Mantap Jadi Penulis, Inilah Cara Dede Hartini Meyakinkan Orang Tuanya




Oleh: IIlhidayatul Husna

Namanya Dede Hartini, ia dilahirkan di Bandung pada tanggal 12 Mei 1996. Seperti pecinta sastra lainnya, ia memiliki hobi yang sama, menulis untuk melahirkan karya-karya yang indah. Gadis cantik berdarah sunda itu sangat berbakat, terbukti dengan beberapa karyanya yang bisa tembus saat menulis berbagai FTV di televisi.

Sebelum mencapai kata sukses, banyak tantangan yang telah Dede lalui. Tangtangannya saat menulis adalah saat orang tuanya mengekangnya, menganggap bahwa hobinya menulis hanya main-main saja, tidak bermanfaat, dan membuang waktu. Orang tuanya menganjurkan Dede untuk melakukan kegiatan lain yang menurutnya lebih bermanfaat, dan meninggalkan hobi yang telah lama ia geluti itu.

Tekanan dari orang tua tak mematahkan keinginannya untuk maju dan berkarya sebagai penulis. Tanpa lelah perempuan berperawakan mungil inipun meyakinkan orang tuanya. "Kita coba menjelaskan pada orang tua, kalau memang beliau kurang mengerti atau tidak mau mengerti, ya sudah, jangan banyak bicara atau mendeskripsikan, tapi fokuskan diri untuk memperjuangkan impian itu. Setelah berhasil, mereka pun akan bangga." ucap Dede yang disampaikan lewat whatsapp.

Upaya Dede untuk meyakinkan orang tua akhirnya berhasil. Dede akhirnya mampu menunjukan kepada orangtuanya bahwa semua hal yang ia lakukan selama ini berbuah manis. Ide ceritanya yang tayang di SCTV menjadi tanda bahwa hobinya menulis membuahkan hasil yang membanggakan. Meski masih berkolaboasi dengan penulis skenario Endik Keswoyo, namun usaha Dede untuk bisa menembus televisi mampu menbuat orang tuanya berbalik arah, dari sebelumnya melarang menjadi mendukung. Sebuah komitmen yang ia tanamkan mampu ia pegang. Pandangan miring tentang hobinya berhasil ia tepiskan jauh-jauh. "Tetap konsisten, berjuang sampai berhasil," tegas Dede.
FTV perdana Dede Hartini yang tayang di SCTV
berkolaborasi dengan Endik Koeswoyo 
Kegemarannya dalam dunia tulis ini sudah mencuat saat ia masih duduk di bangku SMP. Sungguh, tidak jarang ketika masih sekolah teman-temannya sering meledekinya, dengan bahasa yang puitis saat ia mengarang sebuah cerita. Tapi nyatanya, hal itu tidak membuat Dede tumbang dan berhenti untuk terus berkarya. Ia hanya mendengarkan orang-orang yang mendukungnya dan membuktikan pada orang yang sudah meremehkannya, bahwa cita-citanya bukanlah sekedar angan-angan belaka.

"Aku suka nulis itu sejak SMP, pernah diledekin sih, tapi cuma bercanda saja," kata Dede. Seperti penulis lain, tak jarang pula Dede diserang rasa tidak enak (badmood) saat menulis. Kehilangan rasa dalam cerutanya sendiri. Namun, itu bukanlah halangan baginya, karena masalah itu bisa ia tepis dengan kegiatan yang bisa membuat otaknya menjadi rileks. Jika sudah dalam suasana tenang dan nyaman, Dede kembali melanjutkan tulisannya, menyambung ide yang sempat terputus tiba-tiba. "Paling, kalau lagi bener-bener nggak ada ide, aku itu ngemil, piknik, nonton TV, atau baca buku."
FTV kedua Dede Hartini yang tayang di SCTV
berkolaborasi dengan Endik Koeswoyo 
Alasan utama ia ingin terjun ke dunia penulisan, ternyata bukan hanya sekedar hobi. Dede mengatakan "ingin mengekspresikan segala perasaan dan mengubahnya dalam bentuk karya yang indah dan bisa dinikmati dunia," kata Dede dengan lugasnya.

Selain itu, ia juga punya target sendiri yang ditaman di dalam hati. Dengan optimis Dede berucap, "Aku punya target, dalam jangka pendek ingin nulis FTV, dalam jagka panjang, aku pingin novelku bisa terbit dan tembus di penerbit mayor, lalu diangkat jadi film."

Gadis cantik itu, begitu menginspirasi. Sudah banyak tulisan yang ia muat, baik dalam bentuk bacaan yang dimuat secara online di wattpad, atau yang masih tersimpan dalam laptop pribadinya. Kegigihannya menulis terbayar dengan hasilnya menulis saat ini. Dede bisa menerbitkan sebuah novel berjudul Arbian Prince Love dan tiga buah ide cerita FTV reguler yang sudah tayang di SCTV. Sangat mengagumkan bukan? Ia bisa membuktikan kepada orang banyak, bahwa sebuah kemampuan dan keinginan patut diperjuangkan, membiarkan semua orang tahu bahwa impiannya kini menuai hasil dan menjadi nyata.
FTV ketiga Dede Hartini yang tayang di SCTV
berkolaborasi dengan Endik Koeswoyo 
Kisah Dede dan sahabat-sahabat JPI lainnya tentu banyak menginspirasi para pembacanya, terlebih para pengaumnya yang sering melihat aktivitasnya di media sosialnya. (Husna)

Ingin tahu tentang Dede Hartini? Kisah lainnya juga bisa dibaca di sini Dede Hartini, Mojang Bandung yang Selalu Semangat Menulis

Profil
Nama Lengkap: Dede Hartini
TTL.: Bandung, 02 Mei 1996
Pekerjaan: Penulis

Pendidikan Formal:
- TK As Sholihah, Bandung, Jawa Barat
- SDN Panggilingan, Bandung, Jawa Barat
- SMP Karang Arum, Bandung, Jawa Barat
- SMA Karang Arum, Bandung, Jawa Barat

Pendidikan Non Formal:
- Kursus Merajut Benang
- Kursus Menjahit & Memayet Kebaya
- Kursus Menulis di DISPUDIPDA Jawa Barat

Hobi dan Kegiatan:
Menulis, membaca, hangout, travelling, dan menyukai hal-hal baru

Karya Tulis:
- Novel Arabian Prince Love 2016
- Artikel 'Gagal VS Sukses' dan 'Kiat Ampuh Semangat Menulis' terbit di Majalah Catra Setjen Wantanas 2017.
- Artikel 'Cara Menghindari Dan Menghadapi Bullying' terbit di koran Sinar Pagi, Bandung 2017.
Ide Cerita FTV: 
- Mie Ayam Mantan Level Cemburu (SCTV)
- Seblak Mantan Yang Tak Dirindukan (SCTV)
- Tebar Pesona Mawar Merona (SCTV)
- Rengginang Bulat Digoreng Dadakan Dijual Manja Sama Biduan Syantik (SCTV)

Media Sosial:
FB: Princess Debie
IG: @Hartinidede
Wattpad: @hartinidede
e-mail: detin32@gmail.com

Quote favorit:
"Kesempatan kita hidup di dunia ini umumnya kurang dari satu abad dan aku ingin namaku tak hanya diukir di batu nisan, tapi juga dikenang untuk abad-abad selanjutnya."

***
Tentang Penulis: Ilhidayatul Husna adalah penulis yang mahir menyulam. Ia tinggal di sebuah desa Koto Sarikat, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat. Untuk bisa menulis, ia harus keluar rumah untuk mencari sinyal. Penasaran? Inilah cerita seru tentang Ilhidayatul Husna, Penulis dari Pelosok Desa
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.