Diskalkulia bukan Halangan bagi R.Resvita untuk Tetap Berkarya.

R.Resvita (Foto Dok Pribadi R.Resvita).

Jaringanpenulis.com, Lampung: Mengidap Diskalkulia, R.Resvita perempuan bernama lengkap Reza Respita Sari, saat kecil dianggap bodoh oleh keluarganya. Diskalkulia memang problem masalah yang jarang disadari oleh kebanyakan orang. Diskalkulia yaitu gangguan pada kemampuan kalkulasi secara sistematis yang dibagi menjadi bentuk kesulitan berhitung dan kalkulasi. Sulit membedakan kanan dan kiri.

Ibunya dulu menganggap ia bodoh, karena tidak mengerti bahwasannya yang dialami Reza adalah sebuah syndrom yang langka.

“Makanya saya dianggep remeh sama keluarga besar dari mama saya karna dianggep bego, mama saya juga anggep saya bodoh. Cuma bapak saya yang enggak. Ternyata  pas saya besar, saya baru tau kalau saya itu Diskalkulia. Jadi penderitanya emang gitu, gak bisa bedain angka, dan lainnya,” ujar Reza kepada Jaringanpenulis.com beberapa waktu lalu.

Semua itu sempat membuat minder perempuan asal Bekasi, Jawa Barat ini.
Reza mengatakan, menjadi penderita Diskalkulia sangatlah berat, beban pikiran akibat cemoohan keluarga besarnya bahkan membanding-bendingkan dengan anak lain. "Sempat dicap antisosial juga, karena jarang nimbrung teman- teman sebaya, alasannya malu tidak bisa hitung- hitungan," terang Reza.

Reza pun suka menghindar diantara kerumunan orang saat menghadiri sebuah acara. Selain hitung-hitungan bahkan ia kerap jawab asal saat ditanya waktu jam, karena tidak bisa menghitung menit dan detik.

Selain tidak bisa menunjuk waktu, perempuan penyuka traveling ini juga kesusahan saat harus belanja dengan menghitung kembalian.

“Jadi kalo ada kembalian-kembalian gitu, saya gak bisa itungnya. Terus kalau mau tau nominal uangnya, biasanya saya apalin warna sama baca tulisan nominalnya. Jadi bukan angkanya karna gak suka bingung," jelas Reza.

Apa yang dialami Reza sejak kecil, baru terkuak setelah lulus SMA, tepatnya tahun 2010 saat pencarian informasi sudah lebih mudah menggunakan internet, ia baru mengetahui dirinya bukanlah bodoh, tetapi ia Diskalkulia.

Perempuan cekatan ini dengan menggunakan trik sendirinya mampu sejajar dengan teman-temannya, bahkan ia mampu bersaing di bidang karir. Dibuktikannya saat ia pernah dan mampu bekerja sebagai staff finance. 

Sejak SMA memang mencari cara tersendiri, adalah jalan keluarnya karena ia menyadari ia berbeda, ia istimewa. Yaitu dengan selalu menghafal rumus dan dengan bantuan kalkulator kalau dalam jumlah besar saat ada perhitungan dalam bekerja.  Reza kerap gagal fokus kalau mendapatkan hitungan angka nolnya banyak. Meski sampai sekarang belum bisa menghitung kembalian, tetapi tetap bukan menjadi halangan baginya untuk maju karena sejatinya semua anak memiliki kesempatan sukses yang sama.

Setelah mulai bekerja, tak langsung membuat jalannya mulus. Ia mengaku justru dihianati orang terdekatnya sendiri hingga ia dikeluarkan dari pekerjaannya. Ia tak pernah dendam, karena baginya Allah maha adil dan maha melihat,

“Padahal waktu itu Ayah saya sedang sakit parah dan kebetulan yang bekerja ya saya aja. Tapi allah baik banget, tiba-tiba mantan temen kuliah saya yang entah udah kemana. Tiba-tiba kerumah tawarin pekerjaan, ya.... Walaupun gajinya gak seberap tapi lumayanlah. Kemudian gak lama, mama saya juga dapa tawaran jadi guru TK yang pendapatannya juga lumayan buat hari-hari,” terang Reza.

Ibu satu anak yang hobby makan Pecel Ayam ini sekarang bekerja sebagai Leader leasing cabang kelurahan Pekayon, Bekasi. Sebenarnya Reza sendiri lahir di Jakarta, namun semenjak terjadi peristiwa kerusuhan pada tahun 1998 di Jakarta, ia bersama keluarga memilih berpindah dan  menetap di Bekasi. 

Selain bekerja, juga berkeseharian mengurus anak, menulis dan sisa harinya beberes rumah. Ia bisa tenang saat bekerja karena anaknya sementara waktu bersama Ibunya yang kini berusia 60an tahun. Suaminya bekerja di Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, sedang Ayahanda tercinta telah meninggal dunia.

Menulis skenario

Ftv Hilal Menuju Halal Cerita ditulis R.Resviita (Foto: Max Pictures / Trans 7)


“Saya percaya apa kata teman saya, bahwa kalau sudah masuk dunia skenario pasti bakal betah,” ungkap Reza.

Sosok berjiwa pejuang ini mengaku mencintai dunia skenario sejak pertama kali belajar menulis skenario. Memang tak mudah, namun dengan motivasi tinggi untuk berkarya, Reza mampu membuat cerita yang menarik berjudul 'Hilal Menuju Halal', yang kemudian dilirik oleh Production House (Rumah Produksi) Max Picture dan ditayangkan di Trans 7. Tak sampai di situ, untuk terus mengasah kemampuannya ia bergabung di Komunitas Jaringan Penulis Indonesa (JPI). 

   
Profil R.Resvita
Nama Asli: Reza Respita Sari
Status: Menikah
Hobi: Menulis, Makan Pecel Ayam

Riwayat pendidikan: -SD teluk pucung jaya, Bekasi.
- SMP 1 Babelan, Bekasi
- SMA 1 Babelan, Bekasi
- STMIK Pratama D3 jurusan komputer akuntansi

Karya
-Hilal menuju halal, Maret 2018 (tayang di Trans7)
-Kebobol Stricker Cantik (Menunggu jadwal tayang)

Akun:
FB: Reza respita sari

Pewarta: Ria M
Editor: Adit Mahatva
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.