Dede Hartini, Mojang Bandung yang Tengah Bersinar


Bermula dari rasa sukanya pada pelajaran Bahasa Indonesia saat duduk di bangku SMP, Dede mulai menasah kemampuannya menulis. Merasa memiliki bakat di dunia literasi, Dede terus mengasah bakatnya agar semakin tajam. Mojang Bandung yang menyelesaikan sekolahnya dari TK, SD, SMP dan SMA disebuah perkampungan di Bandung ini pernah mengikuti kursus penulisan yang digelar DISPUSIPDA Jawa Barat selama enam bulan pada tahun 2016.

Di tahun yang sama, penyuka warna biru, ungu muda dan pink muda ini akhirnya berhasil menelurkan sebuah novel solo berjudul "Arabian Prince Love". Novel tersebut telah dibedah beberapa kali ketika DISPUSIPDA Jawa Barat mengadakan seminar dan acara kepenulisan.

Sejak itu langkahnya semakin mantap menjejaki dunia literasi. Banyak undangan terkait penulisan yang dia terima, salah satunya mengisi acara seminar kepenulisan DISPUSIPDA Jawa Barat pada tanggal 17 desember 2016 lalu. Selain itu, Dede juga pernah diundang untuk mengisi acara launching rumah belajar, yaitu program kursus berbagai bidang yang diselenggarakan oleh DISPUSIPDA Jawa Barat untuk membedah buku pada 18 februari 2017. Dede juga pernah tercatat menjadi tamu di acara kursus kepenulisan DISPUSIPDA Jawa Barat pada tanggal 23 Juli 2017.

Setelah berhasil menerbitkan novel solonya, tulisannya yang kian renyah dimata pembaca pada akhirnya dimuat dibeberapa media. Salah satu artikelnya berjudul "Gagal vs Sukses" dan "Kiat Ampuh Semangat Menulis" pernah dimuat di majalah CATRA/SETJEN WANTANAS pada bulan Juni 2017. Bahkan koran sinar pagi edisi Agustus 2017 juga pernah memuat artikelnya yang berjudul "Cara Menghindari dan Menghadapi Bullying".

Langkah Dede tak berhenti sampai disitu. Penikmat seblak, ramen dan takoyaki ini terus mengepakkan sayapnya di dunia kepenulisan. Dede kemudian bergabung di komunitas Jaringan Penulis Indonesia (JPI) yang digawangi Endik Koeswoyo bersama istrinya, Dita Faisal. Gabung di komunitas tersebut, Dede mulai melirik industri penyiaran. Idenya yang selalu mengalir deras disalurkan untuk menulis sinopsis FTV. Setelah berkali-kali ditolak, akhirnya sinopsis Dede diterima. Terbukti, beberapa judul FTV karya Dede telah tayang di layar kaca SCTV, antara lain :

1. Mie Ayam Mantan Level Cemburu, tayang pada Februari 2018.
2. Seblak Mantan Yang Tak Dirindukan, tayang pada Maret 2018
3. Tebar Pesona Mawar Merona, tayang Maret 2018.
4. Rengginang Bulat Digoreng Dadakan Dijual Manja Sama Biduan Syantik, tayang pada oktober 2018.

Bicara tentang penulisan, mulanya keluarga tidak mendukung Dede terjun di dunia literasi. Keluarganya beranggapan bahwa Dede belum mengerti tentang seluk beluk dunia kepenulisan. Awalnya orangtua Dede sering ngomel-ngomel melihat Dede menulis. Terutama Ibunya yang penuh harap bahwa Dede bisa menjahit, sebab Dede telah dibelikan mesin jahit oleh Ayahnya. Orangtua Dede berharap Dede menekuni dunia menjahit. Sayangnya, Dede tak begitu menyukai dunia jahit-menjahit sehingga ia memutuskan untuk kembali ke dunianya, menulis. Dede tak menghiraukan omelan orangtua-nya itu. Dia terus menarikan jemarinya yang mungil dan menuangkan ide-ide segar yang dibenaknya. Ketika telah berhasil memiliki sebuah buku sebagai debutnya di dunia literasi, barulah orangtua-nya mulai membuka mata atas apa yang Dede tekuni selama ini. Kedua orang tuanya tak lagi mengomel, sebaliknya  sekarang keluarganya sangat mendukung Dede untuk menekuni dunia menulis. Dede mengakui bahwa dukungan dari keluargalah yang membuat semangat menulis Dede semakin terpacu. Dede ingin sekali membanggakan orang-orang yang selama ini sudah menemaninya disaat apapun, seperti orang tua, keluarga dan para sahabat.

Banyak sekali penulis keren yang telah punya nama di dunia literasi dikagumi Dede, salah satunya Pidi Baiq. Menurut Dede, tulisan Pidi Baiq sangat Bandung sekali, simple tapi kaya makna dan sering membuatnya tertawa bahagia. Dede sangat menyukai genre romance, fantasi, dan horor. Menurutnya ide menulis bisa datang dimana saja dan kapan saja terutama saat sedang jalan-jalan. Dede memang hobi hang out alias berkeliling.

Nah, buat kamu yang ingin mengajak Dede jalan, ajak saja dia nonton film, karena dengan menonton di bioskop dijamin ia tidak akan menolak tawaranmu. Mau tahu apa saja film favorit Dede? Selain Twillight, Dede juga suka film Hyouke dan Vampir in Love.

Harapan Dede pada teman-teman JPI adalah manfaatkan peluang dan kesempatan emas sebaik-baiknya, karena buatnya JPI adalah salah satu anugerah terindah.

Bagi yang ingin kenal Dede lebih dekat, mari simak profilnya dibawah ini.

Profil
Nama Lengkap: Dede Hartini
TTL.: Bandung, 02 Mei 1996
Pekerjaan: Penulis

Pendidikan Formal:
- TK As Sholihah, Bandung, Jawa Barat
- SDN Panggilingan, Bandung, Jawa Barat
- SMP Karang Arum, Bandung, Jawa Barat
- SMA Karang Arum, Bandung, Jawa Barat

Pendidikan Non Formal:
- Kursus Merajut Benang
- Kursus Menjahit & Memayet Kebaya
- Kursus Menulis di DISPUDIPDA Jawa Barat

Hobi dan Kegiatan:
Menulis, membaca, hangout, travelling, dan menyukai hal-hal baru

Karya Tulis:
- Novel Arabian Prince Love 2016
- Artikel 'Gagal VS Sukses' dan 'Kiat Ampuh Semangat Menulis' terbit di Majalah Catra Setjen Wantanas 2017.
- Artikel 'Cara Menghindari Dan Menghadapi Bullying' terbit di koran Sinar Pagi, Bandung 2017.

Ide Cerita FTV: 
- Mie Ayam Mantan Level Cemburu (SCTV)
- Seblak Mantan Yang Tak Dirindukan (SCTV)
- Tebar Pesona Mawar Merona (SCTV)
- Rengginang Bulat Digoreng Dadakan Dijual Manja Sama Biduan Syantik (SCTV)

Media Sosial:
FB: Princess Debie
IG: @Hartinidede
Wattpad: @hartinidede
e-mail: detin32@gmail.com

Quote favorit:
"Kesempatan kita hidup di dunia ini umumnya kurang dari satu abad dan aku ingin namaku tak hanya diukir di batu nisan, tapi juga dikenang untuk abad-abad selanjutnya".

Posting Komentar untuk "Dede Hartini, Mojang Bandung yang Tengah Bersinar"

www.jaringanpenulis.com




Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
SimpleWordPress