Pilu Melati


Akhirnya ia berdiam diri
Terlamun soal tak berduri
Sedang mawar terus disegani
Meski ia bisa melukai

Melati bertanya-tanya
Mengapa ia tak seistimewa
Seperti saudara tuanya
Yang simbolkan jiwa tertawa

Mengapa bukan dia
Yang terpajang di atas meja
Lagi-lagi saudara tua
Dibalut cantik penuh manja

Mawar selalu tersimpan
Ketika remaja mulai kasmaran
Sedang melati masih diam
Makin tersisih dari pasaran

Kepiluannya hadirkan luka
Namun ikhlas jalan satunya
Ia tak pilih pergi
Sebab ia masih mewangi..


Kediri, 25 juni 2018
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.