DINDA

 

Ada setiap hembusan
dalam gerak bibir yang tertahan
melintasi waktu menembus impian
tertahan dalam ruang angan
Oh luka mengapa kau tega
menyayat hati dengan cinta
antara benci dan rindu yang tersamar rasanya
mengikis hati menyimpan perih di dada

dinda
aku ingin bicara
sekedar menyapa saja
sebab tak tahu lagi mau bicara apa

biar rindu menjadi beku
atau cinta mematung terketuk palu
hatiku terasa kaku
tertutup layak pintu

- Eva Prilia 

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.