PANTAI TANJUNG TUM : Destinasi Wisata Yang Tak Boleh Dilewatkan

Di tengah padatnya rutinitas kerja, tak sedikit orang yang memanfaatkan waktu luangnya untuk me-refresh diri baik sekadar jalan ke tempat belanja/ mall, pergi ke bioskop, nongkrong di arena bermain atau berwisata di alam terbuka seperti pantai, gunung, danau, dsb.

Saya pribadi termasuk orang yang memilih liburan di alam terbuka dan seperti kita ketahui, Indonesia menyuguhkan banyak tempat wisata menarik untuk dikunjungi. Salah satu kawasan wisata yang sudah mencuri perhatian saya ada di provinsi termuda pulau Jawa yaitu Banten tepatnya Anyer. Mendengar kata ‘Anyer’ tentu saja tentu saja yang terlintas di benak adalah pantai.

Sebelum berkunjung ke Anyer, saya mengira pantai Anyer itu hanya merujuk pada sebuah objek wisata saja. Tapi dugaan saya keliru. Pantai Anyer adalah sebutan untuk kawasan wisata yang ada di sepanjang garis pantai di kecamatan Anyar/ Anyer kabupaten Serang, Banten. Terdiri dari beberapa objek wisata yang membentang sepanjang kanan ruas jalan raya. 

Umumnya para pelancong/ wisatawan akan menargetkan untuk mengunjungi objek-objek wisata yang sudah terkenal seperti pantai Carita, di Anyer sendiri ada pantai Marina, Florida, Marbella, Karangbolong, Sambolo dan masih banyak lagi. Padahal banyak juga objek wisata yang tak kalah menarik tapi masih belum cukup terkenal.

Kali ini saya ingin mengenalkan salah satu destinasi wisata yang sayang kalau dilewatkan lantaran memiliki pesona tak kalah menarik dari objek wisata lainnya. Tak jauh dari pasar dan alun-alun Anyer, tepatnya di jalan Labuan ada sebuah objek wisata yang cukup ramai dikunjungi terutama oleh wisatawan lokal. Pantai itu bernama pantai Tanjung Tum, sebuah objek wisata yang terbilang asri karena banyak ditumbuhi pepohonan rindang. Memasuki gapura, hawa sejuk terasa dan mata saya benar-benar dimanjakan oleh hamparan rumput hijau yang berpadu dengan biru laut. Pohon nyiur dan pohon ketapang termasuk jenis pohon paling mendominasi.
Pantai Tanjung Tum yang rindang dan asri

Pantai ini termasuk jenis pantai berkarang

Di sana juga tersedia area yang cukup lapang untuk dijadikan arena bermain. Bagi yang mau bersantai, disediakkan fasilitas saung-saung dengan harga sewa berkisar antar 50 ribu hingga 70 ribu rupiah atau bisa menyewa tikar yang harga sewanya cukup terjangkau, sekitar 20 ribu rupiah. Pantai ini jenis pantai berkarang tapi jangan khawatir karena masih ada area berpasir untuk dijadikan tempat berenang.
Menanti senja di pantai Tanjung Tum


Dari sini pabrik-pabrik terlihat cukup jelas
Foto-foto koleksi pribadi

Untuk sampai ke lokasi, ada beberapa jalur alteranitif yang bisa dilalui. Bagi yang datang dari arah Jakarta dengan mengenakan kendaraan umum cukup naik bus jurusan Merak yang nantinya keluar dari gerbang tol Cilegon Timur dan berhenti di terminal Seruni atau di terminal bayangan PCI. Dari sana naik angkutan berwarna ungu tujuan Simpang yang masih harus disambung dengan angkot silver dengan tujuan akhir Labuan. Tapi saat akhir pekan, biasanya supir bus berinisiatif mengalihkan rute ke gerbang tol Cilegon Barat demi menghindari kemacetan di daerah Serang karena kebetulan saat itu sedang ada perbaikan jalan. Dari sana jarak tempuh malah lebih dekat lagi dan cukup sekali naik angkot.
Gerbang masuk Pantai Tanjung Tum
Foto dari Google



Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.