Paduan Suara "Dua Sisi"

Terdengar teriakan tanpa isi
Berbaur hanya untuk ajang gengsi
Adu argumen sudah basi
Hanya untuk ikuti emosi

Kulihat putri diperaduan
Senyum miris melihat keadaan
Tanpa sepatah kata, ia terlihat muram
Memendam pilu yg teramat dalam

Disana ada pengemudi
Yang jeli melihat situasi
Mengendalikan dengan pasti
Apa yang terjadi agar tetap tersaji

Diseberang nampak nahkoda berang
Melihat congkaknya suara gelombang
Riuh bagai gendrang,  lantas ia tidak bisa diam
Kapalpun terus menerjang,  meski badai menghadang

Dua sisi sama sama meradang dengan riang dalam sebuah laga perang

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.