Seminar Awam Gagal Ginjal Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Di RSUD Ciamis

CIAMIS-, Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis yang bekerja sama dengan PT. Merck, Tbk dan Himpunan Pendamping dan Pasien Hemodialisis RSUD Ciamis melaksanakan seminar awam pada Minggu (6/5). Seminar ini ditujukan untuk pendamping dan pasien yang melakukan terapi hemodialisis di RSUD Ciamis. Seminar yang dilaksanakan di Rumah Makan Pujaseda tersebut dihadiri oleh sekitar 75 orang peserta, yang terdiri dari pasien, pendamping, serta tenaga medis.

Dalam kesempatan tersebut hadir direktur RSUD Ciamis, dr. H. Aceng Solahudin Ahmad, M. Kes. Dr. Aceng Solahudin dalam sambutannya menjelaskan bahwa seminar awan untuk pasien merupakan agenda kegiatan yang menjadi konsentrasi dan perhatian pihak rumah sakit dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien cuci darah. Seminar ini merupakan seminar kedua untuk pasien gagal ginjal yang dilakukan oleh RSUD Ciamis.
Direktur RSUD Ciamis, dr. Aceng Solahudin Ahmad, M.Kes memberikan sambutan
Pihak rumah sakit berharap kegiatan ini isa dilakukan secara rutin sehingga pengetahuan pasien maupun pendamping bisa terus meningkat dan akan berpengaruh pada kualitas hidup pasien sebagai tujuan akhirnya.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh H. Patihin, selaku ketua Himpunan Pendamping dan Pasien Hemodilisis di RSUD Ciamis. “Kita selalu berupaya agar pasien mendapatkan informasi terbaik dari tenaga medis. Sehingga pasien tidak merasa takut untuk melakukan cuci darah. Jika sekarang kegiatan ini rutin dilaksanakan setahun sekali, mungkin ke depannya akan lebih sering dilaksanakan.”
H. Patihin, ketua Himpunan Pendamping dan Pasien Hemodialiss RSUD Ciamis
Seminar awan yang mengambil tema gaya hidup sehat dengan dialisis menghadirkan tiga orang pembicara, yaitu dr. Setyo Raharjo, Sp.Pd., dr. Pupung Oprianti, M.Kes., dan Susi Wartini, SKM., M. Kes. Dalam kesempatan ini, dr. Setyo menyampaikan materi mengenai keluhan dan komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien gagal ginjal yang melakukan terapi cuci darah. Mengingat masih banyak pasien yang belum paham dengan kondisi tubuhnya yang berubah.
Dr. Setyo Raharjo selaku pemateri mengenai gagal ginjal dan penyakit komplikasi penyerta
Materi kedua disampaikan oleh dr. Pupung dengan bahasan utama defisiensi vitamin B dan dampaknya bagi pasien yang rutin melakukan cuci darah. Vitamin B pada pasien cuci darah rutin ikut terbuang dalam proses cuci darah. Sehingga, pasien membutuhkan tambahan vitamin B untuk memenuhi kebutuhan vitamin tubuh pasien.
Dr. H. Pupung Opriianti, M.Kes memberikan materi defisiensi vitamin B
Materi terakhir disampaikan oleh Ibu Susi, selaku ahli gizi. Beliau memberikan materi tentang makanan dan pola makan yang baik agar pasien terhindar dari komplikasi yang mungkin terjadi. Ibu Susi juga menambahkan bagaimana cara mengolah makanan agar aman dikonsumsi pasien cuci darah.
Ibu Susi Wrtini, SKM., M.Kes memberika materi mengenai  gizi pada pasien cuci darah
Seminar ini terselenggara atas kerja sama berbagai pihak, salah satunya adalah PT. Merck Tbk. PT. Merck Tbk sudah sejak lama berkonsentrasi dan fokus dengan kondisi pasien cuci darah. Salah satu upaya yang merupakan wujud kepedulian itu adalah dengan terbentuknya Program Medicare (Merck Dyalisis Care) dan PT. Merck menjadi sponsor tunggal dalam acara seminar tersebut.
Bapak Mukti selaku Area Sales Manager Jawa Barat PT. Merck Tbk
“Sebenarnya PT. Merck tidak bersentuhan dengan pasien secara langsung. Kami hanya memfasilitasi para profesional dalam hal ini dokter dan tenaga medis untuk memberikan edukasi pada pasien atau masyarakat,” jelas Mukti, selaku Area Sales Manager Jawa Barat yang hadir dalam acara seminar tersebut. Mukti juga menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dilakukan di daerah lain. Pada hari yang sama, kegiatan seminar juga dilakukan di daerah lain seperti Jogjakarta dan Batam.

Pada kesempatan tersebut juga, PT. Merck memberikan informasi mengenai produk Neurobion yang sangat berguna untuk pemenuhan kebutuhan vitamin B pada pasien gagal ginjal yang rutin menjalani terapi cuci darah. “Kami tidak dapat memberikan janji untuk selalu menjadi sponsor tunggal dalam acara seminar. Tapi kami dapat memastikan akan ikut serta memperhatikan kebutuhan terbaik bagi pasien cuci darah, dalam hal ini kebutuhan vitamin B melalui Neurobion,” lanjut Mukti di tengah sela-sela kesibukan acara seminar.

Acara seminar yang berlangsung santai tapi fokus akhirnya berakhir pukul 13.00 WIB. Berbagai pertanyaan diajukan bagi pemateri yang hadir, sebagai bukti antusiasnya peserta dalam mengikuti avara seminar. Selain mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat, acara ini juga sebagai perekat tali silaturahmi antara pendamping, pasien, dan juga tenaga medis.#tia

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.