Siapa bilang jadi mahasiswa tingkat akhir itu enak? Oleh : Ikrar Dianys Pratama Putra


Siapa bilang 
jadi mahasiswa tingkat akhir itu enak?
Oleh :
Ikrar Dianys Pratama Putra


Menjadi mahasiswa tingkat akhir itu nggak enak. Kebanyakan mahasiswa tingkat akhir, cenderung akan mengalami penyakit stres akut yg sampe saat ini belum ditemukan obatnya oleh dokter-dokter spesialis manapun. Mahasiswa tingkat akhir itu kesensitifannya akan sangat meningkat menjadi 85% terhadap lingkungan sekitar. Apalagi kalau sudah mendengar pertanyaan “kapan wisuda? kapan jadi sarjana? kapan menikah? kapan mati?” . Mendengar pertanyaan kayak gitu, rasanya kayak disiksa didalam kubur sama malaikat penjaga kuburan. SAKIT!

Sampe gue mengambil kesimpulan sendiri, sekritis apapun seorang mahasiswa, secerdas apapun mahasiswa, atau semesum apapun otak yang dianut oleh mahasiswa-mahasiswa mesum, gue yakin mereka tidak akan bisa menjawab pertanyaan tersebut. Apalagi, kalau yang menanyakan adalah orang tua, rasanya pertanyaan tersebut kayak ditanyain malaikat rakib dan atib. Setiap pertanyaan yang nggak bisa dijawab, kita akan dicambuk, dipotong-potong, dibakar, terus di jepit dengan kalajengking raksasa yg badannya segede badan goodzila. Gue aja yg ngebayanginnya merinding. X_X

Kebanyakan mahasiswa tingkat akhir kalau udah ditanyain kapan wisuda, kapan jadi sarjana? pasti ia selalu menjawab seperti ini “lebih baik wisuda diwaktu yang tepat, daripada wisuda tepat waktu” atau menjawab seperti ini “hehehe, belum tau nih, insya allah tahun depan”. Buat gue jawaban kayak gitu terlalu mainstream dan banyak ngasih-ngasih janji itu nggak baik. Sama halnya kayak gebetan, ketika kita banyak memberikan janji kepada calon pacar tapi nggak kita tepatin. Pasti dia akan sangat kecewa, dan nggak akan pernah percaya lagi dengan janji-janji busuk yang kita berikan lagi.

Gue orangnya nggak suka ngasih janji-janji palsu soal kelulusan. Tapi terkadang pun gue suka jenuh ditanyain pertanyaan kayak gitu terus. Rasanya gue pengen banget ngebunuh orang-orang yg sering menanyakan soal kelulusan gue. Mereka nggak mengerti apa yg gue rasakan, mereka nggak mengerti apa yg gue alami, mereka juga nggak mengerti udah se-stres apa gue saat ini ketika menjadi mahasiswa yang nggak lulus-lulus. Gue pengen gantung diri di pohon toge, gue mau dilendes aja pake mobil mainan, gue mau minum racun rasa jeruk. Biar gue mati dan nggak ketemu lagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjengkelkan itu. Eh, pas gue mati masuk kuburan, gue malah ditanyain hal yang sama dengan malaikat. Kan ngeselin -______-

Saking jenuhnya gue ditanyain gitu terus sama bokap gue, akhirnya gue menemukan jawaban yang bisa bikin bokap gue terdiam dan nggak pernah lagi mempertanyakan soal kelulusan gue. Jadi begini ceritanya…………. awuuuuuuuuuu~
Bokap: nak, kapan kamu wisuda? ibumu sudah nggak sabar pengen ngeliat kamu menikah dan punya anak, jangan biarkan kami lama menunggu.
Gue: Lah, hubungannya aku udah wisuda sama menikah dan punya anak apa, ayah?? kalau aku lulus dan belum dapat pekerjaan, mau dikasih makan apa anak orang. makan tai?? -____-
Bokap: yah, bukan begitu. kalau kamu udah lulus, kamu kan nanti bisa nyari calon istri sambil bekerja. Terus kamu menikah, punya anak dan kami pun senang.
Gue: ehm, jadi gini ya, ayah. “Jangan pernah paksa saya untuk LULUS, ketika IPEKA saya masih dibawah rata-rata!!” (menjawab sambil naro jari telunjuk dibibir)
Bokap: *kemudian hening* *kejang-kejang* *masuk rumah sakit*
Gue: *nangis kemudian gila*














Profile Penulis

Nama saya Ikrar Dianys Pratama Putra. Saya hanyalah seorang cowok yang masih jauh dari kelulusan dan gelar sarjana. Saya salah satu mahasiswa yang masih terdaftar di Universitas Pancasila Fakultas Hukum angkatan 2009 yang terletak di Jakarta Selatan tepatnya dekat lenteng agung.
Saya sangat senang berkicau sesuai kegelisahaan yg saya alami di akun twitter yang saya miliki yaitu, @ngacoisme (akun pribadi) dan @jarangkuliah (akun anonim saya). Saya mempunyai cita-cita untuk bisa menjadi penulis dan memiliki sebuah karya yang dapat saya banggakan kelak ke orang tua dan teman-teman saya. Tapi untuk mewujudkan itu saya belum mempunyai pengetahuan yang cukup banyak tentang dunia penulisan. Saya berharap dengan bergabungnya saya di jaringan penulis, saya dapat di berikan ilmu tentang teknik-teknik dalam menulis dan dapat mewujudkan cita-cita saya selama ini. Mohon bimbingan dari kakak-kakak sekalian. Terima kasih 
Motto Saya : “Jangan pernah paksa saya untuk LULUS, ketika IPEKA saya masih dibawah rata-rata!!” Sekian 





***
Setiap karya yang kami publikasikan hak cipta dan isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis Untuk Anggota Jaringan Penulis Indonesia yang mau mengirimkan karya harap mencatumkan subyek KARYA ANGGOTA + Tema Tulisan + Judul Tulisan pada email yang di kirim ke jaringanpenulis@gmail.com Bagi yang ingin bergabung menjadi Anggota Jaringan Penulis Indonesia silahkan ISI FORMULIRNYA DISINI 
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.