Dengan atau Tanpa Dukungan, Samratul Khairah Tetap Semangat Menulis



Oleh: Umi Salamah


SAMRATUL KHAIRAH, seorang gadis pecinta dunia literasi yang dilahirkan di Tapaling, 05 Januari 1999. Lebih tepatnya sebagai anak kelima. Khairah, berdomisili di Desa Sungai Nipah RT 05/02 Kecamatan Kelumpung Selatan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Berjuang di dunia literasi merupakan pilihan terbesar Khairah. Wiraswasta muda ini, yang kesehariannya bekerja di warung makan tetap menjadikan menulis sebagai jalan pilihan hidupnya. Menjadikan menulis sebagai impian terbesarnya meskipun lingkungan sekitar tak pernah mendukung itu. Lingkungannya yang lebih banyak diisi dengan masyarakat pribumi dan ilmu pengetahuan yang masih terbelakang, seringkali membuatnya sulit untuk maju. Akses internet yang tersendat, seringkali harus menggoyangkan gadget ke sana ke mari, berharap sinyal stabil didapatkannya. Ditambah Khairah tak memiliki laptop sendiri. Kendala kian terjal karena di tempat tinggalnya tidak ada warnet.

Kecintaan Khairah akan dunia literasi berawal saat duduk di bangku SMA. Berawal dari kegemarannya membaca, hingga mampu membuatnya keluar dari zona berbeda dari wilayah yang ditempatinya. Khairah menuturkan bahwa menulis merupakan hal baru yang belum ada di desanya. Keterbelakangan desanya yang menumbuhkan sikap gemar membaca Khairah.

Kiprah Khairah di dunia literasi terbilang muda. Pencapaiannya terangkum dalam buku antologi bersama berjudul Kado Kata untuk Mama yang diterbitkan oleh Zukzes Expres tahun 2016. Buku itu merupakan buku antologi bersama yang pertama kali diterbitkan, Kekuatan Doa yang diterbitkan oleh Azizah Publishing dan Everything Happens for a Reason yang diterbitkan oleh Penerbit Rumedia. Jiwa muda yang melekat dalam diri Khairah inilah, yang terus membuatnya pantang mundur dalam menulis.


Khairah mengatakan bahwa ia sudah jatuh cinta pada dunia literasi. Tak ada sedikitpun keinginan untuk meninggalkannya. Walaupun keluarga tidak mendukungnya sama sekali. Faktor ini yang terkadang menggoyahkannya. Tapi dia akan terus berjuang untuk membuktikan kepada keluarganya bahwa ia akan menjadi penulis besar. Dia yakin, menulis dapat merubah suatu peradaban di mana karya-karyanya nanti dapat bermanfaat bagi orang lain. Target Khairah ke depannya adalah ingin mempunyai buku solo yang best seller. Di masa depan, dia ingin membangun taman baca atau perpustakaan desa dengan tujuan mengajak lebih banyak orang lain untuk mencintai dunia literasi. Harapan Khairah untuk dirinya sendiri adalah dia sangat ingin memiliki laptop sendiri agar memudahkannya dalam menulis.


Khairah sempat memberikan pesan-pesan kepada para sahabat yang tengah berjuang di dunia literasi. Agar kita tetap terus berkarya. Meskipun banyak orang yang tak percaya. Karena kita menulis bukan untuk diketahui banyak orang, tapi untuk merubah sebuah peradaban. Seorang penulis tidak akan pernah mati sekalipun jasadnya telah terkubur. Karya-karyanya akan terus hidup dan dikenang banyak orang. Semoga kita tak pernah menyerah untuk menulis!

Profil:
Nama: Samratul Khairah
TTL: Tapaling, 05 Januari 1999

Riwayat Pendidikan:
SDN 1 Tapaling
SMPN 1 Kelumpang Selatan
SMAN 1 Kelumpang Selatan

Riwayat Pekerjaan:
Asisten Rumah Tangga
Wiraswasta

Karya
Kado Kata untuk Mama
Kekuatan Doa
Everything Happens for a Reason

Media Sosial:
FB : Samratul Khairah
IG : Samratul_khairah99
Email : samratulkhairah15.gmail.com
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.