Yudi Trisnahadi, Menyulap Ampas Kopi Menjadi Karya Seni


Kopi menjadi bagian gaya hidup yang digandrungi banyak orang saat ini. Tak heran coffee shop, kedai kopi, dan berbagai tempat kongkow berlomba menawarkan menu racikan kopi yang paling enak. Menikmati secangkir kopi menjadi tren yang bukan hanya milik kalangan muda, tetapi juga dapat dinikmati berbagai kalangan tanpa kecuali.

Tren ini juga yang menjadi gaya hidup dari seorang Yudi Trisnahadi, seorang fotografer yang telah menyelenggarakan pameran fotografi di tahun 1998. Kesukaannya pada kopi melahirkan karya seni luar biasa yang memanfaatkan ampas kopi sebagai bahan utama.

“Awalnya ketika sedang ngopi di kedai kopi. Di salah satu dindingnya terpajang lukisan dari kopi. Ketika ada waktu senggang, selepas minum kopi. Saya mencoba membuat lukisan dari sisa kopi yang saya minum,” jelas lelaki yang kini bermukim di Madinah ini.

Walaupun tidak memiliki latar belakang pendidikan seni secara formal, tapi Yudi mampu menghasilkan lukisan ampas kopi yang luar biasa. Ia bisa menyelesaikan lukisan ampas kopinya dalam jangka beberapa hari jika dalam kondisi longgar. Kesulitan utama yang dihadapinya dalam membuat lukisan ampas kopi adalah alat lukis yang digunakan. Hal ini dikarenakan ampas kopi tidak memiliki sifat seperti cat akrilik atau cat air. Dibutuhkan kesabaran yang lebih karena ampas kopi memiliki daya rekat yang rendah serta kekentalan kopi yang berpengaruh pada hasil lukisan. Selain itu, melukis dengan ampas kopi juga tidak bisa menggunakan kuas seperti halnya melukis dengan cat air atau akrilik. Saat ini, Yudi masih menggunakan pisau kecil sebagai pengganti kuas.

Ketika ditanya tentang jenis kopi yang bisa digunakan untuk lukisan ampas kopi ini, Yudi mengatakan bahwa ampas kopi yang digunakan adalah ampas dari jenis robusta. Ia menyukai ampas kopi dari kopi hitam yang menjadi favoritnya.

Meski melukis dengan ampas kopi hanya dilakukan Yudi di saat senggang dan untuk menghilangkan penat selepas bekerja. Tapi, Yudi bertekad suatu saat nanti ingin melakukan pameran lukisan ampas kopi yang dibuatnya. Sama seperti saat ia melakukan pameran foto di tahun 1998 silam. #tia
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.