Deny Sulviana Maharani, Penulis yang Mempunyai Jiwa Pejuang

Penulis:     Yuyun Sukarsih                                                            Editor: Adit Mahatva

Photo: Deny Sulviana Maharani (Dok. Pribadi)
 

Cintanya Akan Dunia Literasi

 

Deny Sulviana Maharani aka Vhienus Mahira (Dok.Pribadi) 

Vhienus Mahira adalah nama pena dari Deny Sulviana Maharani. Perempuan asal Malang, Jawa Timur, berusia 27 tahun. Kini, ia tengah sibuk menghabiskan waktu bersama sang bayi. Namun, kesibukan di dunia nyata tidaklah menyurutkan semangatnya dalam berkarya. Ia selalu mencari waktu luang untuk dimanfaatkan ikut event atau mengirim tulisan ke sebuah media.

Bermula dari Puisi, Hingga Mencoba Banyak Hal

Deny Sulviana Maharani bersama Komunitas Penulis (Dok.Pribadi)

Menyukai puisi sejak SD, membuatnya jatuh cinta pada dunia literasi. Sulvi mencoba menulis puisi untuk mengisi waktu kosongnya. Namun, lama-kelamaan, menulis puisi seperti candu. Karena, setiap peristiwa ia ceritakan melalui puisi. Membuat imajinasinya terbang bebas dan hatinya lega karena apa yang tidak bisa ia sampaikan, mampu ia sampaikan lewat tulisan.

 

Sulvi terjun ke dunia literasi dimulai saat SMP yang mana ia ikut ekstrakulikuler jurnalistik dan Karya Ilmiah Remaja (KIR). Lalu saat SMA, ia aktif mengikuti lomba. Misalnya saat bulan bahasa, ia pernah ikut andil menjadi panitia, tetapi pernah juga menjadi peserta. Saat kuliah pun, ia masih mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik. Di masa kuliah, ia ikut andil di acara Dies Natalis (DN). Semangat juangnya, tak membuatnya menyerah untuk terus berada di lingkungan literasi.

 

Sulvi semakin melakukan perubahan. Ia jauh lebih aktif dari sebelumnya karena mencoba banyak hal. Yakni mencoba menulis hal lain seperti menulis cerpen, artikel, hingga novel. Meskipun pada awalnya ia mengalami kesulitan. Saat menulis cerpen, ia harus memperhatikan narasi agar mudah dipahami dan tidak bertele-tele. Saat menulis novel, ia perlu konsisten dengan ide yang kadang membuatnya ingin mengubah cerita, alur dan lain-lain. Yang mana, prosesnya lebih banyak memakan waktu dibanding menulis yang lain. Saat menulis artikel, ia pun harus membaca banyak referensi yang kemudian dikarang lagi dan harus ditulis dehgan bahasa yang mudah dipahami orang-orang. Meskipun awalnya mengalami kesulitan, tetapi lama-kelamaan ia mulai terbiasa.

 

Setelah giat berlatih, Sulvi akhirnya memberanikan diri ikut event-event di online dan offline, yang mana ternyata membuahkan hasil. Sulvi pernah lolos seleksi lomba artikel kesehatan di Fakultas Kedokteran UGM. Semangatnya pun semakin menggebu-gebu. Berbagai kesempatan ia manfaatkan untuk hal yang baik. Sulvi mulai rajin mengikuti event yang kemudian dibubukan secara antologi, juga ikut event artikel yang mana jika lolos akan mendapatkan fee.


Sertifikat Peserta Lomba Cerpen Deny Sulviana Maharani (Dok.Pribadi)


Tahun 2011, ia mengenal orang-orang hebat yang juga mencintai dunia literasi. Yaitu senior yang menjadikannya teman, merangkul dan membimbingnya dalam menulis. Terkadang, ia juga ikut menulis puisi selama 30 hari. Semakin menyelam di media sosial untuk mencari teman yang sefrekuensi, Sulvi akhirnya beberapa kali ikut meet dengan teman-teman literasi online-nya.

 

Sulvi yang ingin terus mencoba hal baru, akhirnya pernah memberanikan diri mendaftar sebagai PJ event dan bendahara di penerbitan. Yang mana hal itu akan menambah pengalaman, pastinya.

 

Meskipun sekarang kesibukan di dunia nyata semakin banyak, tetapi Sulvi selalu menyusun list-list yang mana akan terus ia perjuangkan. Sulvi ingin menerbitkan buku solo yang berisi puisi atau novel suatu hari. Sulvi yakin, semangat juangnya ini bisa menghasilkan karya yang lebih banyak.

Posting Komentar untuk "Deny Sulviana Maharani, Penulis yang Mempunyai Jiwa Pejuang"

www.jaringanpenulis.com