Mengenal Berbagai Cara Menerbitkan Buku bersama Ariny NH

 Penulis: Nindya Maharani - Editor: Servita Ramadhianti

Sebagai penulis, melihat karya dipajang di toko buku sudah menjadi impian mereka. Namun, tidak semua penulis pemula tahu berbagai cara agar tulisannya bisa berakhir di rak-rak toko buku kesayangan mereka.  Ariny NH selaku pemilik  penerbitan buku AT Press mengenalkan berbagai cara menerbitkan buku kepada peserta JPI Class (Jaringan Penulis Indonesia) pada hari Senin (7/6) di platform whatsapp.

JPI Class adalah kelas berisi anggota grup kepenulisan bernama Jaringan Penulisan Indonesia yang didirikan oleh Endik Koeswoyo. Anggota grup kepenulisan ini memiliki 153 anggota yang sudah terverifikasi.
Ariny menjelaskan bahwa sebenarnya ada berbagai cara untuk menerbitkan tulisan, tidak melulu melalui jalur penerbit mayor.

“Dedek gemes tuh selalu nyebut mayor seperti Gramedia, padahal banyak yang lain,” katanya.

Berikut, ia jelaskan empat jenis penerbit yang bisa dijadikan pilihan penulis pemula untuk menerbitkan tulisannya.
Pertama, melalui jalur seleksi penerbit mayor seperti Gramedia. Namun, Ariny mengingatkan semakin besar nama penerbitan itu, semakin panjang proses penantian yang harus penulis lalui.

“Dulu menunggu keputusan naskah diterima atau ditolak membutuhkan 3-4 bulan, tetapi sekarang 6 bulan sampai 1 tahun lebih, bahkan bisa saja naskah berakhir tanpa kabar,” kata Ariny. Ia sendiri sudah mengalami kepahitan beberapa kali ditolak penerbit mayor.

Namun, Arinya menambahkan, masih ada 3 jalan yang bisa ditempuh apabila penulis ingin karyanya tetap diterbitkan. “Cara kedua, ada penerbit indie label. Sistemnya seperti penerbit mayor. Ada seleksi dan dapat buku terbit, tetapi bukunya hanya dijual online dan sistem pre order.”

Alternatif lainnya, Ariny merekomendasikan menerbitkan melalui self publishing. Self publishing artinya penulis yang menanggung produksi pra cetak, seperti membayar jasa editor, menyediakan desain cover sampai merapikan layout. “Tapi, jika penulis tidak mampu, bisa diserahkan penerbit dan membayar dengan biaya tertentu, nanti produksi pra cetaknya dikerjakan penerbit itu,” terangnya.

Cara terakhir adalah menerbitkan melalui penerbitan semi mayor. Semi mayor adalah gabungan antara mayor label dan indie label.

“Bisa masuk toko buku, tapi biaya cetak ditanggung penulis,” papar Ariny. Ia menjelaskan bahwa melalui penerbit semi mayor, karya penulis bisa masuk toko buku, tetapi ada minimal cetak sebanyak 2000 eksemplar. Dibawah angka cetak tersebut, biaya cetak dianggap berat oleh penerbitnya.

Contoh yang Ariny sebutkan adalah penerbit Loka Media, salah satu penerbitan buku semi mayor yang menyaratkan jika buku laku minimal 500 eksemplar di masa pre order, maka penerbit akan melanjutkan distribusinya ke toko-toko buku besar, seperti Gramedia.

Ariny pun memiliki penerbitan buku sendiri bernama AT Press yang ia dirikan sejak tahun 2014. Ia sudah menerbitkan beberapa buku diantaranya Kau Begitu Sempurna (2015), Sahabat Tanpa Cinta (2018) dan September Wish (2018). Ia juga sempat diundang pada acara Hitam Putih tahun 2016. Walau ini kelas pertama Ariny sebagai mentor di JPI class, tetapi sebelumnya ia juga pernah menjadi pembicara bedah buku dan mengisi acara sharing di grup JPI. (NM)

Posting Komentar untuk "Mengenal Berbagai Cara Menerbitkan Buku bersama Ariny NH"

www.jaringanpenulis.com