kan?

Itunglah misal kalian bikin tim yang terdiri dari 5 orang penulis. Masing-masing misal menulis 30 halaman, dikumpulkan jadi satu naskah 150 halaman. Misal bisa garap 1 halaman perhari, maka 30 halaman selesai dalam sebulan. Wow! Bandingkan jika kalian harus menyelesaikan satu naskah buku sendirian. 150 halaman bisa rampung berapa hari?

Weits..., jangan kawatir soal identitas kalian sebagai penulis. Ntar kalau bukunya terbit, nama penulis dan profil singkatnya tercantum di halaman terakhir buku. Dan tanda tangan MoUnya diwakili oleh satu orang. Tunjuk aja kepala suku dari tim penulis yang kalian bentuk, Girls.

Trus, misal dalam satu tim penulis terdiri dari cowok-cewek boleh nggak? Boleh aja..., asal dia bisa nulis tema yang diminta. Hehe..., mantab tho?

Trus kalau mau kirim naskah, ketentuannya gimana nie?
Pastikan naskah yang dikirim harus memiliki keunggulan ide dan isi jika dibandingkan dengan buku-buku setema yang sudah ada di pasar (toko) buku. Jadi kalau ntar ditanya, "keunggulan naskah buku ini apa?" Kalian harus bisa ngejelasin dengan baik. Nggak cuma bisa ngejelasin, tentunya juga mampu menawarkan keunggulan yang benar-benar unik dan memiliki nilai jual.

Kalau naskah kalian sudah siap, silakan kirim via email dengan syarat sebagai berikut:

1. Konten disertai Qur'an dan hadis.
2. Bukan plagiat dan bukan terjemah.
3. Ukuran kertas A4, margin normal.
4. Font TNR size 12, spasi 1,5.
5. Tebal minimal 130 halaman.

Kirim naskah lengkap mulai dari halaman depan (judul, nama penulis), daftar isi, prakata penulis, naskah isi, daftar referensi, dan profil penulis. Ingat, penerbit Genta Hidayah tidak menerima rancangan naskah dan sampel tulisan. Yang kalian kirim harus draft final buku nonfiksi islami.

Ke email: gentahidayah@gmail.com

Bersama naskah, lampirkan juga surat pernyataan keaslian karya, bahwa naskah tersebut benar-benar karya asli penulis.

Tidak boleh mengirim naskah yang sudah pernah diterbitkan di penerbit lain, kecuali sudah habis masa terbitnya dan disertai bukti surat pencabutan naskah.

Penilaian redaksi atas naskah masuk paling lama 1 sampai 3 bulan, dan akan dikonfirmasi melalui email masing-masing penulis.

Untuk naskah yang diterima akan diterbitkan dan disebar secara nasional di seluruh toko buku Gramedia, Togamas, dan toko buku lainnya.

Ini poin yang paling diaukai, Girls. Ngomongin soal fee, alias duit. Sistem akuisisi naskah berupa pemberian royalti sebesar 10% berdasarkan harga jual buku dan banyaknya jumlah buku yang terjual tiap (selama) 6 bulan. Uang muka royalti saat buku terbit sebesar Rp 1,5 juta. Penulis mendapat sampel buku terbit minimal 5 eksemplar. Jadi, tunggu apalagi Girls?

Silakan info ini dibagikan. Share dan beri tahukan ke teman-teman kalian. Silakan like fans page Genta Hidayah untuk mendapat informasi berikutnya. Semoga bermanfaat.

Sumber Informasi: Akun resmi facebook Redaksi Genta Hidayah. Kantor Pusat Surabaya. (ESN)

Kamis, 09 Maret 2017

Kamis Ke Bioskop - Galih dan Ratna, Musik Untuk Cinta, Ular Tangga

KABAR JPI – Jakarta - Kamis ke bioskop. Seperti biasanya, setiap hari Kamis menjadi hari spesial untuk film Indonesia. Karena setiap hari kamis, film Indonesia terbaru akan mulai beredar. Nah, pada hari Kamis tanggal 9 Maret 2017 ini, telah beredar 3 judul film Indonesia yang harus kita saksikan di bioskop kesayangan. 3 judul film yang tayang di hari Kamis ini adalah; Musik Untuk Cinta, Galih dan Ratna dan Ular Tangga. Beri dukungan untuk film Indonesia dengan menonton film Indonesia pada hari Kamis, atau maksimal Jumat. 

Poster Film Galih dan Ratna, Musik Untuk Cinta, Ular Tangga 


Kenapa harus Kamis? Karena jika film yang baru dirilis pada hari Kamis dan tidak mendapatkan penonton yang banyak, maka akan di turunkan pada hari berikutnya. Oleh karena ini, mari dukung Film Indonesia dengan menonton film Indonesia pada hari pertama tayang, #KamisKeBioskop adalah hastag resmi para permbuat film di Indonesia. Berikut ini informasi mengenai film yang tayang pada hari Kamis tanggal 9 Maret 2017:

Judul: Musik untuk Cinta
Produser: Abdullah Dudung Yuliarso
Sutradara: Enison Sinaro
Penulis: Kadjat Adra'i, Iman Taufik
Pemeran: Arumi Bachsin, Ian Kasela, Philip Jusuf, Soimah
Tanggal edar: Kamis, 09 Maret 2017




Sinopsis film Musik untuk Cinta
Cecep (Ian Kasela) berasal dari keluarga sederhana di desa Cilimus, Cirebon, Jawa Barat. Dorongan keluarga agar cepat berkeluarga membuat ia menginginkan kekasih sebagai pendamping hidupnya. Ia pun bertekad untuk pergi ke kota untuk mencari kenalan seorang gadis. Namun, niatnya itu mendapat olok-olok teman-temannya.

Di Cirebon, Cecep terpikat oleh seorang penari putri cantik yang berasal dari keluarga Keraton Kasepuhan bernama Dewi (Arumi Bachsin) dalam acara Kirab Budaya Cirebon. Gayung bersambut, namun rintangan datang dari Surya (Ferry Ardiansyah), anak juragan batik (Kadir), yang menyukai Dewi. Ibunda Dewi juga tidak menginginkan anaknya mendapat pasangan dari keluarga miskin.

Ambisi tersebut membawa Cecep ke Jakarta. Kehidupan ibukota membuat ia lupa diri. Hidupnya pun berubah setelah bertemu dengan Buntaran Suteja (Phillip Jusuf), seorang pengusaha industri musik dan teman semasa kecilnya. Cecep kembali ke jalan yang benar dan mulai bekerja keras sekaligus ingin membuktikan bahwa ia bisa meraih sukses.

Judul: Galih dan Ratna
Produser: Sendi Sugiharto, Ninin Musa
Sutradara: Lucky Kuswandi
Penulis: Fathan Todjon, Lucky Kuswandi
Pemeran: Refal Hady, Sheryl Sheinafia
Tanggal edar: Kamis, 09 Maret 2017





Sinopsis film Galih dan Ratna
Galih (Refal Hady) tidak pernah merasakan cinta pertama. Ia siswa SMA teladan, introvert, dan hidup dalam bayang‐bayang almarhum ayahnya dan tuntutan ibunya yang harus berjuang sebagai single‐mother. Galih dipaksa mendahulukan pendidikannya dan bukan passion-nya, agar tidak kehilangan beasiswanya dan masuk jalur prestasi universitas pilihan ibunya. Ibunya, Mirna (Ayu Dyah Pasha), tidak ingin Galih mengikuti jalan hidup almarhum ayahnya, yang meninggal karena kekecewaan. Kecewa karena gagal menghidupkan sebuah toko kaset bernama Nada Musik, akibat persaingan dengan dunia digital. Galih selalu membawa walkman ke mana‐mana dan mendengarkan kaset mixtape pemberian ayahnya. Isinya lagu-lagu radikal yang menginspirasi Galih untuk berani mengejar mimpinya. Ratna (Sheryl Sheinafia) baru pindah ke SMA tempat Galih bersekolah. Ia hidup tanpa tujuan, selalu mengejar hal‐hal yang sangat instan, layaknya anak millenials. Tetapi ia diam‐diam suka menulis dan mengarang lagu. Ia tidak pernah menganggap passionnya serius, mungkin karena ia tidak pernah mendapatkan dukungan dari ayahnya (Hengky Tornando). Di suatu sore, di lapangan belakang sekolah, Galih dan Ratna bertemu. Ratna tertarik dengan walkman Galih. Sebuah lagu berkumandang di telinga mereka: “Bersama dirimu terbebas dari nestapa…” Mereka saling menatap. Nestapa yang menyatukan mereka. Di saat mereka bertukar pendapat mengenai kehidupan masing­masing, mereka sadar, bahwa perbedaan mereka bisa mendorong satu sama lain untuk lepas dari cengkaraman yang bernama sistem, dan berani untuk mengejar passion mereka. Perbedaan pandangan inilah yang juga berpotensi untuk menghancurkan hubungan mereka. Cinta pertama ini membawa Galih dan Ratna ke tahap baru dalam kehidupan mereka.



Judul : Ular Tangga
Produser: Tommy Soemarni
Sutradara: Arie Azis
Penulis: Mia Amalia
Pemeran: Shareefa Daanish, Vicky Monica, Alessia Cestaro, Ahmad Affandy, Randa Septian, Yova Gracia, Fauzan Nasrul.
Tanggal edar : Kamis, 09 Maret 2017






Sinopsis Film Ular Tangga
Fina, mahasiswi berpotensi indigo, memiliki firasat buruk. Hal itu terkait dengan rencana mendaki gunung tim pecinta alam kampusnya. Tim yang akan berangkat dalam pendakian itu dipimpin Bagas, kekasihnya. Bagas tidak percaya pada kekhawatiran Fina. Ia membujuk Fina untuk tetap berangkat bersama Martha, William, Dodoy, dan Lani. Perjalanan mereka dibantu Gina, pendaki dan penunjuk jalan yang berpengalaman. Peringatan Gina agar mereka memilih jalan aman, tidak diindahkan. Jalan yang mereka pilih mengantarkan mereka menuju pohon tua angker dan rumah misterius yang memiliki cerita kelam di masa lalu. Kemunculan dua hantu anak kecil, Sania dan Tania, menjadi pertanda akan bahaya yang mengancam mereka. Fina merasakan ada yang tidak beres dengan pohon tua angker yang letaknya tak jauh dari rumah tersebut. Saat mereka berkeinginan turun gunung segalanya sudah terlambat. Kejadian buruk menimpa mereka. Semua itu diawali dengan penemuan permainan kuno ular tangga yang terbuat dari kayu, di bawah pohon angker itu. Penemuan itu memunculkan kembali hantu yang sangat berbahaya. Ketakutan Fina berubah menjadi keberanian saat Bagas ikut diculik hantu tersebut. Fina mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan teman-temannya, terutama kekasihnya. (EK)



TENTANG PENULIS:



Endik Koeswoyo, adalah penulis skenario atau scriptwriter. Freelance Writer. Sudah menulis 24 judul novel dan buku. Endik Koeswoyo saat ini tinggal di Jakarta dan aktif menulis skenario film, ftv dan sinetron. Penggagas berdirinya Jaringan Penulis Indonesia dan pemerhati sosmed ini juga merupakan vlogger, youtuber, dan tentu saja blogger. Beberapa karya skenario film layar lebar yang pernah ditulis antara lain; Me And You Vs The World, Kesurupan Setan, Cerita Cinta, Erau Kota Raja, Gelas Gelas Kaca The Movie. Selain menulis, Endik Koeswoyo juga sedang menyelasaikan pendidikan S1 Ilmu Politik di Universitas Bung Karno. 

Yang ingin kenal lebih dekat dengan menghubungi:
Twitter @endikkoeswoyo 
Instagram: @EndikKoeswoyo  
Facebook @endikkoeswoyo 







Senin, 06 Maret 2017

Wow! Ternyata REBUNG BAIK UNTUK KESEHATAN

SEMBILAN ALASAN MENGAPA REBUNG BAIK UNTUK KESEHATAN

            Kabar JPI - Bambu memang istimewa. Kerap dijumpai di halaman belakang, tanaman yang tergolong dalam keluarga rumput-rumputan ini memang serbaguna. Batangnya sering dimanfaatkan untuk  membuat rumah, gagang pancing, alat musik,  peralatan dapur, mebel, dan lain-lain. Sementara rebungnya merupakan sumber pangan bagi manusia. Harga yang murah dan rasanya yang unik membuat bambu disukai oleh orang-orang Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Tetapi, tidak hanya itu saja keistimewaan rebung. Berikut ini sembilan alasan mengapa sayuran satu ini baik bagi kesehatan manusia:
     
Rebung (bambu muda)

       
1.    Rendah kalori
Bagi Anda yang sedang berdiet, rebung sangat baik bila dimasukkan dalam daftar menu makanan Anda. Kadar kalori yang rendah, hanya 12 kcal/100 gr rebung yang sudah diolah, membuat tubuh memiliki energi lebih lama. Hal ini terjadi karena kandungan karbohidrat di dalamnya tidak mudah dipecah menjadi glukosa.

2.    Mengandung serat
Rebung mengandung serat sebanyak 2,2 gram/100gr-nya. Kandungan serat ini sangat baik bagi tubuh karena bisa membantu melancarkan pencernaan dan membuat perut kenyang lebih lama. Sehingga bisa menekan keinginan untuk ngemil setelah makan.

3.    Mengandung Vitamin C
Kandungan vitamin C-dalam mempunya efek antioksidan bagi tubuh. Sehingga bisa menghalau radikal bebas yang bisa menimbulkan penyakit kardiovaskuler, hipertensi, atau diabetes.


Rebung yang sudah siap dimasak

4.    Mengandung vitamin E
Vitamin E dalam rebung mencapai 1 mg atau 7% dari kebutuhan tubuh sehari-hari. Vitamin ini baik sekali bagi tubuh karena bermanfaat untuk mengatasi stress, meningkatkan kesuburan, mencegah penyakit kanker, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

5.    Mengandung asam folat
Asam folat penting bagi pembentukan janin. Asupan yang cukup akan mencegah munculnya spina bifida ( kelainan tulang belakang) dan anencephaly (kelainan yang menyebabkan otak tidak terbentuk) pada bayi.

6.    Mengandung potasium
Kandungan potasium dalam rebung mencapai 533 mg/100 gr. Fungsinya untuk mengendalikan detak jantung dan mengontrol tekanan darah.  

7.    Kaya akan vitamin B komplek
Vitamin B komplek adalah thiamin, riboflavin, niacin, vitamin B-6, and asam Pantothenic. Kelimanya memiliki peranan penting agar metabolisme sel dalam tubuh berjalan optimum.

8.    Mengandung mangan, tembaga, dan besi
Mangan berfungsi sebagai co-factor untuk enzim antioksidan dalam tubuh. Tembaga diperlukan dalam produksi sel darah merah, sedangkan besi bermanfaat dalam proses formasi sel darah merah.

9.      Rendah lemak
Lemak yang terkandung dalam 100 gram rebung mencapai 0,3 gr (1% dari kebutuhan harian tubuh). Kandungan lemak yang rendah membantu mengurangi resiko terkena serangan penyakit jantung.

Bambu


            Akan tetapi ada hal yang harus diperhatikan sebelum menikmatinya. Pastikan rebung sudah dikupas dan direndam dalam larutan garam selama setengah jam atau direndam dalam air semalaman. Setelah proses tersebut usai, lanjutkan dengan merebus rebung dalam air mendidih selama 5-10 menit. Fungsinya tak hanya untuk membebaskan rebung dari kuman penyakit, tetapi juga menghilangkan racun taxiphyllin yang mampu menghasilkan asam sianida dalam lambung. Setelah itu barulah rebung siap diolah menjadi berbagai masakan.  (AY)
           
 ----

Tentang Penulis

Afin Yulia. Blogger sejak 2006. Menelurkan lebih 12 antologi dan tiga novel trio. Karya terbarunya berjudul Sweet Sour Love : From Spring to Winter. Gemar membaca, memotret makanan, dan membuat kerajinan di waktu senggang. Bisa dihubungi via fb Afin Yulia atau twitter @afinyulia 


PALING BARU DARI JPI

TERBITKAN KARYAMU BERSAMA KAMI

POPULAR POSTS

POPULAR POSTS