Luluk HF, Penulis Wattpad yang Berhasil Menggaet Penerbit dan Produser Film



Dunia perfilman Indonesia tahun ke tahunnya mengalami peningkatan dari segi kuantitas maupun kualitas. Entah itu berawal dari ide yang berupa sinopsis ataupun mengadaptasi dari sebuah novel yang belakangan ini mulai diminati. Salah satunya novel-novel wattpad karya Luluk HF.
Luluk HF adalah nama pena dari seorang penulis inspiratif bernama asli Hidayatul Fajriyah yang merupakan salah satu penulis yang aktif memposting karya tulisnya di wattpad, sebuah platform media gratis untuk berkarya yang sangat digandrungi para penulis masa kini.

Meraih Kesempatan Lewat Aplikasi Menulis, Wattpad
Luluk HF mulai bergabung di wattpad sejak tahun 2013, namun ia benar-benar serius pada tahun 2016 hingga sekarang. Kepada tim JPI, Luluk HF juga memaparkan beberapa tips dalam mengembangkan akun wattpad-nya sehingga ramai dibaca oleh jutaan pembaca.

Tips pertama adalah niat sungguh-sungguh. Kedua, usaha menulis dan promosi yang seimbang tanpa henti. Ketiga, konsisten dalam memperbarui cerita. Dan terakhir, berdoa setiap hari baik diri sendiri dan juga meminta doa pada orang tua. Selain itu, Luluk juga memberikan masukan kepada para penulis yang ingin fokus pada dunia tulis-menulis di era digital. “Saran saya, jangan hanya menulis satu atau dua bab setelah itu langsung heboh promosi, tapi tulislah sepuluh atau lima belas bab, baru gencar promosi.”

Gadis cantik berusia 23 tahun ini juga mengungkapkan bahwa dirinya sanggat mengidolakan sosok J.K Rowling yang membuatnya kagum karena kemampuan penulis tersohor itu yang memiliki imajinasi tingkat dewa. Seperti kebanyakan novel romansa yang ditulisnya, gadis yang memiliki hobi melamun serta berimajinasi ini sangat menyukai bacaan novel bergenre teenager alias remaja, meski berlawanan dengan film kesukaannya yaitu genre action. Tapi secara keseluruhan, Luluk juga menikmati berbagai genre.

Saat ditanya siapa artis dan aktor yang diidolakannya, Luluk menjawabnya datar. “Jujur untuk pertanyaan ini, saya tidak memiliki artis ataupun aktor idola yang benar-benar sangat disukai. Tapi saya punya idola di hidup saya. Ibu saya dan Nabi Muhammad SAW. Alasannya beliau mengajarkan kepada saya banyak hal tentang kebaikan dan cara mengatasi kekecewaan. Mereka mengajari saya untuk selalu berpikir dan bersikap positif.”

Kisah Novel Luluk Diangkat ke Layar Lebar
Luluk pertama kali mengenal dunia kepenulisan sejak tahun 2010 yang dimulai dari keisengannya menulis di blog dan juga note facebook. Dia ingin membuat cerita dengan karakter, penokohan, konflik dan ending sesuai keinginannya sendiri. Seiring berjalannya waktu, keinginannya pun terwujud.

Seperti halnya penulis lain, gadis berhijab ini juga mengaku memiliki rintangan dan kendala dalam menulis, salah satunya kehadiran black writers di mana dirinya kehilangan ide untuk melanjutkan cerita. Jika sudah begini, Luluk segera mencari hiburan untuk menyegarkan pikirannya. Mencari dan melakukan apapun yang membuat mood-nya membaik lagi.

Ada hal unik dari Luluk ketika dirinya merasa bersalah karena apa yang ditulisnya tidak sesuai ekspektasi pembacanya. Itulah salah satu faktor yang membuatnya merasa gagal. Beruntungnya, Luluk tidak pernah mendapat penolakan, karena selama ini medialah yang menawarinya untuk menerbitkan karya tulisnya hingga difilmkan, seperti salah satunya novel EL yang beberapa bulan lalu menghiasi layar bioskop Indonesia. Pencapaiannya ini membuatnya sangat dibanggakan oleh orang tua dan teman-temannya.

Luluk memilikitekad dan mental yang kuat. Tak ada rasa putus asa sekali pun yang melintas dalam memperjuangkan impiannya seperti yang diungkapkannya pada tim JPI, “Alhamdulillah belum pernah dan jangan sampai itu terjadi, karena saya selalu berusaha berpikir positif, terus bekerja keras dan berdo’a dan saya selalu percaya bahwa Allah SWT selalu ada untuk saya. Apapun rencana yang diberikan oleh Allah SWT di hidup saya adalah rencana yang terbaik," ungkapnya dengan penuh keoptimisan.

“Saya merasa dengan menulis, saya bisa menuangkan imajinasi saya sepuasnya. Apa yang saya tidak bisa dapat di dunia nyata, saya tuangkan dan saya ciptakan menjadi nyata di tulisan saya,” kata Luluk saat ditanya tentang  dunia kepenulisan yang menurutnya sudah menyatu dalam dirinya.

Santai Hadapi Hujan Cacian dan Makian
Selain terbiasa berlatih secara otodidak, keberhasilan Luluk juga dipengaruhi oleh para pembaca setianya yang senantiasa memberikannya masukan dalam bentuk kritik dan saran, sehingga seiring berjalannya waktu mengalami peningkatan kualitas. Uniknya lagi, Luluk mendapatkan banyak ide ketika dirinya bersama orang-orang terdekat di sekitaranya dan juga mendapat inspirasi setelah menonton film. Beberapa karya novel di antaranya adalah novel berjudul Delov dan skuelnya, Genpro, EL yang juga sudah diangkat ke layar lebar oleh PH Multivision. Terakhir, novel Mariposa yang akan terbit bulan depan dan akan segera diangkat ke layar lebar oleh PH Starvision Plus.

“Saya pernah mendapatkan cacian yang kasar dari beberapa pembaca. Tapi saya merasa mereka bukan haters (pembenci). Mereka pembaca yang memberikan kritikan dan saran tapi dengan cara yang salah seperti perkataanya kurang sopan atau terkadang ada pembaca yang terlalu antusias menunggu kelanjutan cerita saya, hingga mereka melakukan protes ingin cerita tersebut dilanjut tapi cara penyampaian kalimatnya sangat kasar dan tidak sopan.”

Gadis asal Lamongan ini juga selalu berusaha bersikap bijak bahkan ketika harus menghadapi pembaca yang mengarah pada sarkasme. Namun meski begitu, Luluk tetap bisa mengambil sisi baik di setiap kejadian apa pun dalam hidupnya. Di balik pancapaiannya yang mengagumkan diusia muda, ternyata Luluk memiliki impian besar lainnya, yakni berharap karya tulisnya bisa go internasional. Luluk juga berniat membangun sekolah literasi gratis lengkap dengan perpustakaan agar masyarakat lebih banyak membaca.

“Kalau gagal harus tetap senang dong. Berarti jatah gagal kamu sudah dikurangi satu, dan kamu semakin dekat dengan kesuksesanmu. Dan, sukses menurut saya adalah ketika sukses itu tidak hanya membahagiakan diri saya sendiri melainkan membahagiakan banyak orang. Seperti keluarga dan teman-teman saya. Sukses sama dengan terus perbanyak bersyukur.”

Dalam keadaan gagal sekali pun, Luluk berusaha meyakinkan dirinya dengan senyuman bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dia selalu berpikir hal-hal positif setiap ditimpa kegagalan dan berusaha mengambil pelajaran. Selain telah mencapai kesuksesan di dunia kepenulisan, Luluk juga berambisi untuk menjadi seorang entrepreneur (pengusaha) sebagaimana hasratnya di bidang menulis. Luluk ingin membuka usaha kuliner, karena itulah dia mengambil jurusan manajemen di Universitas Muhammadiyah Malang.

Pesan Luluk Pada Para Penulis 
Sebelum mengakhiri cerita, Luluk menyampaikan pesannya kepada para penulis yang ingin mencetak kesuksesan di era digital. “Pesan saya untuk penulis baru adalah niatnya untuk menulis di kuatkan. Diikat yang erat jangan sampai lepas. Karena ketika niat itu sudah kuat, yang namanya menyerah itu tidak ada. Kita akan terus berusaha untuk menggapai impian kita. Terus berpikir positif, katakan bahwa kamu bisa menulis dan kamu bisa sukses. Ketika kamu gagal, terus bangkit karena kesuksesanmu sudah semakin dekat. Ketika kamu mengalami kesusahan dalam menulis, belajar saat itu juga. Cari jawaban akan kesusahanmu. Jangan malas, terus berusaha, berpikir positif dan terus berdoa untuk menggapai impian kalian.”

Sepenggal kalimat pun kembali Luluk sampaikan bahwa, "Lawan kalimat “Tidak bisa” menjadi “Belum bisa”. Lawan kalimat “ Belum bisa” menjadi “Pasti bisa.” Buatlah karyamu sendiri mulai sekarang agar namamu bisa dikenang selamanya meskipun ragamu sudah tidak ada.”

Sejatinya Luluk HF. adalah sebuah bukti inspirasi generasi muda Indonesia, bagaimana kita terlahir untuk menjalankan sebuah misi kehidupan yang seharusnya kita semua tau apa yang harus diperjuangkan, mimpi. (DH)

Profil
Nama Lengkap: Hidayatul Fajriyah
Nama Pena: Luluk HF.
TTL: Lamongan, 14 Juni 1995
Hobi: Melamun, berimajinasi, menulis dan menonton film.
Domisili: Malang.
Pekerjaan: Penulis dan sebagai mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Malang.
Pendidikan: Mahasiswi jurusan Manajemen, Universitas Muhammadiyah Malang.

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.