Bermula dari sang Ibu yang Gemar Menonton FTV, Ade Mulyono Berkeinginan Membuat Skenario Film

 Penulis : Sathya Vahini


Ade Mulyono, pria kelahiran Tegal saat ini tinggal di ibukota Jakarta. Ia adalah salah satu alumni Universitas Pamulang, Banten, jurusan Sastra. Ade diketahui ingin menjadi penulis setelah membaca karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Selain gemar membaca karya-karya Pramoedya, Ade juga menyukai karya Hamka, Muchtar Lubis, dan NH Dini. Tak hanya penulis tanah air, beberapa penulis luar yang Ade gemari ialah Knut Hamsun, Khaled Hosseini, dan Leo Tolstoy yang kemudian menginspirasinya untuk menelurkan beberapa judul buku. Adapun karyanya yang berhasil diterbitkan ialah Lautan Cinta Tak Bertepi (2018), Dehumanisasi Pendidikan (2021), dan Namaku Bunga (2022). Karya-karyanya bisa ditemukan di beberapa media online dan aplikasi e-commerce.

 

 

Ingin Menulis Skenario

Pada mulanya, Ade tidak ada pemikiran untuk menulis skenario. Namun karena melihat sang ibu yang gemar menonton FTV, timbul niat Ade untuk menulis skenario film. Harapannya kalau skenario karyanya diterima PH, sang ibu dapat menonton karya anaknya. Pria yang memiliki motto hidup “Seseorang bisa hidup tanpa kebesaran, tetapi tidak ada seorang pun bisa besar tanpa kebebasan" ini ingin menulis skenario dengan mengusung tema alam serta kelestarian lingkungan yang dikemas apik layaknya film drama.

 

Kecintaan Ade pada dunia penulis tentunya memicu keinginan untuk menciptakan dunia kepenulisan yang lebih baik. Saat ini, harapan Ade untuk dunia kepenulisan di Indonesia ialah semakin semarak tidak hanya para penulisnya, tetapi juga para pembaca. Tentu saja bukan hanya sastra tetapi berbagai genre penulisannya termasuk skenario perfilman.

Posting Komentar untuk "Bermula dari sang Ibu yang Gemar Menonton FTV, Ade Mulyono Berkeinginan Membuat Skenario Film"

www.jaringanpenulis.com