IKLAN

Berawal dari Sekretaris Bos di "PH" Wulan Annisa Sukses Melahirkan Cerita


Penulis: Dita Faisal

Kisah ini bukan kisah di sinetron atau FTV bahkan film. Ini adalah kisah nyata tentang seorang perempuan berdarah Sunda yang menjadi sekretaris direksi rumah produksi besar (production house) di negeri ini. Menjadi sekretaris bos besar tentu tak mudah. Butuh kesabaran dan energi prima untuk selalu setia melayani apa yang bos-nya suka selama masih dalam koridor benar sebagai bos dan sekretarisnya. 

Wulan Annisa namannya. Karirnya berawal dari menjadi penulis di salah satu majalah hobi yang khusus mengulas tentang binatang, khususnya burung. Sekitar 3 tahun menjadi reporter majalah dan situs web duniakicau.com, Wulan memutuskan untuk berhenti bekerja. Membagi waktu antara kuliah dan kerja tentu bukan hal mudah bagi Wulan yang sempat menjadi tulang punggung keluarganya. Dari hasil jerih payahnya menulis itu, Wulan bisa menyelesaikan kuliah sarjananya di STIKOM Bandung, plus membiayai adiknya kuliah, serta membayar biaya rumah sakit ayahnya yang menderita penyakit jantung selama 5 tahun kala itu.


Wulan semasa menjadi reporter
Selama halal, segala pekerjaan akan Wulan jalankan. Mulai dari kuliah, menjadi penyanyi kafe akhir pekan, mengurusi dan mengelola acara (event), liputan ke lapangan mencari burung-burung yang layak diulas, hingga menjadi pelayan di Saung Soto Bandung BIP. Semua Wulan tekuni dengan semangat dan totalitas. Wulan kenal benar siapa dirinya. Ia mampu menjalankan banyak hal selama seminggu demi menutupi semua kebutuhan dan meringankan beban orang tuanya. 


Sambil kuliah, Wulan pernah menjadi penyanyi cafe di akhir pekan 
"Setiap minggu selain dikejar tugas kuliah saya juga dikejar deadline (batas waktu) hasil liputan di lapangan. Awalnya gak kepikiran untuk nulis skenario, niatnya malah nulis novel. Tapi, karena kerja di Starvision dan setiap hari saya print (cetak) skenario, akhirnya saya mulai penasaran untuk bikin skenario dan belajar skenario." 


Bersama temannya menjadi tim pengelola acara (EO)

Bisa Menulis Skenario karena Diskusi dan Berlatih
Wulan mengasah kemampuannya menulis skenario dengan melihat dan mengamati naskah-nakah yang masuk ke email kantornya. Dari naskah yang dicetak tersebut, Wulan mencoba mempelajarinya secara perlahan. Ia tak segan bertanya pada penulis senior yang kerap datang ke kantornya. Berbekal diskusi dan banyak berlatih, Wulan akhirnya berhasil melahirkan mini series (serial) pertamanya berjudul "4 Anak Rantau". 

Menulis tampaknya membuat ia candu. Tak pernah berhenti, ia terus berlatih dan berlatih mengasah diri agar muncul ide-ide segar yang dapat ia jadikan sebagai obyek tulisan. Keuletannya berlatih juga membawanya menjadi penulis "Tukang Ojek Pengkolan" yang tayang di RCTI.

Jadi Sekretaris Direksi di Starvision, Wulan Kerap Diceramahi Bos
Sejak 2016 sampai saat ini, Wulan tercatat sebagai sekretaris direksi di rumah produksi, Starvision. Wulan yakin pekerjaannya saat ini bisa membawa impiannya menjadi penulis skenario film sebagaimana ia impikan. Dari tempat ia bekerja itulah Wulan banyak belajar seluk beluk dunia produksi perfilman.

Menjadi sekretaris bos memang enak terdengar di telinga. Banyak pula yang menilai bahwa kedekatan dengan atasannya tersebut bisa memudahkan aksesnya untuk lebih mulus menjadi penulis sekenario. Tapi, ternyata tidak. Bukannya menjadi sekretaris kesayangan, Wulan malah sering diomeli atasan karena pekerjaannya dianggap tak sesuai dengan apa yang bos-nya harapkan. Selama 3 tahun menjadi sekretaris, Wulan tahu betul bagaimana sosok bos-nya tersebut. Ia mengatakan bahwa atasannya yang berdarah Pakistan itu sangat rinci dalam menangani pekerjaan dan tak suka membiarkannya terkatung-katung. Jika bosnya marah karena tidak puas dengan apa yang dikerjakannya, Wulan tetap berusaha santai dan tidak panik menghadapinya.

"Kalau marah ya diamkan saja atau ya senyumin aja, marah biasanya menyangkut kerjaan. Ada kerjaan yang belum beres tapi berkaitan dengan pihak luar," ucapnya.


Wulan di meja kerjanya di Starvision
Wulan tentu kecewa jika pekerjaan belum sesuai dengan yang diharapkan bos-nya, tapi ia terus berusaha memberikan yang terbaik demi belajar banyak hal. Sebagai sekretaris, Wulan melakukan banyak sekali pekerjaan. 

Kepada JPI, ia merincikan tentang kesehariannya mulai dari absen, mengecek email, menindaklanjuti (follow up) email masuk, mengatur jadwal bos, menerima sinopsis dari para penulis, meninjau (review) sinopsis dan mengirimkannya ke stasiun tv, mengatur jadwal undangan premiere (tayangan perdana) film, mendata kegiatan produksi film/FTV/serial yang berjalan, dan masih banyak lagi termasuk menjalin hubungan internasional yang menjadi rekanan perusahaan serta menerima tamu yang hendak bertemu dengan atasannya. 

Penulis Skenario Butuh Rekomendasi
Bukan sekali Wulan menerima pertanyaan dari penulis pemula yang menanyakan tentang mekanisme menjadi penulis di production house (PH) besar seperti tempatnya bekerja. Tak sedikit pula dari mereka yang mengirimkan sinopsis atau skenario secara langsung. 

"Ini yang sering disalah artikan penulis pemula," tegas Wulan yang sering mendapat curhatan teman-temannya sesama penulis. 

Proses tentu harus dilalui sebelum mencapai kesuksesan. Menurut Wulan, sebelum menyelam di rumah produksi besar, seorang penulis wajib mematangkan tulisannya sampai benar-benar sesuai dengan keinginan PH. Satu pesan Wulan yang patut digaris bawahi bahwa penulis yang sukses menembus PH besar adalah mereka yang telah melewati proses panjang dunia kepenulisan dan memiliki rekam jejak jelas dalam karirnya. 

"Mereka (penulis baru) langsung kirim skenario ke PH, padahal PH tidak menerima skenario begitu saja. Semua berawal dari sinopsis atau ide cerita, baru jika oke langsung dilanjut ke skenario, itupun dengan catatan harus ada rekomendasi dari PH untuk melanjutkan menjadi skenario," tutupnya dengan lugas.


Wulan saat jadi model produk hijab
Wulan (kiri) saat jadi model produk  hijab 
Itulah kisah singkat tentang Wulan Annisa yang kini tengah merintis bisnis fesyen hijabnya. Jika tawaran lagi datang dan waktu agak longgar, sesekali Wulan mengambil tawaran untuk menjadi model produk hijab yang honornya lumayan buat tambahan bulanan. Walaupun Senin sampai Jumat ia bekerja penuh waktu menjalani profesinya sebagai sekretaris direksi, namun ia masih menyempatkan diri untuk berdiskusi dan mengasah kemampuan menulisnya. 

Baginya tak ada kata akhir untuk berjuang dan memperjuangkan mimpi-mimpinya. "Saya lakukan semuanya dengan senang hati, jadi tidak pernah ada lelah meski semua waktu saya tersita." (DF)

Profil:
Nama Lengkap: Wulan Susanti Annisa
Lahir: Sumedang, 10 April 1991
Pekerjaan: Script Writer, Sekretaris Direksi

Pendidikan Formal:
- SDN Babakan Hurip, Sumedang, Jawa Barat
- SMPN 5 Sumedang, Jawa Barat
- SMK Muhammadiyah 1 Sumedang, Jawa Barat
- Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung (STIKOM Bandung)

Pendidikan Non Formal:
- Kursus Public Speaking
- Kursus Bahasa Korea
- Seminar Menulis Asma Nadia

Hobi dan Kegiatan:
Menulis, Melamun, Tidur.

Karya Tulis:
- Ide cerita & Skenario Miniseries "4 Anak Rantau" (RCTI)
- Artikel di WEB Agrobis & WEB Media Ronggolawe
- Artikel di WEB Kapanlagi.com
- Ide cerita & Skenario Ide cerita & Skenario TOP (Tukang Ojeg Pengkolan) (RCTI)
- Ide cerita & Skenario Kasir Cantik Pemberi Cinta (SCTV)
- Ide cerita & Skenario Cewek Betutu Bikin Rindu (SCTV)
- Ide cerita & Skenario Jodoh Terhalang Portal (SCTV)
- Ide cerita & Skenario Dodol Perekat Cinta (SCTV)
- Skenari FTV Cahaya Hikmah (MNC)

Media Sosial:
FB: Wulan Annisa
IG: @Wulan_Nissa
Wattpad: @Wulannisa12
e-mail: [email protected]

Posting Komentar

1 Komentar

Raya Mipi mengatakan…
Keren mbak Wulan, serba bisa. Semuanya dilakuin. the best. 👍

Hm... aku setuju kalo penulis pemula itu ng bisa langsung ajuin skenario, harus ide cerita dulu, di acc, baru deh lanjut sceneplot n skenario.
Semuanya butuh proses. 😁