Resty Rachma, Menjadikan Kegiatan Menulis Sebagai Obat Sakit Hati

Penulis: Lintang Suar - Editor: Servita Rachma

Foto: Resty Rachma

Kita semua percaya jika menjadi inspirasi banyak orang merupakan hal yang membanggakan, begitu pula dengan Rahma Pangestuti atau yang lebih akrab dipanggil Rahma. Perempuan yang berasal dari Kota Pati ini memiliki mimpi untuk menjadi seorang penulis dan dapat menginspirasi banyak orang melalui karya-karyanya.

Bagi Rahma, menulis adalah cara terbaik untuk mengungkapkan rasa dan menumpahkan sesak dalam dada. “Menurut saya, menulis itu adalah obat karena bisa menjadi penawar rasa sakit terutama sakit hati. Dengan menulis kita dapat menyampaikan apa yang kita rasakan tanpa perlu bicara,” tutur perempuan berhijab ini. Hingga saat ini Rahma telah mempublikasikan karyanya di berbagai platform digital seperti KBM, Kwikku, danWattpad.

Perempuan yang memiliki nama pena Resty Rachma ini jatuh cinta terhadap dunia kepenulisan sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Berawal dari kebiasaannya dalam menulis segala hal yang dia alami dalam buku diary, Rahma pun mulai tertarik untuk menekuni dunia literasi dengan membuat berbagai tulisan baik puisi, cerpen, ataupun novel. 

            Novel pertamanya berjudul "Tanpa Tapi" yang dapat kalian baca di aplikasi Kwikku. Sebuah kisah tentang gadis yang beranjak dewasa dan harus mengambil keputusan-keputusan besar dalam hidupnya. Ketika membuat cerita Tanpa Tapi, Rahma terinspirasi dari kisahcinta orang-orang di sekitarnya, tentang patah hati, cinta bertepuk sebelah tangan, dan sulitnya move on. “Masih tentang kisah cinta pada umumnya, tapi dari cerita Tanpa Tapi kita bisa belajar tentang banyak hal, seperti halnya tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan dan kita juga belajar mengenai pentingnya kejujuran dalam sebuah hubungan," tuturnya menjelaskan.

Tak bisa dipungkiri, kegiatan menulis selalu tak jauh dari mood penulisnya sehingga banyak penulis yang pasti pernah atau bahkan sering mengalami Writer's Block atau dikenal sebagai suatu kondisi ketika penulis tidak dapat menuliskan apa pun. Oleh karena itu, Rahma memiliki cara sendiri untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan mengikuti beberapa kompetisi dalam menyelesaikan karyanya. Seperti karya pertamanya yang diselesaikan dengan cara mengikuti kompetisi yang diadakan platform digital Kwikku. Rahma berkata, Saya sengaja ikut kompetisi, supaya lebih semangat untuk menyelesaikan cerita Tanpa Tapi. Walau tidak menang, tak apa karena saya mendapat pengalaman baru juga teman-teman baru."

Awalnya Rahma sempat bingung mencari teman-teman satu frekuensi yang menyukai dunia kepenulisan, karena di lingkungan sekitarnya rata-rata tidak memiliki minat yang sama dengannya. Oleh karena itu, untuk mendapat kenalan satu jalannya maka Rahma pun mulai mencari tahu di laman Instagram dan dari sanalah Rahma menemukan suatu grup kepenulisan bernama Jaringan Penulis Indonesia, yakni sebuah komunitas yang di mana para penulis bisa belajar lebih mendalam mengenai dunia literasi dan selain itu di dalamnya ada banyak sekali orang-orang hebat sehingga kita bisa belajar dari sumbernya langsung. Mendapat suatu kesempatan yang tidak boleh disia-siakan, membuat Rahma merasa harus ikut menjadi salah satu anggotanya. Grup JPI telah membuat perempuan penyuka novel romance religi ini sadar bahwa dunia kepenulisan itu luas dan kini Rahma sedang belajar untuk membuat sinopsis FTV dan skenario. Rahma berharap suatu saat nanti, dirinya dapat mengikuti jejak teman-teman JPI yang telah berhasil membuat sinopsis FTV juga skenario.

Selain menulis, bungsu dari tiga bersaudara ini juga membuka usaha snack yang ia rintis sejak tahun 2020. Semua berawal ketika Rahma yang sudah menamatkan pendidikan S-1, sulit untuk mendapat pekerjaan. Dia pernah bekerja sebagai kasir dan customer service, tetapi hanya dalam waktu singkat dan salah satu alasannya karena tidak merasa nyaman. “Saya pernah bekerja di beberapa tempat, tetapi tidak pernah mendapat kenyamanan seperti ketika saya menulis,” jelasnya.

            Kini Rahma fokus belajar tentang dunia kepenulisan juga mengurus usaha snack miliknya. Agar tetap konsisten Rahma selalu memupuk semangat dalam dirinya dan berkata pada dirinya sendiri, “Terus semangat mengejar mimpi, karena semua akan menjadi mungkin ketika kita terus berusaha.”

Mari berkenalan lebih dekat dengan Rahmalewat akun media sosial miliknya.

Instagram        : @rachma_75

Kwikku           : @restyrachma75

KBM               : @resty_rachma

Wattpad          : @resty_rachma

E-mail              : rahmapangestuti75@gmail.com

Profil

Nama               : Rahma Pangestuti

Nama pena      : Resty_Rachma

TTL                 : Pati, 07 Mei 1996

Riwayat Pendidikan

-SDN PATI KIDUL 06 PATI

-SMPN 2 PATI

-SMA PGRI 1 PATI

-INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS

Karya :

Novel :

- Tanpa Tapi (Kwikku)

- Forgive (KBM)

- Abdi Negara (KBM)

- Kisah Kasih (KBM, Wattpad)

Flash Fiction :

- Reuni (Kwikku)

- Sosok Hitam (Kwikku)

- Seperempat Abad (Kwikku)

- Love Yourself (Kwikku)

Script  :

- Pejuang Amplop Cokelat (Kwikku)

Cerpen :

- Lebih Baik Bersyukur Bukan Insecure (Website JPI)

- Rana (Proyek Buku KoPMi Batch 2 yang berjudul Sebening Embun)

Puisi :

- Ibu Kartini (Kontributor dalam lomba cipta puisi regional Jawa-Bali dan termasuk 40 perempuan penulis puisi dalam buku “Kekuatanku, Srikandi Indonesia”)

 

Posting Komentar untuk "Resty Rachma, Menjadikan Kegiatan Menulis Sebagai Obat Sakit Hati"

www.jaringanpenulis.com