Hobinya Menulis Fiksi, Kannethly Garry Ingin Jadi Sutradara Film

Penulis: Umi Fadilah

Kannethly Garry, merupakan wanita kelahiran Jakarta, 17 Desember 1995. Ketertarikannya pada dunia sastra dan tulis menulis memang sudah tumbuh sejak kecil. Ia sangat suka membaca buku terutama koleksi dari ibunya. Penulis favoritnya saat itu adalah Enid Blyton dan judul favoritnya adalah Lima Sekawan.

Tak hanya menyukai dunia kepenulisan, Kannethly juga menyukai budaya Jepang. Menurutnya, budaya Jepang terutama hasil karyanya selalu memiliki arti tertentu. Baik itu dalam animasi, film bahkan lirik lagu yang penuh dengan makna.

Gadis yang memiliki moto hidup “Kerjain yang terbaik karena Tuhan, bukan karena manusia. Setiap hal itu ada waktunya” memiliki cita-cita sebagai sutradara film. Kannethly yang sudah gemar menulis sejak kecil terus mengasah kemampuannya dengan mengikuti berbagai event Sastra. Kegigihannya dalam menulis menuai banyak hasil, yaitu menjadi most infuential blogger dari Tatler Indonesia, juga melahirkan sebuah novel dengan judul Rouge Ni Naritai.

Terjun Ke Dalam Dunia Kepenulisan
Menyukai dunia tulis menulis, Kannethly memutuskan untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler koran sekolah atau jurnalistik Ketika menginjak kelas 1 SMP. Salah satu karyanya kemudian difitur oleh VivaNews di 2008. Padahal, usianya saat itu masih 12 tahun. Kini, menulis adalah sebuah hobi yang bisa mengembalikan mood-nya, sampai Kannethly pernah berkata, “Nulis itu healing buat saya, kayak kabur dari masalah dengan cara nulis.”

Kannethly mulai menulis dalam platform Fanfiction.net. Saat itu, ia menulis beberapa fiksi penggemar untuk anime kesukaannya. Di sana juga ia bertemu dengan beberapa penulis senior yang telah menerbitkan beberapa judul dan banyak belajar.

Akhirnya, pada tahun 2012, Kannethly memberanikan diri untuk mengirimkan beberapa cerita pendeknya ke penerbit dan majalah. Cerpennya yang berjudul Aku Akan Ada di Sini kemudian ditampilkan oleh Blog Gagas Media di 2012.

Kannethly kembali mencoba peruntungannya dalam sebuah ajang bernama Kampus Fiksi yang diadakan oleh penerbit Diva Press pada tahun 2013. Meskipun tidak masuk ke dalam kualifikasi tema, Kannethly rupanya diberi kesempatan untuk membuat novel dengan ide lain. Kannethly mengaku bahwa itu cukup berat karena ia tengah menghadapi ujian nasional. Sebisa mungkin Kannethly membagi waktu antara belajar dengan melanjutkan cerita novel yang tengah ia tulis, hingga akhirnya novelnya yang berjudul Rouge Ni Naritai diterbikan oleh penerbit Diva Press pada tahun 2014. Rasa bangga dan haru memenuhi hati ketika pertama kali melihat buku pertamanya terpajang di Gramedia.

Banting Setir ke Dunia Blogger
Tahun 2014, dunia blogger kian ramai. Hal ini membuat Kannethly ingin menjajal kepenulisan blog. Kannethly memulai Blog DiaryMakan di tahun 2014 karena memang menyukai eksplorasi kuliner. Tidak disangka, tulisannya ini membawanya untuk dinominasikan bersama beberapa figur publik terbaik di Indonesia dalam ajang Influence Asia 2017. Di tahun yang sama, Kannethly juga dinobatkan sebagai Blogger Paling Berpengaruh di Indonesia versi Majalah Tatler Indonesia. Luar biasa.


Kembali Menulis Fiksi
Kerinduan Kannethly menulis fiksi akhirnya terbalas. Di awal tahun 2020, Kannethly mecoba menulis fanfiksi di platform Wattpad. Berlanjut menuliskan beberapa karya lainnya. Hingga hari ini, sudah ada 12 karya pada platform Wattpad yang diberi nama Pichi Dichi tersebut.

Salah satu di antaranya adalah Serial Double Zero Calla Caelus yang dibaca lebih dari 300 ribu dalam waktu kurang dari 3 bulan, serta Plumeria yang saat ini sedang dalam karantina Skuad Idol, sebuah ajang kepenulisan yang tidak semua orang mampu bertahan dalam event tersebut. Dengar-dengar, pesertanya adalah para penulis senior yang telah memiliki banyak karya.

Posting Komentar untuk "Hobinya Menulis Fiksi, Kannethly Garry Ingin Jadi Sutradara Film"

www.jaringanpenulis.com