Zi Chaniago, Pemimpi Berkursi Roda


 Penulis: Kartika Endah P

Gadis yang menyukai keindahan berbalut kesederhanaan ini, bernama Zi Chaniago. Lahir di Kota Pahlawan, Surabaya. Demen banget menghabiskan pandangannya di depan layar monitor, membuat desain sebagus dan semenarik mungkin. Merasa gembira bila desainnya mampu "berbicara" ketika dipandang siapa pun. Selain bercita-cita menjadi penulis hebat dan scriptwriter film box office, menjadi seorang desainer grafis andal juga merupakan salah satu impiannya. Memuaskan klien menjadi salah satu kebahagiaannya.

“Jangan ajak aku bicara!” katanya, jika sudah menuangkan ide ke dalam tulisan. Zi tidak ingin kehilangan fokusnya. Alhasil sudah menelurkan karya ciamik berupa sebuah novel dan empat buku antologi cerpen bersama beberapa kontributor lainnya. Kegemarannya menulis, ditunjang oleh kegemarannya membaca sejak kecil. Semua genre dilahapnya tanpa kerupuk, karena imajinasinya ketika membaca sudah ramai dan riuh. Bahkan pengembangan ide dari apa yang terbaca oleh imajinasinya. 

Menonton film dan film pendek, menjadi ritual yang tak dilewatkan Zi saat waktu luangnya. Hal itu sebagai bagian untuk mengisi ruang kosong dalam brankas ide di otaknya. Zi tidak pernah mau diam, meskipun secara kasat mata tampak sedang diam. Di kamar mandi pun, senandungnya mengalun sembari menyikat gigi. Enggan berhenti bersenandung, meskipun orang lain yang mendengarnya terheran-heran. "Keherananmu adalah kebanggaanku," ujar Zi, berseloroh.

Jakarta Timur menjadi lokasinya berkarya saat ini. Ladang tempat diapresiasi karyanya saat ini adalah graphic designer Sunny Maple Publisher & ghostwriter Kazou Media. Gadis berkursi roda ini berusaha untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensinya dalam ide dan kreasi. Hal ini pula yang membuatnya haus bacaan.

Ingin kenal lebih jauh? Gadis yang senang berkenalan dengan banyak teman-teman baru ini, akan dengan senang hati jika ada yang bermain lama-lama atau menginap di medsosnya.

IG: @zy_hawk dan Kwikku: @zichan2021.


Zi Chaniago, pemilik quote: “Bersyukurlah, Allah telah tetapkan takdir setiap makhluk. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Tubuh ini hanyalah casing, yang suatu hari akan lebur ditimbun tanah.” ini selalu semangat mengisi hari-harinya. Baginya, tidak ada kekurangan, kecuali kelebihan di sisi lain. Motivasinya selalu mengalir untuk menguatkan semua teman. Semoga senantiasa sehat, Zi! Berjalan di atas karya, tidak akan lekang oleh masa.

Posting Komentar untuk "Zi Chaniago, Pemimpi Berkursi Roda"

www.jaringanpenulis.com