Pengalamannya 13 Tahun Menjadi Jurnalis, Dita Faisal Akhirnya Jadi Mentor Penulis

Penulis: Pipit Dwie     Editor: Endik Koeswoyo
Foto: Dita Faisal/ Dok. Pribadi
Mengawali JPI CLASS On The Moon di awal Juni kali ini, Dita Faisal, wanita kelahiran 34 tahun silam ini memaparkan materi tentang perbedaan menulis berita online dengan berita televisi selama kurang lebih satu jam.

Dita mengatakan bahwa naskah berita memiliki unsur KISS. KISS yang dimaksud disini bukanlah  mencium, akan tetapi kepanjangan dari Keep It Short and Simple. Sebuah pakem penulisan naskah dalam dunia penyiaran yang diajarkan selama ini. 

"Artinya, semakin singkat bahasa yang digunakan maka semakin mudah juga penyerapan informasinya," ujar wanita berdarah Kalimantan ini.

Mengutip dari seorang ilmuwan politik, Harold D. Lasswell, menulis adalah proses komunikasi yang memenuhi beberapa hal yaitu "Who saus what in which channel to whom with what effect". Dari kalimat itulah dapat disimpulkan bahwa inti menulis berita televisi  maupun berita online adalah komunikasi. Menurut Dita, "Jika kita hanya sekedar menulis tanpa komunikasi, inilah yag dinamakan "KAMU MENULIS UNTUK DIRIMU" padahal seharusnya "MENULISKAN SUPAYA ORANG TAHU."

Dalam pemaparannya melalui grup WhatsApp JPI, Dita berujar bahwa ada perbedaan rasa dalam menulis yang harus disesuaikan dengan media penyalurnya. 

"Menulis di media sosial, berita yang disampaikan haruslah singkat, sedangkan jika di majalah haruslah lengkap dan jelas. Berbeda lagi jika menulis naskah berita TV. Naskah yang dituliskan tidak boleh mendayu ataupun merayu, melainkan harus tegas dan lugas. Selain itu semakin singkat kalimat yang dipakai, semakin cepat pula penangkapan pesan yang disampaikan."

Dengan lugasnya, Dita menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan masing-masing peserta pada Selasa (1/6). Wanita yang dikenal sebagai reporter berita dan presenter berita televisi nasional ini menyampaikan  banyak hal penting dari apa yang dipelajarinya selama ini.  

"Seorang penulis artikel yang baik adalah yang mampu menggambarkan peristiwa yang dilihatnya dalam sebuah tulisan, sehingga artikel tersebut mampu mengajak orang berimajinasi dengan tulisan dan membawa pembaca berada di dalam situasi tersebut. Untuk sebuah artikel online, semakin singkat semakin bagus. Hal tersebut terlihat dari kemampuan orang yang membaca di gawai dengan cepat," ketiknya cepat menjawab rentetan pertanyaan para peserta.

Di akhir materi, Dita menjelaskan bahwa dengan menggunakan rumus 5W + 1H penulis bisa membuat artikel yang pada awalnya hanya terdiri dari 5 kalimat menjadi 1 sampai 2 halaman. Untuk mendapatkan data tersebut, galilah pertanyaan dari berbagai narasumber dengan menekankan "Why" dan "How"-nya. Dita juga mengatakan jika kita harus memastikan data yang dituliskan nyata dan bukan hanya karangan semata. (PD)

Posting Komentar untuk "Pengalamannya 13 Tahun Menjadi Jurnalis, Dita Faisal Akhirnya Jadi Mentor Penulis"

www.jaringanpenulis.com