IKLAN

Eka Wahyu Manduri, Hobi Menulis di Buku Diary, Mimpinya Kepakkan Sayap Menuju Dunia Televisi


Oleh: Nela.A.Angraini

"Teruslah menari wahai jemari, abaikan yang nyinyir, kelak kalau aku sukses, air ludah akan jadi minuman favorit mereka."

Sebuah kalimat tegas yang menjadi motivasi untuk Eka Wahyu Manduri agar terus berkarya dan berprestasi. Wanita kelahiran kota Lampung,  yang merayakan hari kelahirannya setiap 7 September  ini adalah orang tua tunggal (single parent) yang sangat menyukai dunia literasi.

"Menulis bagi saya adalah sebuah bentuk mengekspresikan imajinasi menjadi sebuah cerita yang bisa dinikmati oleh aku sendiri, keluargaku, dan banyak orang," ujarnya ketika diwawancarai oleh sahabat JPI.

Eka mengakui bahwa dirinya sudah suka menulis sejak SD. Menulis puisi, cerpen, atau sekedar coretan di buku hariannya sudah menjadi hobinya sejak kecil. Ia bersyukur karena keluarganya selalu mendorong untuk menekuni hobinya ini.

"Keluarga aku selalu mendukung kegiatan anak-anaknya selagi itu yang positif. Mama dan nenek adalah penyemangatku, sebab mereka berdua sangat hobi membaca," tambah wanita yang gemar menulis genre horor ini..

Tidak terjadwal! Eka Menulis Kapanpun Sesukanya

"Ide menulis itu, suka datang tiba-tiba. Bahkan ketika mata sudah pejam mau siap-siap tidur, tau-tau ada ide menari-nari di benak. Kalau diabaikan suka lupa lagi esoknya, jadi terpaksa nulis sambil merem. Pena dan kertas emang dekat tempat tidur sih! Kalo sengaja dicari idenya, malah nge-blank (mati ide), jadi ide didapat gak tentu kapan dan dimana. Kadang lagi liat pohon pun suka dapat ide," jelasnya penuh semangat.

Terkadang, Eka mendapatkan kesulitan dalam menulis sesi akhir cerita. Meski begitu, Eka tetap berhasil menyelesaikan karya tulisnya. Terbukti, ia sudah melahirkan 4 buku, dimana satu bukunya merupakan solo hasil karyanya sendiri. Bagi Eka, selama menulis ada berbagai tantangan yang akan ia hadapi, salah satunya adalah menentukan babak akhir dari cerita yang ia torehkan.

"Menentukan ending, aku suka yang anti-mainstream (tidak umum) , misalnya tentang PHP, gak jelas sih, tapi pasar mayoritas suka yang mainstream, terpaksa mengikuti selera pasar, itu kadang batinku gak puas.”

Siapa yang tak bangga melahirkan buku untuk dibaca. Dalam curhatannya, tak jarang ketika menulis Eka sering terbawa perasaan dengan alur cerita yang dibuatnya.

"Saat ingin menulis cerita "awas ada pacul!" disitu kan mayoritas cerita gokil, nah aku ketawa duluan sebelum nulis wkwkkwk," ucapnya yang kemudian ketawa kecil saat mengingat kejadian waktu itu.

Dalam dunia menulis, Eka mengidolakan penulis Laskar Pelangi. Baginya sosok Andrea Hirata mampu menuliskan karya yang bisa membuat pembacanya tertawa sekaligus terenyuh.

"Aku sangat suka dengan Andrea Hirata, karena dia bisa menulis yang sejatinya kocak tapi dibungkus serius, kadang tawa, dan tangis bersamaan keluar kalo baca karya dia."


Pengalaman Hidup Adalah Guru Berharga 
Berperan sebagai single parent tentu membuat Eka harus berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Menjadi figur seorang Ibu dan Ayah sekaligus membuatnya harus bekerja lebih keras untuk mengais rezeki tanpa kenal lelah. Baginya, kebahagiaannya terletak pada anaknya.

"Harapanku gak muluk, semoga dia jadi anak cerdas karena dunia terlalu keras kalo hanya mengandalkan ketampanannya," ujarnya dengan tertawa kecil.

Guna memnuhi kebutuhan hidupnya, sejak 2013 Eka bekerja sebagai karyawan di perusahaan yang memproduksi makanan coklat. Selain menjadi karyawan, Eka juga menekuni bisnis online shop, sebagai pekerjaan sampingannya.

Mengurus anak, bekerja di perusahaan, serta mengurusi dagangan online adalah tiga hal yang tak terpisahkan dalam keseharian Eka.

"Karena ide suka datang tiba-tiba, biasanya aku tuang dalam aplikasi color note di hp dulu, terus malamnya baru aku rapihin setelah unggah (upload) dagang online di sosial mediaku," ucapnya pada sahabat JPI.

Disamping kegiatannya yang padat, Eka sedang menyelesaikan naskah novelnya yang berjudul “Orang Keempat”. Eka yakin, novelnya nanti, bisa menjadi best seller karena sebelum cetak, sudah banyak para netizen yang menyukai dan terus mengikuti setiap postingannya di Facebook.

Kepada sahabat JPI ia mengungkapkan, bahwa ia benar-benar sedang berjuang keras untuk mendapatkan kesuksesan di dunia literasi dan juga per-film-an. Ibu dari satu anak ini, memang luar biasa. Ia selalu semangat belajar dan tak pernah berkata lelah. Ia adalah sosok pekerja keras.

Inspirasi Menulis Lewat Komunitas Menulis 
Eka mengenal JPI melalui Dede Hartini, yang merupakan salah satu penulis dan admin dalam grup Jaringan penulis Indonesia. Ia mengenalnya melalui pertemanan di media sosial. Kepada sahabat JPI Eka berharap agar kelak dirintulisannya dapat menghiasi layar televisi. "Semoga teman-teman dan aku kelak jadi penulis FTV terkenal, syukur-syukur jadi penulis skenario, nasib gak ada yang bisa meraba kan? Aamiin."

Dari kisah Eka Wahyu Manduri dengan mimpinya menjadi seorang penulis Novel best seller, semoga bisa memotivasi kita untuk terus meraih mimpi dan menjadikan mimpi tak sekedar dalam genggaman, tapi segera menjadi kenyataan.

Profil
Nama Lengkap: Eka Wahyu Manduri
Tempat, tanggal lahir: Lampung, 7 September
Alamat: Lampung

Riwayat Pendidikan: 
SDN IV pardasuka
SMPN 1 Katibung
SMUN 1 Sudomulyo

Riwayat Karir: 
Pabrik coklat ( 2013-sekarang)

Karya: 
1 solo, berjudul "Awas ada Pacul" (penerbiti ntishar, 2018)
1 cernak, berjudul "Makan Singkong, yukk!!" ( penerbit intishar, 2018)
2 antologi bersama 40-an penulis se-nusantara.

Media Sosial: 
Fb: Berlian Daffa Naura 
Wp : @eka_pacul07

Posting Komentar

0 Komentar