Anggie Elripsa, 12000 Hari Hidup Bahagia karena Menulis

 

Penulis: Intan Larasati Aeny

Begitu penting menulis dalam hidup Anggie Elripsanama pena dari Manggiasih Intan Permata Hati Naca—penikmat senja, buku, musik, maupun kesendirian. Baginya, sepenting darah yang mengalir dalam urat nadi. Ada yang hilang, jika sehari tidak menulis. Menulis adalah obat terbaik menyamarkan luka dalam diksi, kata penulis rendah hati yang berharap menjadi andal, padahal punya segudang karya. 

Hari-harinya sudah terbiasa berdekatan dengan puisi dan cerpen. Bahkan sejak sekolah dasar, berawal dari buku harian (Diary). Ia percaya bahwa pengalaman adalah guru terbaik untuk penulis. Gadis kecil yang dulunya pecinta bacaan Bobo dan Mentari Putra Harapan. Kini tumbuh semakin memesona di dunia literasi.

Anggie Elripsa, bagian dari keluarga JPI (Jaringan Penulis Indonesia) pernah menyabet juara 1 Event 10 Hari Menulis Puisi Tingkat Nasional bersama Indonesia Berpuisi batch 2. Bahkan juara 1 event cerpen bersama Kosana Publisher. Juara 2 dalam event puisi tema Jati Diri (Aksara Jiwa). Anggie Elripsa juga masuk kategori 30 penulis Flash Fiction bersama Reybook (puncak Savala). Lalu puisinya terpilih dalam 100 karya puisi pilihan Asosiasi Literasi Indonesia. Kemudian 25 penulis terbaik pada event religi Lovrinz. Wah, tidak heran jika Anggie Elripsa pernah menjadi juri di beberapa event menulis puisi.

Menilik alasan Anggie Elripsa mengikuti banyak event bertema karena tantangannya lebih terasa. Ia berkeinginan membawa manfaat untuk orang lain melalui tulisan. Tulisan yang terkadang terselip kisah hidupnya dengan ide yang begitu saja muncul. Walau kadang kisah hidup manusia lain tersimpan rapi dalam dirinya, ia jarang menulis tentang itu. Film bertemakan horor, kerajaan, dan gore begitu terngiang menyenangkan dalam pikirannya. Tekad kuatnya untuk jadi penulis skenario nant, membuatnya sampai di titik ini. Yakni mendapat bimbingan dari penulis skenario layar lebar maupun FTV favoritnya, Endik Koeswoyo.  

Salamnya pada generasi literasi Indonesia. Untuk tidak mengulur waktu karena semakin mengulurnya, akan kehilangan banyak hal. Anggie Elripsa, terus mengasah kemampuannya dengan mengikuti banyak komunitas menulis. Ia berpesan, Menulislah! Agar apa yang tercurah dalam pikiranmu abadi. Menulis memang tidak bisa mendatangkan pundi yang menjanjikan. Tetapi dengan tulisanmu, kamu bisa memengaruhi orang untuk ikut larut dalam pikiranmu. Tulislah sesuatu yang membawa manfaat, agar pembacamu dapat mengambil makna bukan hiburan semata. 

Tidak cukup mendeskripsikan segala tentang Anggie Elripsa di sini. Jika kalian ingin bertukar cerita atau ilmu, bisa melalui sosial medianya di Facebook Anggie El Ripsa atau surel anggielripsa8@gmail.com. Begitupun jika kalian ingin membaca karyanya seperti nulis bersama pertamanya di AE Publishing dengan judul You Are My Hero. Buku Aku Tahu Literasi, yakni event puisi bersama Asoli. Antologi bersama berjudul Kode Berdarah bersama Pejuang Sastra Indonesia. Disusul dengan Aksara Jiwa, Lembayung Rindu, Merajut Hari Esok, Jejak Savitri, Ci(n)ta dalam Bait, dan buku Cinta Pembawa Mahkota.

Perempuan bulan Juni kelahiran Batang yang tinggal di Pasuruan ini, lebih suka berada di belakang layar karena ingin yang dikenal adalah karyanya. Juga ingin berkontribusi dalam tulisan orang dengan bercita-cita menjadi editor. Semangatnya tak pernah redup seperti namanya, Permata. Ia bisa mengubah menjadi lebih semangat dengan kata-kata dalam hidupnya, Jika tak ada yang menganggapmu berharga dan istimewa maka buatlah dirimu sendiri untuk merasakannya. Karena yang memahami dirimu hanya kamu. Kamu senang atau tidak, orang lain hanya sekadar singgah, ingin tahu lalu menghilang.

Makna nama mengendap dalam sanubarinya. Bahwa ia akan menebarkan pesan hidup untuk orang-orang. Jadilah cahaya buat sekitar sekalipun kamu menjadi serpih dan kepingan. Orang tak perlu tahu seberapa keras kamu berjuang, baik-baik saja karena satu senyummu sudah cukup merebut dunia seisinya dengan kerja keras.(ILA)


Posting Komentar untuk "Anggie Elripsa, 12000 Hari Hidup Bahagia karena Menulis"

www.jaringanpenulis.com