Jangan tunjukkan ketakutan pada orang lain

Melihat video para vlogger yang secara live mempertontonkan aksinya di atas ketinggian bikin darah kita mendesir. Aksi-aksi yang menyuguhkan ketangkasan yang terkesan menantang maut semakin mudah kita temui. Belum lagi aksi-aksi yang membedah abis daerah-daerah yang dianggap angker serta aksi yang kita anggap konyol dengan resiko yang dapat begitu fatal bagi pelakunya. Yang tak kalah menarik, banyak para penerjang rasa takut itu adalah orang-orang yang tidak hanya dari para profesional namun berusia begitu muda, yah, banyak aksi dilakukan pemuda itu untuk mendapat perhatian dan menjadi terkenal.

Rasa kagum dan ngeri campur aduk ketika menonton aksi yang extreme, hingga tidak terhindarkan sebuah pertanyaan pun menyeruak, bagaimana mereka dapat menyingkirkan rasa takut?


Rasa takut itu reaksi manusiawi yang secara biologis merupakan mekanisme perlindungan ketika menghadapi bahaya. Ketakutan adalah emosi yang muncul saat orang menghadapi ancaman. Biasanya sebagai pertanda peringatan hidup, tanda agar berhenti, melihat dan mendengarkan. Yah, ancaman merupakan peringatan yang sangat membutuhkan perhatian dan bisa memperlambat serta mengendalikan sebagian besar
emosi psikosomatis, dimana gangguan psikosomatis yang berarti penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh bisa saja secara tiba-tiba datang. Misalnya, telapak tangan berkeringat, nyeri pada perut, jantungan, gagap dan lemas seketika bahkan pingsan atau gagal jantung. Ngeri ya, Sob!.

Penyakit ketakutan ( phobia ) adalah kecemasan yang berlebihan , terus menerus dan tidak realistis. Aneh saja dan lucu jika kita lihat ada orang ketakutan luarbiasa terhadap kecoa misalnya, atau ulat. Yang sampai takut pula pada sesuatu atau mainan yang menyerupainya. Lain halnya jika sebuah traumatis, seperti ada anak korban bulliying. Namun keduanya ( orang yang phobia kecoa atau ulat, dan korban bulliying ) tetap irasional, karena belum terbukti bahwa apa yang ia takutkan itu membahayakan dirinya, atau dapat mencelakakan hidupnya. Begitu juga pada para pengidap agoraphobia ( takut pada keramaian dan tempat terbuka ) dan phobia sosial.

Lalu bagaimana dengan para vlogger dan yang selfi di ketinggian dan tempat-tempat yang angker? Apa mereka tidak merasakan takut? Sepertinya tak mungkin manusia tidak punya  rasa takut. Bisa jadi ketakutan tidak tampak dari mereka, karena tertutup oleh  keberanian.

Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Bisa jadi akan mirip dengan nekat, tapi ada perbedaan pada tindakannya. Nekat lebih cendrung pada tindakan yang dilakukan dalam keadaan takut dan terpaksa.

" Keberanian menaklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan", kata Aristoteles. Artinya, orang yang memiliki keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi. Sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang disekitarnya.  Nah, terjawabkan! 

Terbukti, hanya orang-orang yang tidak takut yang mampu bertindak kreatif dan keluar dari masalahnya. Jika kita tepat menempatkan keberanian maka peluang terkungkung oleh jeratan masalah akan semakin berkurang. Ketakutan untuk bertindak selayaknya orang yang telah membuktikan keberanian dan optimis pada jalan yang ditempuh oleh orang-orang sukses sebelumnya tidak diragukan lagi, sudah tahu jika rajin menabung itu pangkal kaya, kerja pasti ada hasil, belajar pangkal pandai, banyak mencoba pasti menemukan yang baru, dan falsafah lainnya yang positif menuju sukses. Lalu, kenapa kita terjebak oleh sifat pesimistik? Rasionalkah kita dalam berfikir? 

Takut hanya akan membuat tetap diam ditempat, bahkan mundur jauh ke belakang, tidak berani melakukan sesuatu untuk lebih dekat dengan cita-cita dan mimpi-mimpi. Kita akan terus dibayangi oleh pertimbangan yang menakutkan. Yah! ketakutan hanya membawa kita pada kegelapan.

Bekasi,1 Desember 2018

Artikel ini sudah teredit dari yang pernah saya unggah di platform tertentu dengan judul yang berbeda.

Gambar dari unsplash.com
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.