IKLAN

www.jaringanpenulis.com

Ecoprint Sebagai Produk Center Of Excellence SMK MA’ARIF 2 SLEMAN

Kabar JPI - Yogyakarta - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan. Pendidikan kejuruan menengah mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

SMK Ma’arif 2 Sleman berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah terletak di jalur wisata dan berada di wilayah yang strategis. SMK Ma’arif 2 Sleman memiliki tiga kompetensi keahlian yaitu Tata Busana, Tata Boga, dan Teknik Kendaraan Ringan. Saat ini SMK Ma’arif 2 Sleman telah ditetapkan sebagai pusat keunggulan atau Center of Excellence (CoE) sektor Ekonomi kreatif  oleh Kemendikbud melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan.

SMK Ma'arif, Sleman DIY.

Program Pengembangan Pusat Keunggulan atau Center Of Exellence, bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. SMK secara komperhensif berupaya untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan dan dinamika perkembangan nasional maupun global. SMK Ma’arif 2 Sleman, khususnya kompetensi keahlian Tata Busana adalah salah satu sekolah yang menerima program Bantuan Pusat Keunggulan. Program ini meliputi tiga (3) kegiatan yang harus dilaksanakan yaitu: pembangunan gedung laboratorium praktik, pengadaan alat-alat praktik dan kegiataan pembelajaran.

Produk unggulan yang dihasilkan SMK Ma’arif 2 Sleman adalah ecoprint . Teknik pembuatan ecoprint menggunakan teknik pewarnaan berbahan alam yang cukup sederhan namun dapat menghasilkan visual yang unik dan menarik. Prinsip pembuatannya melalui kontak langsung antara daun, batang, dan bunga atau bagian tumbuhan  lain yang mengandung warna yang kuat. Mengapa memilih ecoprint menjadi produk unggulan?  Dalam bidang fesyen teknik ecoprint sendiri memiliki kelebihan, di antaranya: 

  • Ramah lingkungan, 
  • Desain tampak eksklusif,
  • Kompetitor masih sedikit.

Media untuk ecoprint tidak hanya sebatas kain masih dapat dieksplorasi sehingga kedepannya produk ecoprint lebih bervariasi. Salah satu upaya  mewujudakan SMK Ma’arif 2 Sleman sebagai Center of excellence mengkolaborasikan ecoprint dengan Batik Cap Merdikorejo desa setempat. Penggabungan ecoprint dengan kombinasi batik cap menghasilkan inovasi baru dan menciptakan motif unik selain itu upaya ini juga bertujuan untuk mengangkat produk lokal ke pasar yang lebih luas.

Pembuatan batik ada dua tahap, pertama dengan metode ecoprinting kemudian dari hasil ecoprint kemudian dicap atau dicanting (batik) pada bagian yang tidak ada motif ecoprint-nya.
  1. Di colet atau di beri warna pada motif  batik yang diinginkan dengan pewarna indigosol
  2. Di jemur pada sinar matahari guna untuk membangkitkan warna coletan
  3. Di fiksasi (penguncian warna coletan) menggunakan HCL
  4. Di bilas menggunakan air bersih
  5. Di jemur (usahakan tidak terkena matahari langsung)
  6. Kalau sudah kering ditembok atau ditutup dengan malam pada motif ecoprint dan batik yang sudah di beri warna (dicolet)
  7. Memberi warna dasar (dicelup) menggunakan pewarna naptol
  8. Di bilas menggunakan air bersih
  9. Di jemur (usahakan tidak terkena matahari langsung)
  10. Di lorod atau menghilangkan malam (lilin batik)
  11. Di bilas menggunakan air bersih
  12. Di jemur (usahakan tidak terkena matahari langsung)

Tidak jauh dari lokasi SMK Ma’arif 2 Sleman juga terdapat sumber daya alam yang indah, adanya objek wisata Watu Purbo yang dikelola oleh masyarakat. Bersama pemerintah Desa setempat SMK Ma’arif 2 Sleman berkomitmen untuk bersama mengangkat sumber daya yang ada melalui promosi wisata. Kerjasama yang terwujud selain berupa "perkawinan kassal" juga berupa pelatihan pembuatan ecoprint yang ditujukan untuk masyarakat.

"SMK Ma’arif 2 Sleman berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah mendukung menjadi pusat unggulan, seperti pemerintah setempat, IDUKA, dan masyarakat. Semoga SMK Ma’arif 2 Sleman benar-benar menjadi sekolah yang dapat terus berkembang dan mencetak generasi yang kompeten dan bermartabat," kata Dra. Atik Sunaryati, Kepala sekolah SMK Ma'arif, Sleman Yogyakarta. (KE)

Posting Komentar

0 Komentar