BAGONG 45, tentang ide cerita sinopsis cerpen dibuang sayang

BAGONG 45

Cerita rakyat, sebenarnya ada kisah yang hampir saja hilang ditelan kehidupan modern, kisah itu hanya di ceritakan oleh beberapa orang tua yang sudah umur, kisah yang melegenda, bagong  45 sang pendobrak ketidak adilan, penghukum, pemusnah penindasan dan penjajahan terhadap rakyat.

Dikisahkan bahwa bagong 45 adalah pemuda yang terlahir dari rahim seorang ibu yang ningrat, bapaknya orang terpandang pada zaman itu, ia mempunyai  nama asli hendrawan puspa, sejak kecil ia dimanjakan oleh kedua orang tuanya, kehidupannya nyaris sempurna, kehidupan yang banyak diidamkan oleh orang orang pada umumnya, hingga suatu saat karena keadaan politik bapak hendrawan ditangkap oleh kolonial belanda, saat itu tahun 1920.

Sejak bapak hendrawan ditangkap oleh belanda, hendrawan dan keluarga mengalami masa masa yang sulit, hendrawan dan ibunya  beserta sebagian keluarganya terpaksa mengembara,berkelana ke seluruh pelosok negeri , menyambung hidup dengan membuka usaha opera jalanan, usia hendrawan yang masih belia mengharuskan ia untuk belajar bagaimana kerasnya kehidupan.

Sejak kecil, hendrawan harus berakting untuk membantu pertunjukan opera jalanan yang di bawakan oleh anggota keluarganya, lakon yang dibawakan adalah tokoh yang bernama bagong yang dilegendakan sebagai tokoh jelmaan sang makhluk sakti, terlahir dari bayangan makhluk tersebut, bagong pun mempunyai kesaktian luar biasa, jenaka namun mempunyai prinsip yang kuat dan tajam.

Waktu berputar dengan cepatnya, Kini hendrawan beranjak dewasa, tokoh bagong yang di perankannya menjadi makanan sehari hari sehingga tertanam betul jauh di sanubarinya, suatu ketika hendrawan merasa uring uringan di atas pentas, ia tidak seperti biasanya, aktingnya kacau, ternyata hal itu terjadi karena hendrawan baru saja mendapat kabar bahwa bapaknya telah wafat secara tak wajar.

Terkuak kabar bahwa bapak hendrawan ditangkap karena belanda ingin mengetahui sebuah rahasia yang dipegang oleh bapak hendrawan, namun bapak hendrawan tetap bungkam hingga ajal menjemputnya, pimpinan belanda kesal dan kali ini belanda ingin juga menangkap ibu hendrawan, belanda menduga bahwa ibu hendrawan mungkin saja mengetahui rahasia itu. Kabar ini sampai pada hendrawan dan para rombongannya, sejak itu mereka (hendrawan dan keluarga) menjadi buronan colonial belanda.

Belanda melakukan berbagai cara untuk menangkap hendrawan dan rombongan, bahkan dengan cara cara kejipun belanda lakukan. Seorang warga memberikan informasi kepada belanda tentang keberadaan hendrawan dan rombongan, warga itu terpaksa berkhianat, ia berkhianat karena mendapatkan tekanan, intimidasi, ancaman dari belanda.

Hendrawan dan rombongan di ketemukan oleh belanda, hendarawan dan rombongan terkepung saat mereka mengadakan pentasan opera jalanan, dengan keji belanda membakar tenda dan peralatan pentas rombongan, hendrawan dan lainnya tak berdaya, dengan keji belanda menyiksa para rombongan, terlihat ibu hendrawan diseret paksa oleh belanda, hendrawan melihat hal itu, tak terasa air mata menetes membasahi wajahnya, bedak putih hiasan bagong di wajah hendarawan melele oleh aliran air matanya, ibu hendrawan memberi isyarat kepada hendrawan untuk tidak melakukan perlawanan. 
Dengan beringas belanda mencoba menanyakan rahasi yang mereka cari, ibu hendrawan tetap bungkam, belanda mengancam, ibu hendrawan mencoba mengambil sebilah pisau dari balik selendangnya, pisau itu di arahkan kepada pimpinan belanda, tusukan pisau meleset terganti oleh letupan senapan prajurit belanda, peluruh mengenai ibu hendrawan, darah bercucuran, hendrawan berteriak histeris “tidak…”, berontak dan berlari menuju ibunya yang tersungkur bersimbah darah, terdengar letupan senapan yang kedua kalinya, kali ini mengarah kepada hendrawan, namun paman hendrawan berlari melindungi hendrawan dan menjadikan tubuhnya sebagai tameng dari peluru senapan itu untuk, paman hendrawan yang separuh baya itu juga roboh bersimbah darah, pimpinan belanda memberi isyarat untuk menghentikan penembakan dengan tujuan untuk memberikan kehidupan kepada hendrawan, karena lagi lagi belanda menduga bahwa mungkin sang anak (hendrawan) tahu rahasia yang mereka cari.

Hendrawan memeluk ibunya, dengan terbatah ibunya memberikan kata perpisahan bahwa “rahasia yang mereka cari telah hidup di ragamu anakku”. Ternyata rahasia yang belanda cari adalah bagaimana cara untuk menghidupkan tokoh bagong di kehidupan nyata, belanda takut apabila legenda itu benar bahwa ada tokoh legenda yang akan hadir dan nyata di tengah rakyat apabila rakyat dalam keadaan terjajah oleh ketidak adilan, belanda takut akan munculnya tokoh itu dan hidup, hadir di tengah rakyat untuk membela rakyat dari penindasan.

Dalam pelukan hendrawan, ibu hendarawan menghembuskan nafas terakhir.
Hendarawan dengan kata yang terbatah  “tidak….”… “ jangan…”… “jangan ibu aku”…  
“akhhhhhhhh…” terdengar teriakan hendrawan yang melengking menyayat hati.
Langit mendung, angin kencang berhembus, awan hitam seram menutupi sinar mentari, tercipta kesan dingin, gelap, menyeramkan, tiba tiba terdengar suara hendrawan yang tertawa “wakakakakakakaka…”
Sesekali petir memberikan silauan sinarnya, Nampak hendrawan berubah, kini mengenakan jaket kulit hitam, ada kain bercorak batik menutupi paha hingga lututnya, rambutnya berkonde panjang bak rambut shoulin, wajahnya putih bak topeng dari bedak tebal dan sempurna bentuknya tidak rusak oleh tetesan air, ada lingkaran merah di sekitar bibir dan kedua matanya, di pinggangnya Nampak senjata “kudi” yang tajam dan mempunyai kesaktian misterius.

Orang orang kampong disekitar rombongan yang menyaksikan perubahan hendrawan, sebagian berkata : “ bagong telah lahir….., bagong telah lahir….”
Hendrawan berubah menjadi bagong yang nyata, dengan kesaktian membalas kekejaman belanda dengan kekejaman yang tak berbelas kasihan, satu persatu belanda tewas oleh tusukan bagong, tampak sebagian tentara belanda berusaha kabur namun bagong melemparkan senjata kudinya, senjata kudi itu menggandakan diri berubah menjadi banyak dan masing masing menancap pada bayangan para prajurit, prajurti belanda yang beberapa langkah saja hendak melarikan diri terhenti seketika bertepatan dengan menancapnya senjata kudi pada bayangan mereka, tubuh prajurit menjadi kaku tak bisa bergerak seolah olah bayangan mereka mengunci mati pergerakan mereka, inilah satu dari puluhan kesaktian bagong 45.

Angin dingin bertiup lagi, seakan terasa hingga ke dalam tulang belulang, dan bagong dengan kemistikan muncul perlahan, keluar dari dalam bayangan para perajurit lalu dengan senyum dingin, bagong mencekik para prajurit tanpa ampun. Semua tentara belanda pada saat itu tewas mengenaskan.

rahasia, dilegendakan turun temurun bahwa apabila terjadi penderitaan rakyat, ketidak adilan di tengah rakyat, penindasan, dan dalam kondisi rakyat tersebut terdapat manusia yang mengalami trauma kesedihan oleh penindasan terhadap ibunya, maka dengan bedak sakti, manusia itu akan memanggil sosok bagong dan berubah menjadi bagong yang membela rakyat dari penindasan, ketidak adilan, dan penderitaan.”

1945 Bagong terlahir kembali, ini generasi yang sekian kalinya, generasi ini dikenal sebagai BAGONG 45. 
Bersambung…..

Cerita ini hanya fiktif, jika ada nama, tokoh dll merupakan kebetulan semata. Dan cerita ini bersifat dan bertujuan hanya menghibur.
Semoga terhibur dan jangan lupa bahagia.

Email : karoomuatan@gmail.com
Jaringanpenulis.com






Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.