Zhivna Afniza, Guru SD dari Kota Pahlwan yang Selalu Mengayomi


Oleh Ria M.

Mengemban amanah sebagai pendidik atau guru, adalah tantangan besar ketika ada murid yang kurang baik dalam bersikap. Namun, Zhivna tetap berusaha bersikap lembut untuk mengayomi anak didikanya dengan tidak memberatkan hukuman. Wanita ini hanya fokus mengajarkan tanggung jawab pada murid yang diajarnya sambil membuat kesepakatan soal konsekuensi hukuman yang akan diterima jika melakukan pelanggaran. Tantangan lain adalah ketika muridnya sering terbawa emosi saat meninggalkan rumah dan membawanya ke sekolah.

"Biasanya, makan sambil berdiri dan berkata kasar, mereka tinggal pilih skot jump atau push up," ungkapnya tegas.

Sejak kecil, Zhivna aktif dan senang mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Kini, Zhivna sedang pula menempuh pendidikan jurusan bahasa Arab di sebuah universitas. Berbagai tugas kuliah ia kerjakan di sela-sela jam mengajar di sekolah dasar yang menerapkan sistem sekolah sehari penuh. Mengajar semua mata pelajaran adalah tugas seorang guru sekolah dasar, kecuali agama, olah raga dan bahasa Inggris. Tugas yang memang tak mudah sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Guru tingkat dasar ini bercerita soal aktivitas sehari-harinya sebagai pengajar. Dari pukul 06.30 wib, Zhivna berangkat dengan waktu tempuh 15 menit dari tempat tinggalnya dengan mengendarai motor sendiri. Hampir seharian penuh Zhivna mencurahkan waktunya untuk anak-anak didiknya. Zhivna pun akan pulang ketika waktu menunjukkan pukul 15.45 wib.

Dengan jadwal mengajar seharian penuh, Zivna mengambil kesempatan untuk melanjutkan ekola ke perguruan tinggi secara online. Cara ini cukup efektif, karena mahasiswa tidak diwajibkan untuk hadir tatap muka. 

Meski kelihatannya mudah, tapi pembagian waktu tetap saja menjadi masalah utama bagi Zhivna. Dalam curhatnya, Zhivna menceritakan tentang kesulitan mengatur waktu antar mahasiswa saat ujian tiba. Jadwal dosen yang teramat sibuk membuatnya kerepotan saat mengetahui bahwa peserta ujian jauh dari jumlah standar ketentuan.

"Apa lagi dosen tidak mau ujian kalau tidak sampai 3 orang yang ujian di hari yang sama."


Selama perkuliahan online, Zhivna beserta teman kuliahnya sering belajar kelompok untuk berdiskusi membahas dan memahami materi perkuliahan melalui internet.

"Sebenarnya bisa saja tanya dosen. Tapi, respon lambat. Hasilnya, Zhivna sering telat mengumpulkan tugas kalau tiba-tiba malas mengerjakan atau ada tugas di sekolahnya."

Namun, melintas dari segala kesibukan, keseruan murid-murid didiknya adalah penggugah semangat untuk kembali ceria. Zhivna menambahkan, bahwa dirinya tengah menikmati peran sebagai mahasiswa yang sekaligus merangkap sebagai pendidik yang mengayomi anak didiknya dengan penuh kasih sayang.

"Asyiknya, ngerasa tertantang banget, jadi orang sok sibuk. Anak-anak serasa jadi hiburan dan pemacu semangat, gitu." 

Itulah kisah tentang seorang guru di Surabaya, Jawa Timur. Meski sibuk dengan pekerjaannya sebagai pengajar SD, namun Zhivna tetap semangat untuk memperjuangan keinginannya, menimba ilmu dengan kuliah jarak jauh. (RM)

Profil
Nama: Zhivna Afniza (Zhafira Vitaningrum)
TTL: Surabaya, 7 Mei 1998
Pekerjaan: Guru SD
Hobi: Travelling, Menyanyi
Komunitas: Care For Teens, Sing Your Mind, Dash Smunsyid

Riwayat Pendidikan:
-SD Muhammadiyah 16 Surabaya
-SMP Ar Rohmah putri Malang
-SMA Ar Rohmah Putri Malang
-Semester 2 I'daad Jaami'ah Huffadzusunnah Indonesia, Jakarta

Riwayat Pekerjaan:
-Guru di Madrasah Diniyyah Ar Rohmah Malang
-Tentor Qur'an di Best Choice Private
-Marketing Gerai PPPA DAQU Surabaya
-Customer Service PPPA DaQu Surabaya
-Guru di SDI Jiwa Nala Surabaya

Prestasi:
- Kontributor Terfavorit lomba cerpen oleh Sabana Pustaka
- Juara 3 lomba Cipta puisi oleh Negeri Kertas

Media Sosial:
Ig: @zhivna98

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.