IKLAN

Annisa Citra Kasih Ayu Savitri, Sang Penyair Muda Indonesia


Foto Nisa dalam acara George Town Literary Festival.

Penulis: Hengky Fairuz Busthomy

JaringanPenulis.com - Kisah inspiratif berikut ini berasal dari seorang perempuan kelahiran Indramayu, 23 Maret 1995. Dia bernama Annisa Citra Kasih Ayu Savitri. Semangatnya yang tinggi, mengantarkannya pada kesuksesan yang cemerlang. Dia telah sukses mengharumkan nama Indonesia di negeri Jiran. Syair-syair puisinya, mampu membuat hati ini berdecak kagum. Tentunya, untuk melangkah sejauh ini, banyak sekali rintangan yang menerpanya. Namun, perempuan yang akrab dipanggil Nisa ini tak pernah menyerah.
Perjalanan Nisa dalam mengenal puisi, berawal saat Nisa masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Nisa mulai menekuni menulis puisi, saat dia bekerja di Panasonic AVC Network Sdn. Bhd Malaysia. 

Nisa terus mendalami dunia literasi, dan senantiasa haus akan info-info kepenulisan dari akun medsosnya. Hingga Nisa bertemu dengan kak Raya Mimpi di akun IG nya, kemudian Nisa DM Firda Shiewa dan akhirnya Nisa berhasil gabung ke grup JPI. Di JPI ini, Nisa berharap, semoga satu hari nanti, dia dapat menjadi penulis FTV. Tentu itu merupakan kebanggaan baginya.
Dari hasil interview tim JPI dengan Nisa di chat WhatsApp, dia mengatakan bahwa salah satu motivasinya itu karena Nisa ingin mengekspresikan apa yang Ia lihat, dengar, dan rasa. Dan, dengan menulis, Nisa bisa menciptakan dunianya sendiri.
Kata Nisa, untuk membuat puisi yang bagus itu, kita harus bisa memilih kata yang tepat. Kita juga harus topiknya, menggunakan majas dan kata kias perumpamaan yang tepat.
Tentunya kita semua pernah mengalami blank saat menulis. Begitupun Nisa. Saat blank tersebut, Nisa lebih memilih untuk beristirahat sejenak dengan melakukan hal lain yang dapat merefresh pikiran.

Lantas, apa bedanya Nisa dengan kita?

Bedanya, Nisa itu terus bersemangat dalam menyusun karya. Sehingga tak heran, Nisa telah berhasil menyabet segudang prestasi. Diantaranya:
  1. Puisi “Menukar Rindu” yang berhasil di publish di Asian American Writers Project (AAWW) America. (Diterjemahkan ke bahasa Inggris dalam beberapa versi).
  2. Cerita humor “Tukimil dan Tukijel” yang berhasil diterbitkan di majalah serantau. (Majalah yang dibuat oleh komunitas Indonesia yang ada di Malaysia).
  3. Pernah mengikuti lomba "Migrant & Refugee competition 2018" bertempat di HELP Business University, bagsar-KL. Dalam lomba tersebut Nisa masuk dalam shortlist.
  4. Dipilih untuk mewakili pekerja/refugee dari indonesia untuk tampil di acara George Town Literly Festival 2018, di pineng.


Sangat menginspirasi bukan?
Nisa juga memberi motivasi bagi kita agar tidak mudah menyerah dalam menulis. 
“Menurut saya kalau kita suka menulis pasti tidak akan sangat sulit. Karna suatu hal akan terasa sulit jika tidak menyukainya” kata Nisa dalam chat WhatsApp.
Dari Nisa ini kita bisa mengetahui bahwa semua orang dapat mewujudkan mimpinya.

Posting Komentar

0 Komentar