IKLAN

www.jaringanpenulis.com

Hebat! Mesin Perajang Singkong Buatan SMK PGRI 3 Malang Siap Dipasarkan


Masa sekolah adalah momen yang paling indah dan menyenangkan. Disitulah proses pematangan siswa untuk memantapkan pilihannya, termasuk dalam menorehkan karyanya. Prestasi yang diukir kala SMA/SMK sudah pasti berkesan untuk diceritakan.
Sebagai sekolah pencetak calon pengusaha tangguh, kreatif dan inovatif, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus berkarya menghasilkan produk bernilai jual. Harapannya, produk yang dihasilkan bisa menjadi penggerak usaha bagi yang membutuhkan. Apalagi saat ini pemerintah tengah gencar mendorong SMK untuk menjadi garda terdepan penggerak ekonomi.

Mesin Perajang Singkong adalah salah satu bukti bahwa pelajar SMK PGRI 3 Malang mampu membuat alat yang berdayaguna. Mesin Perajang Singkong ini diberi nama Tefa Skariga. Selain higienis, mesin perajang singkong lebih mudah dioperasikan, efektif, dan sangat mendukung bagi para pengusaha kecil dan menengah. Harganya terjangkau, mutunya pun berkualitas.

Menurut Moch. Lukman Hakim, Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Malang, mesin perajang singkong dibuat sejak dua tahun yang lalu. Selama produksi, sudah ada empat produk sejenis yang telah dikirim ke konsumen. Produk tersebut merupakan pengembangan dari produk-produk sebelumnya.

Ide pembuatan mesin perajang singkong datang dari guru SMK PGRI 3 Malang. Program pembuatan mesin perajang singkong melibatkan sejumlah teknisi beserta para siswa. Dalam pengerjaannya, guru akan memberikan masukan serta tinjauan teknis, mendesain atau menggambar rancangan alat atau produk yang akan dibuat sehingga menghasilkan produk yang bernilai jual.

Keunggulan produk dari Mesin Perajang Singkong (Tefa Skariga) ini adalah:
a. Harga murah
b. Kualitas bagus
c. Hasil irisan stabil
d. Hasil irisan langsung goreng tanpa jemur
e. Pengoperasiannya mudah.


Proses pembuatan mesin perajang singkong memakan waktu sekitar dua sampai tiga minggu dengan bahan-bahan yang mudah di dapat di toko teknik. Bahan membuat mesin perajang singkong, yaitu motor listrik, pulley, belt, besi siku, pelat 1 mm, pelat 10 mm, dan kabel. Meski alatnya mudah diperoleh, tetapi proses produksi kerap menghadapi hambatan.
"Selama proses pembuatannya yang cukup menjadi tantangan adalah proses machining rumah pisau atau piringan, karena diperlukan ketelitian dalam proses frais-nya supaya hasil irisan/slicing mempunyai ketebalan yang stabil," ungkap Lukman.

Mesin perajang singkong dipasarkan dengan harga berkisar antara Rp4.000.000 sampai Rp5.000.000. Dalam memasarkannya, para guru dan siswa memanfaatkan media sosial serta menjualnya secara online di marketplace khusus Direktorat SMK.

SMK PGRI 3 Malang, Jawa Timur
Selama ini Diknas setempat selalu memberikan dukungan dan mengapresiasi karya-karya pelajar SMK PGRI 3 Malang, yang masuk dalam daftar salah satu SMK terbaik di Kemendikbud. Tak jarang para pelajar diundang untuk ikut serta dalam pameran, termasuk diberi bantuan dan lainnya.
Selain memproduksi mesin perajang singkong, SMK PGRI 3 Malang juga telah membuat beberapa alat lainnya, seperti mesin penyerut bambu untuk tusuk sate dan sangkar burung.
"Mesin penyerut bambu tersebut dijual dengan harga Rp6.000.000. Mesin ini multifungsi, merupakan perpaduan dari Mesin Perajang Singkong, tetapi kapasitas dan mekanisme mesin sedikit berbeda dari generasi sebelumnya, sesuai permintaan konsumen," tambah Lukman.



Bagi pelaku industri kecil dan menengah yang tertarik dengan mesin buatan siswa SMK PGRI 3 Malang, silakan kontak di bawah ini:
1. Instagram: @Skariga_Official
2. FB: SMK PGRI 3 MALANG
3. Twitter: Skariga1
4. Tiktok : Skariga
5. Website : Skariga.Com dan smkpgri3malang.sch.id
6. YouTube : SkarTV dan SMK PGRI 3 Malang

Mengakhiri percakapan, Lukman berpesan, "Tetap kreatif dan produktifitas untuk mewujudkan mimpi nyata sebagai usahawan muda, agar semakin bangga sebagai alumni SMK yang menguatkan vokasi di NKRI."

Sementara itu, Riyandi Agung Saputro, S.Or, Head of Creative Promotion SMK PGRI 3 Malang menambahkan pesan "Teruslah berproses karena kalian akan menemukan hasilnya, teruslah bersyukur karena kalian akan merasakan nikmat-Nya dan banggalah menjadi warga negara Indonesia, karena negaramu membutuhkan pelajar SMK yang luar biasa!"
Mari kita dukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dengan membeli, memakai, dan mempromosikan produk-produk dalam negeri, karya anak bangsa. (DR)

Posting Komentar

0 Komentar