Tips Menulis Feature


Seringkali banyak Sahabat Jaringan Penulis Indonesia (JPI) melalui berbagai diskusi entah di Grup komunitas JPI, atau chat pribadi kepada Admin JPI bertanya mengenai apa itu Feature, tulisannya seperti apa? dan contohnya bagaimana?. Berangkat dari rasa penasaraan sahabat JPI, maka ari itu, kami akan bantu jelaskan.

Pengertian Feature
Feature adalah tulisan kreatif yang ditujukan untuk memberikan informasi sekaligus menghibur atau menggugah emosi tentang suatu peristiwa atau seseorang.

Unsur kreativitas dalam feature:
  1. Gaya bertuturnya seperti orang berkisah.
  2. Deskripsinya lebih mendetail dan mendalam sehingga menghidupkan imajinasi pembaca tentang suatu peristiwa atau tokoh.
  3. Alur tulisan lebih variatif, misalnya mundur ke belakang (flashback), alur maju (kronologis), tidak hanya piramida terbalik sebagaimana berita pada umumnya.
  4. Mengangkat sisi-sisi humanis.
  5. Harus mengandung unsur 5W + 1H

Mengapa Feature?
Selain memberikan informasi, feature memberikan kenikmatan bagi pembaca karena gaya penulisannya. Inilah yang bisa membuat pembacanya ingin membacanya berulang-ulang.

Feature lebih lama umurnya daripada berita (hard news), bahkan bisa puluhan tahun. Artinya tidak ada kebasian informasi. Penggambaran yang detail dan mendalam dalam feature memungkinkan pembaca berempati atau terinspirasi.

Jika Sahabat JPI ingin menulis Feature, Perhatikan ini!
Judul, lead, badan tulisan (body), dan penutup (end).

Judul Feature
Tidak harus menggambarkan secara tersurat isi tulisan. Menarik tapi tidak bombastis. Memuat inti terpenting dari tulisan.

Lead Feature
Lead adalah paragraf pertama suatu tulisan.
Pembaca memutuskan untuk meneruskan membaca atau tidak suatu tulisan bergantung pada menarik atau tidaknya lead tulisan. Buatlah lead yang paling menarik perhatian pembaca, misalnya lead yang menggugah emosi pembaca, membuat pembaca bertanya-tanya, mengungkap fakta sensasional.

Lead terdiri dari 3 jenis yakni :

Lead Deskripsi
Memberikan gambaran tentang suatu tokoh, situasi, atau kejadian.
Misalnya feature tentang penulis skenario film yang suka melestarikan budaya seperti Endik Koeswoyo dimulai dengan lead seperti ini: 
Kanan-kiri sepanjang mata memandang ruangan rumahnya nampak begitu artistik. Beberapa buku, galeri penghargaan, dan tumpukan skenario film tertata rapi, ketika saya memasuki Rumah Penulis Skenario Endik Koeswoyo. Sambutan yang ramah, rendah hati sebagai ciri khas orang Jawa yang memegang teguh Andap Asor, membuat siapapun yang datang pasti suka. Ah, saya jadi tidak sabar ingin berbicara banyak dengan sosok penulis penuh talenta tersebut. Lead deskripsi menyiapkan pembaca untuk masuk ke kisah yang disajikan feature.

Lead Kutipan
Lead kutipan bisa berupa kutipan dari narasumber atau kutipan dari tokoh-tokoh terkenal. Bisa berupa satu kalimat dalam satu paragraf. Contoh: “Menulis itu bukan soal merangkai kata demi kata, akan tetapi merangkai rasa demi rasa," kalimat itu diucapkan Endik Koeswoyo dengan suara bergetar. Seolah butuh keteguhan hati dan optimisme luar biasa, dan menulis itu tidak mudah. Gunakan kutipan paling menarik atau paling menggugah emosi.

Lead Pertanyaan
Membuka tulisan dengan pertanyaan membuat pembaca merasa dilibatkan.
Pada umumnya lead pertanyaan sukses menarik perhatian pembaca, Contoh: Pentingkah sebuah riset untuk memulai membuat sebuah karya tulis? Sebagian besar penulis yang butuh detail sebuah tulisannya, pasti akan menjawab “penting”.

Badan Tulisan
Tuliskan bagian-bagian tulisan dengan sistematis. Jangan bombardir pembaca dengan informasi utama. Selingi tulisan dengan deskripsi suasana, karakter, atau hal-hal ringan.

Penutup Feature
Penutup adalah pemberi kesan terakhir. Bagaimanapun bagusnya judul, lead, dan badan tulisan, kalau penutupnya tidak menarik, hambarlah suatu feature.

Ada beberapa jenis penutup yakni :
Penutup penyengat, penutup klimaks, penutup menggantung atau tanpa penyelesaian.

Penutup Penyentak
Penutup Penyentak memberikan kesan mengentak atau mengejutkan. Sebagai contoh, sebuah feature tentang Endik Koeswoyo yang berhasil membuat cerita film serial 7 Manusia Harimau dua season di televisi diakhiri dengan kalimat: Sayang sekali, season kedua Serial 7 Manusia Harimau tak bertahan lama.

Penutup Klimaks
Penutup klimaks digunakan pada feature yang ditulis secara kronologis dan akhirnya sudah jelas. Sebagai contoh: Endik Koeswoyo menjadi salah satu penulis Skenario dengan bayaran tinggi dan jadwal padat saat ini.

Penutup Menggantung
Penutup menggantung bisa digunakan untuk hal-hal yang belum selesai, misalnya seorang penulis memperkenalkan progres proyek nulis barunya, tapi belum tuntas. Contoh: Dengan adanya tren pasar pembaca dan penikmat novel yang berubah-ubah, apakah Endik Koeswoyo akan menyelesaikan tulisannya dalam waktu dekat ini?

Sumber Bahan Tulisan
  1. Wawancara narasumber utama
  2. Narasumber tambahan (misalnya karyawannya, keluarganya, tetangganya)
  3. Dokumentasi (foto, artikel di media massa)
  4. Suasana, situasi, atau lingkungan di sekitar narasumber
Tips Wawancara
  1. Baca referensi tentang sosok, misalnya tentang pekerjaannya atau latar belakangnya, sebelum wawancara.
  2. Siapkan alat rekam karena kutipan dari narasumber harus ada dalam feature.
  3. Pancing narasumber untuk bercerita lebih banyak, bahkan untuk hal-hal yang emosional (sedih, senang, kecewa, putus asa dsb.)
  4. Jangan menyimpang dari fakta dengan terlalu percaya diri berasumsi. Selalu cek kebenaran dan keakuratan data terutama kepada narasumber.

Tips Menulis

  1. Jangan gunakan kata-kata yang kurang familiar bagi pembaca yang disasar.
  2. Gunakan kata atau kalimat penghubung agar pembaca mudah memahami tulisan, misalnya “namun” untuk menyatakan pertentangan, “oleh karena itu” untuk menyatakan hubungan sebab-akibat.
  3. Jangan terkesan menggurui pembaca.
  4. Jangan membuat kalimat terlalu panjang.
  5. Satu paragraf satu topik atau pecah satu topik menjadi beberapa subtopik agar paragraf tidak terlalu panjang.
  6. Meskipun feature, aktor utamanya adalah narasumber. Jangan sebut si penulis (pewawancara) kalau memang tidak terlalu penting.
Contoh Deskripsi Sosok
Deskripsikan sosok dengan detail (sesuai porsi tulisan) sehingga si sosok tampak hidup bagi pembaca, misalnya fisiknya, karakternya.

Contoh:
Menyebut sosok sebagai alumnus perguruan tinggi, “...,” ujar Alumni Universitas Bung Karno Jakarta tersebut.


Berikut penjelasan tentang sebuah tulisan feature. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi Sahabat JPI dan kita semua. (AMY).

Tentang penulis: Adit Mahatva aalah anggota JPI dengan latar belakang sebagai jurnalis. Selengkapnya silakan klik Adit Mahatva, Penulis Berlatar Jurnalis.
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.