Niatnya Murni Untuk Menulis, Penolakan Gagal Menghentikan Heru Prasetyo Untuk Tetap Menulis

 Penulis : Sathya Vahini


Heru Prasetyo, pria berusia 42 tahun yang saat ini tinggal di Sleman ini begitu gemar menulis. Tak terhitung berapa karya yang berhasil ia telurkan. Awalnya, saat itu Heru Prasetyo yang masih duduk di bangku SD suka mendengarkan cerita sandiwara di radio. Adapun kisah yang ia dengar seperti Babad Tanah Leluhur, Kaca Benggala, Brahma Kumbara, Tutur Tinular, Saur Sepuh, dan masih banyak lagi. Dari cerita-cerita tersebut, tumbuhlah imajinasi Heru yang membuatnya memutuskan untuk menjadi penulis.

 

Saat ini Heru sedang aktif menulis cerpen (cerita anak, cerita horor) dan tulisan-tulisan ringan seperti artikel bola. Karya-karyanya bisa dilihat di akun Instagram pribadinya, @herumawanpa.

 

Heru mengagumi beberapa penulis yang menginspirasinya seperti Hans Christian Anderson, R.A Montgomery, N.H Dini, Arswendo Atmowiloto, Agatha Christie, dan Sir Arthur Conan Doyle.

 

Ditolak PH

Selain menulis cerpen, Heru juga gemar menulis sinopsis film. Ia pernah beberapa kali mengirimkan sinopsis ke PH yang berbeda-beda namun ditolak. Ia juga pernah mengikuti kompetisi Star Script Hunt yang diselenggarakan oleh Kwikku (2021), tetapi karyanya juga belum terpilih saat itu.

 

Meski demikian, pria yang memiliki motto "Menulis agar tetap waras" ini tidak mudah menyerah. Hal itu ia jadikan pelajaran untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas tulisannya. Hingga akhirnya, ia berhasil membuat PH melirik karyanya. Saat itu, 4 sinopsis FTV religi karyanya diterima dan pernah tayang di Trans7 sekitar tahun 2015-2017.

 

Harapan Heru untuk dunia kepenulisan di Indonesia kedepannya adalah agar para penulis mampu menghasilkan karya yang lebih kreatif serta lebih banyak tulisan yang bermutu. Hingga nantinya, penulis tidak hanya menciptakan karya yang menghibur, tetapi juga dapat menambah pengetahuan pembaca.

Posting Komentar untuk "Niatnya Murni Untuk Menulis, Penolakan Gagal Menghentikan Heru Prasetyo Untuk Tetap Menulis"

www.jaringanpenulis.com