JPI Peduli Lombok Kumpulkan Donasi Tiga Kali dari Sahabat untuk Sahabat


Oleh: Niya Kaniya dan Ria M.

Gempa dahsyat mengguncang dan meluluh lantakkan sebagian besar Lombok, merusak 83.392 unit bangunan warga, memutuskan aliran listrik, serta telah menelan setidaknya 500 korban jiwa.

Duka mendalam masih terasa meski gempa berkekuatan besar telah berlalu. Kini warga tengah berbenah, menanti bantuan pemerintah yang menjanjikan perbaikan dan merevitalisasi rumah dengan bangunan tahan gempa. Gempa berkekuatan 6,4 SR (29/7/2018), 7 SR (5/8/2018), 6,5 SR (19/8/2018 siang) dan 6,9 SR (19/8/2018 malam) telah menimbulkan sejumlah kerusakan dan menimbulkan kerugian hingga mencapai Rp 7,7 trilyun.

Bantuan tak hanya datang dari pemerintah, tapi juga warga lokal dan warga asing yang tampak bahu-membahu saling membantu meringankan beban warga Lombok. Salah satu bantuan datang dari komunitas menulis, Jaringan Penulis Indonesia (JPI). Ide spontan tersebut berawal dari warga Lombok Tengah, Niya Kaniya yang berinisiatif mengumpulkan dana bantuan dari sahabat JPI, sebuah komunitas dimana Niya ikut tergabung. Dari ide sahabat JPI Niya Kaniya tersebut, program JPI Peduli Lombok kemudian diumumkan secara resmi di grup whatsapp oleh pendiri JPI, Endik Koeswoyo.

Sebagai wujud kesadaran dan kepedulian akan tanggung jawab sosial, Jaringan Penulis Indonesia (JPI) sendiri tergugah untuk ikut serta mengulurkan bantuan. Oleh karena itu, JPI mengadakan sebuah program tangung jawab sosial yang dinamai JPI Peduli Lombok. Program yang pertama kali dibentuk saat bencana melanda Lombok ini mewadahi para Sahabat JPI yang hendak berdonasi untuk menyalurkan bantuan langsung melalui rekening pribadi Niya Kaniya yang kemudian disalurkan kembali kepada korban bencana di Lombok Timur dan Lombok Utara.

Penggalangan dana JPI Peduli Lombok diadakan sebanyak 3 tahap, dimana tahap pertama dilakukan pasca Gempa Lombok 6,4 SR. Dalam kurun waktu yang singkat, pengumpulan dana JPI Peduli Lombok dibuka pada Selasa, 31 Juli 2018 sejak pkl. 07:00 Wib hingga pukul 20:00 Wib. Dana yang terkumpul pada penggalangan pertama yakni sebesar Rp 2.500.000.

Penggalangan dana kedua, dilakukan usai gempa susulan dengan kekuatan dahsyat 7,0 SR. Dana yang terkumpul pada donasi kedua sebesar Rp 500.000. Terakhir, penggalangan dana ketiga JPI Peduli kembali memberikan bantuan sebesar Rp 750.000. Dengan demikian, JPI Peduli Lombok memberikan donasi khusus untuk korban gempa Lombok dengan total Rp 3.750.000. Bantuan tersebut datang dari sahabat JPI yang peduli terhadap masyarakat Lombok.

Pada donasi tahap ketiga, Niya Kaniya menyampaikan donasi dengan langsung melakukan transfer dana ke salah satu korban gempa yang berada di lokasi gempa, yaitu Haerul Yadi. Haerul Hadi merupakan salah satu teman dari Niya Kaniya yang tempat tinggalnya berada di lokasi terparah gempa, yakni Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Menurut Yadi sapaan akrabnya, bantuan dari sahabat JPI tersebut ia belanjakan berbagai kebutuhan sekolah, seperti buku tulis dan sebagainya. "Mereka sangat membutuhkan itu, meski ada beberapa penyumbang yang membawa alat tulis namun itu belum mencukupi," ungkapnya.

Di 3 posko yang ada di sekitar tempat tinggalnya, Yadi mengumpulkan anak-anak dari tingkat SD hingga SMA ke dalam satu kelompok untuk melakukan pendataan sekaligus menghibur anak-anak dan membantu menghilangkan rasa trauma yang dialami (trauma healing). Lulusan IAIN Mataram tersebut juga membagikan ilmunya dengan menjadi pengajar Tahsin Al-Qur'an, tajwid, dan tahfidz untuk 30 Juz. "InsyaAllah, kedepannya kami akan kembangkan dengan dauroh Al-Qur'an hingga 30 juz," ungkap laki-laki berkulit hitam manis ini. 

Sebuah keinginan yang kuat untuk mengembangkan pendidikan anak-anak penerus bangsa di desanya. Niat baik Yadi dan kawan-kawannya sangat banyak membantu untuk memotivasi anak-anak yang sempat trauma akibat gempa yang bersusulan.

Yadi bersama anak-anak didiknya di posko pengugsian
Penggagas JPI, Endik Koeswoyo mengatakan bahwa JPI Peduli Lombok diadakan sebagai wujud peran serta para penulis untuk selalu melakukan kegiatan positif. "Biasanya kami juga aktif menulis tetang berita-berita positif, membantu sesama juga bagian dari tindakan positif. Apapun yang berhubungan dengan hal-hal yang baik, JPI akan selalu memberikan dukungan," jelas Endik Koeswoyo ysng merupakan penulis buku, novel dan skenario film ini.

Menurut Endik Koeswoyo, ia bersyukur karena bisa memanfaatkan grup whatsapp menulis binaannya untuk saling berbagi dan memberi bantuan sesama anggota JPI secara langsung, hingga bisa diterima secara cepat dan tepat.

"Secara pribadi saya kaget dengan kepedulian Sahabat JPI saat itu, dalam beberapa jam saja sudah terkumpul 2,5 Juta. Saya terharu, karena bisa memanfaatkan grup whatsapp untuk membantu saudara-saudara kita di Lombok dan dari dana yang terkumpul langsung kita salurkan ke Lombok hari itu juga melalui salah satu anggota JPI yang tinggal di Lombok Tengah. Besoknya bantuan kita sudah langsung sampai lokasi secara cepat dan tepat sasaran, itu yang penting," pungkas Endik Koeswoyo.

Selain menyampaikan lewat warga, bantuan-bantuan di tahapan awal yang masuk ke rekening pribadi Niya juga langsung disalurkan kepada korban gempa lewat Karang Taruna yang ada di Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Seluruh dana yang terkumpul kemudian dibelikan segala keperluan korban di tenda pengungsian, seperti paket sembako yang berisi popok bayi sekali pakai, beras, mie instan, cabai, air mineral, minyak goreng, sayur, dan bawang. Seluruh paket sembako dikemas menjadi 100 paket untuk 100 Kepala Keluarga di Lombok Utara dan Lombok Timur.
Ketua Karang Taruna Desa Montong Gamang, Lombok Tengah
berbagi sembako kepada korban gempa di Lombok Timur
Guru PAUD Dusun Nyanggi, Desa Montong gamang, kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah, Niya kaniya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas uluran tangan sahabat JPI. Niya juga bersukur karena dirinya dan keluarga terbebas dari dampak bencana. Namun, meskipun tidak terkena dampak langsung gempa, Niya dan keluarganya di Lombok Tengah tetap waspada, apalagi mengetahui bahwa gempa susulan datang hingga lebih dari 1000 kali selama satu bulan. Ungkapan syukur juga disampaikan oleh salah satu sahabat JPI yang ikut berdonasi lewat JPI Peduli Lombok.

"Kegiatan ini baik, sangat baik dan berharap continue (berkelanjutan) untuk aksi sosial lain. JPI peduli sebaiknya tetap berlanjut atau tidak menunggu ada bencana aja, kan bisa tiap bulan iuran sekedarnya kalau kita udah punya bendahara," ungkap salah satu anggota JPI yang ikut berdonasi, Arniyati Amin. (NYK/RM)

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.