IKLAN

Pernah Ditolak PH Tak Membuat Zainal Faruq Menyerah





Jaringanpenulis.com - Jepara tak hanya menjadi tanah kelahiran Raden Ajeng Kartini, tapi merupakan tanah kelahiran blogger dan youtuber yang kerap disapa Zainal Farug. Ia lahir dan dibesarkan di kota yang terkenal dengan ukirannya itu, selain gemar membaca dan menulis di blog pribadinya omahuruf.com, ia juga aktif menjalani usaha tenun, salah satunya produksi masker tenun. 


Lelaki kelahiran 04 Februari 1990 ini, merupakan lulusan dari salah satu sekolah di Kediri, kemudian melanjutkan kuliah di STAIN Kudus (Sekarang sudah IAIN) angkatan 2012 dan lulus 2017. Dulu, ia pernah juga menjadi redaktur majalah pada tahun 2010-2011. 

Ketika ditanya kapan awal menulis, lelaki yang kerap disapa Mas Faruq ini pun bercerita bahwa ia nge-blog itu sudah cukup lama. Sekitar tahun 2010 akhir. Itu pun karena terinspirasi dari teman-teman MA yang banyak kirim tulisan ke Mading (Majalah Dinding). Saat itu dirinya masih jadi “pembaca setia”. Selain itu ada satu teman yang menurut Zainal menjadikan dirinya termotivasi untuk menulis, namun dia telah tiada. Namanya Yusuf, dia seorang redaktur majalah dan salah satu anggota tim pembukuan di sekolah. 

“Gara-gara dia saya jadi termotivasi untuk menulis saat di bangku MA akhir, hingga salah satu kru majalah dia meminta saya untuk bergabung. Saat itu pula pengalaman menulis saya semakin terasah dan iseng-iseng bikin cerpen, walaupun gagal terbit, karena masuk di penerbit yang nggak jelas,” tulis Mas Farug di whatssap. 

“Selepas lulus, saya mulai fokus untuk kuliah mulai tahun 2012 hingga 2017, hingga lupa ngurus blog saya. Namun saat itu saya mulai sadar, bahwa menulis itu seharusnya nggak hanya sekedar menulis, tapi semoga bisa juga menjadi mata pencahariaan, akhirnya saya mengikuti jejak para blogger, dengan menautkan iklan Adsense ke blog. Puncaknya blog saya omahuruf.com jadi ada iklan Adsensenya.” Imbuh Mas Farug. 

Karena kecintaannya pada dunia literasi, Mas Farug ini tak hanya menulis di blognya, melainkan merambah belajar skenario, untuk itulah ia bergabung di Jaringan Penulis Indonesia, ingin belajar menulis skenario.

“Sebelumnya saya nggak pernah tahu apa itu Jaringan Penulis Indonesia. Tapi gara-gara kenal sama Mbak Jamila anggota senior di JPI saya jadi tahu dan diajak beliau. Awal kenal itu saat saya lihat di Instagram dia ada banyak poster promote tentang FTV yang akan tayang dan yang telah tayang. Ya saya nggak tahu, saya DM beliau. Orangnya ramah, hingga suatu kesempatan beliau menawari saya sendiri untuk gabung ke grup JPI, dan saya terima saja. Di sini saya bersyukur, ternyata di grup ini bertemu senior-senior yang baik hati,” kenang Mas Faruq. 

Walaupun pernah ditolak PH, tapi tak membuat Mas Faruq ini menyerah. Ia tetap semangat menulis di blog dan sesekali belajar menulis sinopsis skenario. Walau masih tersimpan di laptop. 

“Menulis script bagi saya mungkin bisa dibilang baru. Sekitar awal 2019 lalu. Diawali dari kebosanan dari seorang penonton film. Entah film barat maupun Indonesia. Kejenuhan itu lalu menjadikan saya membuka youtube, lalu iseng-iseng ketik skenario film. Nah dari situ, saya mulai mengenal istilah-istilah yang ada dalam kepenulisan skenario, walau pun nggak paham 100%. Mungkin karena nggak puas, akhirnya saya membeli bukunya Bunda Elizabetz Luters, seorang penulis skenario dan saya baca pelan-pelan hingga selesai,” tutup lelaki penyuka warna biru tersebut. 

Buat teman-teman yang mau kenalan dengan sosok Mas Farug, bisa langsung mengunjungi akun media sosial miliknya. 

Blog: omahuruf.com 
Twitter: @owech_ 
Youtube: Owech Podcast

Posting Komentar

0 Komentar