Dede Hartini, Mojang Bandung Yang Selalu Semangat Menulis

Berbincang dengan gadis Bandung satu ini sangat mengasyikkan. Apalagi semangatnya untuk menulis sangatlah membara, begitu pula dengan semangat para penulis berbakat di Jaringan Penulis Indonesia. Saya merasa tertular oleh semangat mereka. Ketika ada kegiatan untuk mewawancarai salah satu anggota, saya memilih gadis imut ini. Bagi saya dia sangat berbakat, terbukti sudah dua ide cerita FTV yang dia buat bisa diproduksi dan ditayangkan di SCTV.  


Kecil – Kecil Jago Nulis
Dede Hartini gadis yang lahir di Bandung pada 2 Mei 1996 ini sangat aktif dalam dunia literasi. Sejak kelas tiga sekolah menengah pertama dia sudah mulai menulis.  Lulusan SMA Karang Arum itu pun sangat aktif dalam kegiatan literasi di kotanya. Dia bergabung di Komunitas Penulis Kreatif Bandung Raya yang biasanya berkumpul di Balai Bahasa dan sering menjadi pembicara di Dispusipda Jawa Barat.
Kopdar Steemit se-Indonesia di DPRD Cimahi

Baginya menulis merupakan cara untuk berpaling dari kehidupan yang seringkali menjadi beban. Setiap habis menulis pasti kondisi psikisnya membaik.  
Dara yang tinggal di Kampung Cigorowong, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung ini juga telah menghasilkan banyak karya salah satu novelnya adalah Arabian Prince Love yang terbit pada 2016. Selain itu dia juga antologi cerpen Sang Badut, Antologi Puisi KPKers komunitas, serta beberapa artikel yang berjudul “Cara menghindari dan menghadapi bullying” di Koran Sinar Pagi, Artikel “gagal vs sukses” dan “kiat semangat menulis” di majalah Setjen Wantannas. Dede Hartini juga aktif menulis novel di aplikasi wattpad karyanya yang bisa kita nikmati berjudul Last In Dubai dan Sang Pelakor, dan sekarang juga sibuk menulis ide cerita untuk FTV yang tayang di SCTV. Salah satu FTV karya Dede adalah Mie Ayam Mantan Level Cemburu di bawah naungan PH Starvision dan tayang pada 8 Februari 2018 pukul 10 pagi.
Bercita – cita Tembus Penerbit Mayor dan Dunia Perfilman
Pelatihan komputer

Di sela – sela kesibukannya menjaga toko milik kakaknya dia sangat menyukai kegiatan traveling, acara literasi , nonton sinetron dan FTV. Menonton FTV menjadi kegiatan belajar langsung yang bisa dia gunakan untuk membuat ide cerita yang akan diajukan kepada Pak Endik Koeswoyo selanjutnya di kirim ke pihak Starvision dan kemudian diajukan ke pihak SCTV.
Salah satu cita – cita gadis berwajah imut ini adalah menaklukkan penerbit mayor, dan novelnya best seller. Dia juga mempunyai mimpi besar suatu saat novelnya bisa diangkat menjadi film layar lebar.  Fans berat Aliando dan Prilly ini sangat mengidolakan semua penulis terkenal di Indonesia, tetapi ada satu novel yang sangat dia sukai yaitu Setetes Embun Cinta Niyala karya Habbibrachman.  Kamar dan tempat terbuka dimanapun asal kondisinya tentram dan nyaman menjadi tempat favorit untuk menuangkan ide dalam kepalanya menjadi sebuah karya. Dan saat ini Dede Hartini sedang sibuk menulis ide cerita FTV dan juga novel yang akan diajukan penerbit mayor maupun menulis di aplikasi Wattpad. Penulis skenario favorit Dede Hartini tentunya guru kita yang baik hati Endik Koeswoyo. Film favorit Dede Hartini yaitu Mili dan Nathan, AADC, Eifell I’m in Love, Love is Cinta, Heart, dan Sweet 20. 

Pesan Dede Hartini Untuk Generasi Muda Indonesia
Bedah Buku Antologi Puisi Komunitas KPKers

“Mulailah memperjuangkan impian sejak dini di bangku sekolah, karena dengan begitu kalian akan banyak membaca buku dan otomatis tingkat literasi di Indonesia akan meningkat”.  Saya sangat kagum dengan penulis satu ini, di usianya yang masih muda tetapi semangatnya sangatlah tinggi. Menjadi penulis tak memandang usia, mau muda ataupun tua. Yang penting kita mau berusaha menulis karena dengan menulis kita bisa membagi ilmu, pengalaman dan juga nasehat untuk orang lain. Jadi, menulislah karena menulis sangat mengasyikkan.
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.