IKLAN

SINOPSIS FTV REGULER “NONA BIRO JODOH MENCARI JODOH PENGGANTI”

SINOPSIS FTV REGULER
“NONA BIRO JODOH MENCARI JODOH PENGGANTI”


Ide cerita & Skenario:

Ariny NH
Endik Koeswoyo





    Rini (27) seorang CEO AT Jodoh – perusahaan biro jodoh ternama di Jakarta mendadak mendapat telepon dari klien – Velis (25). Dia disuruh datang ke sebuah taman tak jauh dari kantornya. Si klien ternyata curhat panjang lebar perihal percintaannya. Rini inisiatif menawarkan berbagai pria terbaik untuk Velis. Si Velis rewel ingin jodohnya tinggi, putih, populer, punya rumah sendiri, mobil sendiri, penghasilan minimal 5 juta. Rini garuk-garuk kepala bingung mencarikan jodoh seperti itu.
    Di tengah Velis mengoceh perihal jodoh impiannya, tiba-tiba tukang putu lewat. Rini jadi lapar, lalu memesan putu. Betapa kagetnya Rini penjual putu ternyata Luthfi (27)- mantan karyawan di Bio jodohnya yang ia pecat gara-gara hal sepele, kepergok makan cokelat. Peraturan AT Jodoh tak boleh makan cokelat selagi jam kerja, sebab dirinya tak suka cokelat. Luthfi marah-marah ke Rini mengungkit hal lalu. Rini tak mau kalah, ia merasa pemecatan itu sewajarnya karena kesalahan Luthfi sendiri. Terjadilah perdebatan sengit antara Rini dan Luthfi, Velis bingung lalu pulang tanpa pamit.
    Rini kembali ke kantor, baru lima menit duduk HP-nya berdering lagi. Kali ini dari Muchtar – papanya. Muchtar menagih janji Rini, untuk mengenalkan calon suaminya. Jika tidak Rini akan dijodohkan Muchtar dengan anak sahabat karibnya. Rini berjanji besok malam pulang dan membawa pacarnya.
    Sehabis teleponan dengan papanya, Rini menghubungi Kamal (28). Di luar dugaan Kamal tak bisa menerima ajakan Rini ketemu orang tuanya. Alasannya lagi menangani project di luar kota. Rini kesal dan mematikan sambungan telepon.
    Rini mondar-mandir bingung memikirkan besok malam harus membawa siapa ke depan orang tuanya. Ia tak ingin dijodohkan dengan siapapun. Titi (24) – asistennya muncul memberikan pencerahan. Ia menyarankan Rini buka audisi Pengganti Jodoh Sementara. Rini setuju ide itu, ia mempublikasikan audisi tersebut di website.    Pulang jualan, Luthfi mampir ke rumah sakit terlebih dahulu untuk mengecek keadaan ibunya yang koma 6 bulan lalu akibat kecelakaan. Sesampai di tempat, pihak rumah sakit meminta Luthfi segera melunasi biaya perawatan, sekitar sepuluh juta rupiah. Jika seminggu tak kunjuk dilunasi, maka seluruh alat bantu dicabut. Ia kalut harus mencari uang ke mana. Ia mencoba menelpon teman-temannya untuk meminjam uang, tapi di antara mereka beralasan lagi tak ada uang. Luthfi keluar rumah sakit, mencari kerja tambahan.
    Di tengah jalan, Luthfi tak sengaja melihat Rini menunggu taksi online. Muncul ide mengerjai Rini. Luthfi punya kebiasaan unik dari kecil suka bawa petasan dan korek. Petasan yang dibawanya, disulut lalu dilempar ke arah Rini. Saat petasan itu meledak, Rini lari-lari sambil teriak serta menutup kuping. Luthfi tertawa terpingkal-pingkal.
    Pagi jam 7 kantor AT Jodoh sudah penuh dengan peserta audisi. Satu persatu mereka diinterview dan diminta Rini untuk unjuk bakat. Tapi ada satu pun dari mereka, yang sesuai kriteria Rini. Rini makin frustrasi. Titi kembali berinisiatif mengajak Rini makan siang.
    Titi mendadak rem mobil ketika melihat Luthfi di pinggir jalan. Ia menyarankan Rini membawa Luthfi saja ke rumah orang tuanya. Rini mati-matian nolak, tapi dibujuk Titi dengan alasan ‘tak ada pilihan lain’ Berat hati Rini menyetujui ide Titi. Mereka turun dari mobil dan menghampiri Luthfi.
    Luthfi kaget mendengar penawaran dari Titi. Ia betingkah jual mahal meminta bayaran ke Rini 10 juta rupiah. Rini mencak-mencak, lalu kemudian Titi membisikkan sesuatu ke Rini. “Udah, turutin aja. Dari pada lu dinikahin sama orang gak dikenal? Gimana kalau orang dijodohin sama lo itu jelek, tua bangkam ompong, udah punya bini banyak?” Rini bergidik ngeri membayangkan menikah dengan orang seperti dikatakan Titi. Akhirnya Rini luluh menyetujui permintaan Luthfi.
    Rini dan Luthfi pulang kampung, ketika berhadapan dengan Muchtar, Luthfi langsung diterima jadi calon menantu. Ini yang membuat Rini pura-pura lembut dan romantis ke Luthfi tapi di belakang mereka bagai Tom dan Jerry.
    Luthfi minta diajak Rini jalan-jalan ke sawah dekat rumah Muchtar, Rini menolak. Justru Luthfi mengancam Rini membocorkan status palsu ke Muchtar. Lagi-lagi Rini luluh dengan permintaan cowok itu. Di tengah jalan, Rini berpapasan dengan Alfian – tetangga julid sekaligus musuh bebuyutan Rini sejak kecil.
    Alfian menguntit Rini ke mana pun dia pergi. Setiap apapun yang dilakukan Rini difoto dan kirim ke Kamal. Alfian dan Kamal sahabatan sejak SMA, tapi Rini tak tahu.
    Ada satu insiden yang membuat benih-benih tumbuh di hati Rini Luthfi. Tapi mereka saling memendam. Rini masih terikat komitmen dengan Kamal. Ia sudah lama ingin putus dari Kamal, tak sanggup LDR, satu sisi lain ada yang memberatkan hatinya melepaskan cowok itu.
    Apa yang dikhawatirkan Rini terjadi, Kamal tiba-tiba datang ke kampungnya. Kamal marah-marah serta memberi dua pilihan sulit ke Rini. Pilihan pertama mengakui dirinya sebagai calon suami di depan papanya atau memilih Luthfi tapi harus mengembalikan AT Jodoh padanya. AT Jodoh dibangun karena modal dari Kamal. Rini harus menjawab pilihan itu dalam waktu 2x24 jam.
    Malamnya Rini tak bisa tidur, ia terus memikirkan pilihan yang diajukan Kamal. Ia keluar rumah mencari angin segar, tapi justru memergoki Kamal sedang asyik bermesraan dengan wanita lain di telepon. Rini murka, menampar Kamal. Ia langsung memutuskan hubungan dengan Kamal tak peduli lagi dengan AT Jodoh.
    Rini menyatakan cinta ke Luthfi, Luthfi menyambut cinta Rini. Setelah itu Muchtar muncul mengatakan bahwa lelaki yang hendak ia jodohkan untuk Rini adalah Luthfi.    Sebelum ijab qobul, Luthfi mengenalkan Rini ke ibunya yang terbaring koma. Keajaiban terjadi, ibunda Luthfi sadar. Akhir kisah mereka menikah. Saat adegan lempar buket pengantin, Velis dan Alfian yang menerima buket itu.

  • SEKIAN -

    KARAKTERISASI TOKOH :
  1. Rini : cantik, rambut panjang, lurus, ponian, mata belo, galak, tapi hatinya lembut kalau sudah percaya sama seseorang.
  2. Luthfi : kulit sawo matang, tinggi 162 cm, dan gigi gingsul
  3. Kamal : ganteng, agak gemuk, jarang senyum, arogan, ambisius, kaya.
  4. Titi : asisten sekaligus sahabat buat Rini. Baik, ramah, cerdas, dan rajin kerja.
  5. Alfian : tinggi 178 cm, berat 79 kg, kulit cokelat, julid dan suka menguntit.
  6. Velis : bodinya semok, dandanan menor dan rewel dalam hal mencari jodoh.
  7. Muchtar : Botak, perut buncit dan jiwa humoris tinggi.
  8. Ibunda Luthfi : kurus, banyak uban, mata sayu.
 

Posting Komentar

0 Komentar