Fitria Yusticia, Mengisi Waktu Luang dengan Karya yang Menghasilkan Uang


Siapa sih yang tidak kenal dengan si cantik Adzana Adi Bing Slamet, pemeran tokoh Jelita, di FTV Reguler SCTV “Cintaku Divermak Jelita”, aktingnya yang ciamik dengan Rendy Kjaernett mampu membuat penonton jadi baper. Lalu ada si ganteng Dimas Aditya pemeran tokoh Roland yang angkuh tapi jadi cowok lembut penuh cinta ketika bertemu dengan Nadya Arina sebagai Laras di FTV Reguler SCTV “Kebun Coklat Buah Cinta”.

Ternyata suksesnya FTV Cintaku Divermak Jelita dan FTV Kebun Coklat Buah Cinta berasal berasal dari cetusan ide romantis komedi Fitria Yusticia, yang biasa dipanggil Tya. Asal mula ide cerita Cintaku Divermak Jelita didapatnya ketika sedang makan mie ayam di sebuah warung. Di saat yang bersamaan, Tya melihat Abang tukang vermak levis keliling yang gigih menawarkan jasa vermak celana. Sedangkan ide cerita Kebun Coklat Buah Cinta sengaja dibuatnya untuk program FTV edisi Valentine. Menulis ide cerita baginya sangat mudah, “ide itu gampang ketemu kok dari hal-hal yang aku temui di kehidupan sehari-hari aku,“ ujar gadis kelahiran Yogyakarta, 9 Februari 1991 itu.

Proses penulisan skenario FTV Cintaku Divermak Jelita dan Kebun Coklat Buah Cinta hingga final draft memakan waktu 4 hari untuk masing-masing scene plot hingga skenarionya. Tya termasuk salah satu peserta didik yang jauh-jauh datang dari kota Banten ke Jakarta untuk kelas menulis selama 2 hari bersama Endik Koeswoyo. Selain offline, dia juga aktif belajar secara online di group whatsapp Jaringan Penulis Indonesia, sehingga wajar jika Tya bisa menulis sinopsis, mengembangkan menjadi scene plot hingga skenario. Sempat mengalami kekosongan rasa dan adegan di beberapa scene, tapi dengan tangan dingin Endik Koeswoyo, Tya bisa mengisi kekosongan itu sehingga menghasilkan skenario komedi romantis yang ciamik dengan rating 2.0/17. Angka ini termasuk rating yang tinggi untuk sebuah program FTV. 

Tya merupakan tipe perempuan yang sabar dan tekun, bahkan ia pernah "didamprat" Endik Koeswoyo ketika mengerjakan scene plot FTV Kebun Coklat Buah Cinta, karena berinisitif menambahkan beberapa tokoh yang tidak ada dalam sinopsis. Alhasil bukan pujian yang dia dapatkan, melainkan seabrek omelan dan apa yang dia tulis puluhan lembar itu tidak dipakai sama sekali. Bukan marah dan emosi, tetapi dari situlah Tya belajar, "Menulis itu harus setia, setia pada apa yang sudah kita tawarkan, setia kepada apa yang sudah kita janjikan," begitulah katanya. 


Untuk urusan tulis menulis Tya memang sudah berbakat sejak kecil. Anak kedua dari tiga bersaudara ini sudah menapaki prestasi menulis dari SMP, mengisi kolom cerpen di SINUS, majalah Yayasan Perguruan Taman Siswa tempatnya menimba ilmu. Karya cerpennya adalah Bunga Balerina dan Katharina, dengan honor dua puluh lima ribu per-cerita. Tidak puas hanya dengan cerpen, Tya mulai menulis liputan Kongres Taman Siswa, acara di sekolah, dan membuat profil teman sekolah. Tya juga sempat mengisi kolom artikel di majalah HAI, membantu temannya yang bekerja sebagai redaksi di sana. Dia mendapatkan honor dua ratus lima puluh ribu per-artikel.

Tya sempat berhenti menulis ketika disibukkan dengan dunia perkuliahan. Tya mengambil jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Perempuan berkerudung ini mulai kembali menulis di tahun 2016 karena kebosanan dan kejenuhannya selepas kerja. “Daripada pulang kerja bingung mau ngapain, mendingan buat karya menghasilkan manfaat,” ujarnya, yang tulisannya banyak terinspirasi dari Tere Liye dan Pidi Baiq ini.   


Walau sudah menghasilkan dua FTV yang tayang di televisi, Tya yang sehari-harinya bekerja sebagai Planner Produksi di sebuah Perusahaan di Banten, terus menulis di waktu luangnya sepulang dari kantor dan di hari libur. Tya biasa mengerjakan sebuah sinopsis dalam waktu enam jam dengan suasana yang sepi dan tenang agar idenya mengalir terus hingga akhir cerita. 

Hobi menulisnya Tya didukung penuh oleh kedua orang tua dan teman-teman sekantornya. Bahkan Tya dihadiahi sekotak cokelat oleh bosnya yang juga penggemar FTV Kebun Coklat Buah Cinta. Dalam menggali ide cerita, Tya juga kerap berdiskusi intens dengan Empat Sekawan, tiga sahabatnya yang juga tergabung dalam tim menulis Endik Koeswoyo. Di dalam tim, sering kali Tya menjadi sumber keceriaan dan motivator agar teman-teman yang lain semangat mengejar deadline. Di luar tim, Tya adalah guru memasak. Bertandang ke rumah Empat Sekawan pasti akan didorong untuk masuk dapur, mengajari mereka memasak. Fetucini, Spagetti, Soto Betawi, Kue Cubit, Oseng Ikan Asin, Sup Ayam dan Es blewah menjadi menu andalannya sekaligus menjadi makanan favoritnya. Memasak menjadi kemampuan yang diasahnya menjadi hobi karena hidup merantau di Banten, jauh dari orang tuanya yang berdomisili di Yogya. Tya sangat menghargai rasa masakan, dan kerap kali membagi tips memasak dengan teman-temannya. 

Saat ini Tya sedang mengerjakan proyek penulisan novel dan antologi bersama Empat Sekawan. Bagi Tya, waktu luang adalah untuk menulis, dan jadi bonus yang memuaskan ketika tayang di media elektronik dan menghasilkan uang. Pesannya kepada para penulis skenario pemula adalah “terus menulis dan jangan menyerah, cobalah untuk think out of the box dan jangan takut salah.” (LWS)

Profil: 
Nama: Fitria Yusticia
TTL: Yogyakarta, 9 Februari 1991
Jenis kelamin: Perempuan 
Email: fitriayusticia09@gmail.com 

Pendidikan:
- TK Kricak Kidul (1996-1998)
- SDN Vidya Qasana (1998-2003)
- SMP Taman Dewasa Jetis (2003-2006)
- SMA Taman MAdya IP (2006-2009)
- Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (2009-2013)

Karya:
- Cerpen : "Bungan Balerina", diterbitkan oleh majalah Siswa Nusantara. (2004)
- Cerpen : "Katharina", diterbitkan oleh majalah Siswa Nusantara. (2004)
- Ide Cerita FTV : "Kebun Coklat Buah Cinta". (2018)
- Ide Cerita FTV : "Cintaku diVermak Jelita". (2018)

Kelas Menulis, Workshop, Masterclass:
- Endik Koeswoyo (2017)
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.