Selalu Juara Kelas, Umi Fadilah Kini Mantap Jadi Penulis Berkelas

Penulis: Kannethly Garry

Umi Fadilah merupakan gadis kelahiran Banjarnegara, 28 Februari 2002. Sejak kecil, Umi sama sekali tidak berkeinginan untuk menjadi seorang penulis, bahkan Umi tidak suka membaca buku sama sekali.
Gadis pencinta benda-benda langit atau yang biasa disebut dengan istilah astrophilia ini sangat ingin menjadi seorang traveler yang bisa mengelilingi dunia. Keinginannya sangat bertolak belakang dengan kehidupannya, karena nyatanya, Umi adalah anak rumahan yang jarang pergi keluar.

Di SMK, Umi mengambil jurusan Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi. Sebuah jurusan yang sama sekali tidak dia kuasai sebelumnya.Umi pernah menganggap bahwa dia salah jurusan, namun, lama-kelamaan Umi merasa bahwa jurusannya sangat keren. Umi bisa mempelajari tentangsistem komputer, desain grafis, pemrograman, juga beberapa jaringan. Pastinya hal itu sangat berkaitan dengan minat bakatnya saat ini di dunia literasi.

Umi dan Dunia Literasi
Sejak kecil Umi adalah gadis yang sangat aktif dengan rasa keingintahuan yang tinggi. Semasa MI, Umi selalu mengikuti berbagai perlombaan, mulai dari membaca puisi, pidato 3 bahasa (bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa), pramuka, juga dipercaya untuk menjadi pembawa acara di sebuah acara akhirusanah.

Tidak sampai disitu saja, semasa MTs pun Umi masih tetap aktif berkegiatan, namun Umi lebih berfokus pada bidang akademik. Umi sering dipercaya pihak sekolah untuk mengikuti perlombaan, mulai dari matematika, Olimpiade Sains Nasional, pramuka, pidato, juga ditunjuk menjadi anggota paduan suara. Selain prestasi non akademik, Umi juga berprestasi di bidang akademik. Umi mempertahankan peringkat satunya selama sepuluh tahun berturut-turut. Umi juga menyandang gelar bintang pelajar sepanjang MTs. dan dinyatakan sebagai lulusan terbaik.
Menginjak bangku SMK, Umi mulai menarik napas dan sedikit mengurangi keaktivannya di acara perlombaan. Berada di sekolah favorit membuat Umi harus berusaha lebih keras untuk bisa menyeimbangkan nilainya dengan anak-anak yang lain. Di tengah semangatnya belajar, pandemi datang. 

Keadaan ini membuat pihak sekolah terpaksa memberikan libur panjang sesuai kebijakan pemerintah. Umi yang mulai bosan dengan aktivitasnya di rumah mencoba melakukan hal baru. Umi pun mengikuti lomba menulis puisi untuk pertama kalinya. Umi begitu senang ketika coretan tangannya yang sederhana mendapat apresiasi sebuah E-sertifikat. Umi tertarik untuk mengikutinya lagi, lagi, dan lagi hingga puluhan E-sertifikat dan beberapa piala berhasil dikoleksinya. 

Merasa kurang puas Umi bertekad untuk meningkatkan kemampuannya menulis sebuah buku. Buku pertamanya merupakan kumpulan puisi yang dia tulis selama enam bulan lamanya. Buku pertama berhasil dia terbitkan di sebuah penerbit indie, yaitu Penerbit Kerta Sentuh pada bulan Januari, 2021. 

Selang beberapa waktu, Umi berpikir untuk menulis sebuah novel. Impiannya memang terkadang sedikit mustahil, karena menjadi seorang novelis bukanlah hal yang mudah. Untunglah dia bertemu seorang penulis yang dengan senang hati mengajarinya dari nol. Awal mula, Umi menulis sebuah cerpen. Dia mulai bergabung di beberapa komunitas kepenulisan dan mengikuti berbagai seminar. Dari situlah Umi banyak belajar, mulai dari tanda baca, diksi, penokohan, alur, dan masih banyak lagi. 

Novel pertamanya ditulis dengan lancar. Di tengah kegirangannya menulis, Umi mendapat musibah. Pada suatu hari Umi kehilangan naskah novel yang sempat membuatnya down selama berminggu-minggu. Umi tak lantas menyerah. Berkat kegigihannya ia berhasil menerbitkan buku kedua yang merupakan novel pertamanya pada 28 Februari 2022 di Penerbit HWC Publisher. Sebuah kado spesial yang didadat Umi setelah berjuang memulihkan kembali naskahnya yang sempat hilang. 

Kini Umi sudah bertekad untuk menjadi seorang penulis yang memiliki banyak karya. Menurutnya dengan menulis setidaknya kita masih tetap berguna meskipun raganya telah tiada. Umi memiliki moto hidup, "Siapa pun bisa menjadi apa pun. Maka lakukanlah apa saja yang kamu bisa, setidaknya itu membuat hidupmu menjadi lebih berguna."

KaryaUmi saat ini sudah dimuat di beberapa platform, mulai dari platform Indonesia, Hongkong, hingga Singapura. Selain penulis, Umi merupakan marketer resmi di Penerbit Kertasentuh, editor naskah di Penerbit Wakil Kata, blogger, juga content creator.

Karya:
Prestasi: Juara 2 dan juara 3 lomba menulis puisi
Buku: Suara di Ujung Pena dan Between Love and Ideals

Posting Komentar untuk "Selalu Juara Kelas, Umi Fadilah Kini Mantap Jadi Penulis Berkelas"

www.jaringanpenulis.com