IKLAN

Arai Amelya, Menulis Skenario Adalah Cinta Pertama Yang Sulit Dilepas

 


Penulis: Ikhsan Ardi

Kalau ada yang bilang cinta pertama itu mudah terlupakan, mungkin Arai Amelya akan membantahnya. Perempuan berkacamata dengan rambut sebahu ini selalu hidup dengan pemahaman bahwa cinta pertama adalah sesuatu yang sulit terlepas, dan akan terus menempel di hidupmu.

Dan setangguh itulah dirinya untuk mengejar cinta pertamanya yang bernama kepenulisan.

Lahir sebagai anak perempuan satu-satunya dalam keluarga yang pas-pasan, membuat perempuan yang masih betah menjomblo di usia siap menikah ini merangkaikan mimpinya sangat tinggi. Terlalu banyak nonton film, katanya. Sempat begitu ingin jadi dokter saat SD, mimpi Arai berubah menjadi anggota DPR ketika masuk ke SMP Negeri 3 Malang, salah satu SMP terbaik di kotanya.

Pengalamannya terlibat dalam lomba teater se-SMP di Jawa Timur dan berhasil menang, membuat perempuan yang sudah pernah mencapai puncak Semeru, Arjuna dan Penanggungan ini bertemu dengan cinta pertamanya, menulis skenario.

Melalui teater pula, perempuan yang bernama lengkap Amelya Juwitasari ini akhirnya memiliki tujuan baru dalam hidupnya, menjadi seorang penulis skenario. Di saat teman-teman sebayanya bingung mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, Arai memantapkan diri untuk tidak mau kuliah negeri.

Institut Kesenian Jakarta (IKJ) adalah tujuan besarnya untuk hidup dalam mimpi-mimpinya semasa remaja, untuk membuat orangtuanya bangga. Berangkat jauh dari kota Malang, Arai ikut dalam tes masuk di IKJ. Bisa menjejakkan kaki di Cikini, di kampus yang dipimpin oleh Seno Gumira Ajidarma itu membuatnya takjub. Dia bahkan tak bisa menahan antusias saat bertemu dengan Mira Lesmana, atau menelusuri lorong-lorong yang pernah menjadi tempat Hanung Bramantyo itu bersekolah.

Namun sayang, kehidupan membawanya jatuh ke bawah lagi.

Kenyataan menyadarkan pecinta kucing ini, bahwa cinta pertama itu memang sudah sepatutnya jadi impian masa muda. Uang membuatnya harus melepaskan cinta pertamanya.

Tinggal di kota Malang, Arai menghabiskan waktu selepas sekolah menengah dengan terlibat dalam beberapa proyek film pendek dengan rekan-rekannya, yang selalu belum memberikan kabar baik. Mungkin memang film tidak cocok untukku, pikirnya ketika benar-benar merasa putus asa.

Memutar jauh kehidupannya, perempuan yang hobi solo travelling dan naik gunung ini akhirnya menyadari kalau cinta pertamanya datang dalam wujud berbeda, yakni jurnalistik.

Bergabung di KapanLagi.com® pada tahun 2011 hingga 2016, membuka pemikiran pecinta kucing ini ke dunia entertainment yang lebih luas, lebih pelik, dan tentunya lebih kejam. Setelah resign dan kini menjadi freelance writer, Arai tahu bahwa inilah saatnya untuk kembali ke cinta pertamanya, menulis skenario.

Meskipun dimulai di usia yang tidak lagi muda, meskipun rekan-rekan sebayanya sudah banyak yang merangkai hidup, perempuan berkulit kuning langsat ini tahu, kalau lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Karena bagi Arai, dia sudah pernah menyesal melepas mimpinya 10 tahun lalu di IKJ, dan kini adalah kesempatan kedua untuk mengejarnya lagi.

Apapun yang akan terjadi di depannya, Arai tahu kalau cinta pertamanya kini ingin untuk dikejar. Dan satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah, berani untuk bermimpi lagi. Lewat menulis skenario, dia tahu kalau ini adalah saatnya untuk bangkit. (IA)

website: heyarai.com

email: arai.mlyjwtsr@gmail.com

Instagram: @chimotarai, Twitter: @chimot_

karya tulis: Novel antologi berjudul THOUGHTS by Creameno yang diterbitkan oleh Nulisbuku (2020)

Posting Komentar

0 Komentar