Duka Anak Negeri (Untukmu Lombok) Oleh Dewy Rose dan Jansori Andesta



Tuhan ...
Begitu banyak nikmat yang telah kami terima
Hingga tiada mampu jemari menghitungnya
Sanggupkah mengingkari?
Sedangkan RahmatNya tidak pernah habis untuk dinikmati

Sarayu menusuk dingin
Di antara redupnya sang bagaskara
Ketika tangisan tanpa suara kembali meng-isak
Saat bumi menggeliat, hentakkan nafas
Derak!
Retak!
Luluh lantak
Tiada terelak
Dan hati terhenyak!

Sesaat guncangan dan guncangan
Susul menyusul
Sentakan alam
Sadarkan jiwa-jiwa terpejam

Duka merebak
Harap cemas nafas-nafas tersedak
Tiada daya melawan kehendakNya

Hanya iman
Pegangan suci dalam hati
Mampu menopang segala tumbang

Tuhan ...
Tangisan kami tiada terurai
Tiada mampu menahan sesak yang tersirat dibalik ujian
Sementara ...
Netra menatap hampa puing nan menggunduk
Di antara tubuh-tubuh kaku tiada berjiwa
Nyenyak tertidur untuk selamanya

Tuhan ...
Dengan seuntai doa tulus dari hati memohon padaMu
Rengkuhlah kembali saudara-saudara kami di sana
Jangan biarkan tangisan itu mengering
Ketika luka dan duka yang bertubi-tubi silih berganti
Menjadi ujian yang sangat berharga
Kehilangan, kesedihan serta trauma sepanjang hidup
Berikan kami senyuman itu
Kembali ...
Kembali!
Hingga derap langkah kaki berdiri dan berjalan
Meraih mimpi yang tertunda sementara kini

Tuhan ...
Lindungi dan jaga kami selalu
Bekasi - Bengkulu, 07 Agustus 2018
17:17


Pic. Pribadi
Note : Puisi ini akan dibacakan di RRI Pro 4 Pontianak, malam ini pukul 22:00-23:00 WIB
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.