Indonesia Berambisi Jadi 5 Besar Industri Makanan Halal

UMKM Yogyakarta yang difasilitasi sertifikasi halal MUI.
KabarJPI-Yogyakarta:Konsumsi kuliner halal di Indonesia saat ini masuk dalam 15 besar di dunia. Hal tersebut membuat yakin Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk mewujudkan Indonesia berada di posisi 5 besar tingkat dunia, sebagai industri makanan halal. Pelaku industri halal tersebut tidak terbatas umat muslim saja, tetapi mencakup semua pengusaha kuliner di Indonesia.



Sehingga dirasa sangat perlu adanya pembekalan keilmuan tentang makanan halal. Baik bagi masyarakat umum dan pelaku usaha kuliner. Maka itu, MES rutin memberikan workshop dan kelas tentang makanan halal. Dari produk makanan halal itu digiring untuk diakui dengan memiliki sertifikasi halal. Seperti diketahui, makanan bersertifikasi halal sebelumnya dilakukan pengecekan. Baik mulai bahan baku, proses produksi, hingga kemasan siap jual atau edar. Sehingga dipastikan layak untuk konsumen.

Manager area Bank Mandiri Syariah Yogyakarta yang juga anggota MES, Sukma Dwi Priyadi dalam sambutannya pada workshop Kulinerku Halal yang diselenggarakan di Graha Mandiri Syariah, Yogyakarta Senin (22/01) ini mengungkapkan, ”Menjadi ikhtiar kita bersama dan tidak membatasi umat muslim saja, tapi mencakup keseluruhan pelaku usaha kuliner. Begitu banyaknya usaha kuliner di Yogyakarta, sehingga kami ingin di DIY bisa menjadi motor penggerak kuliner halal,” papar Sukma.

Pihaknya juga sangat peduli terhadap langkah ini yang ingin dimulai dari Yogyakarta untuk menjadi pengembangan kuliner halal, yang kemudian merambah hingga tingkat nasional. ”Kami sangat mendukung acara semacam ini. Ikuti even ini sebaik-baiknya, sehingga mendapat manfaat serta berkah. Dan bisa menjadi gerakan besar dan bisa berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia 5 besar Industri Kuliner Halalnya,” tambahnya.

Workshop Kulinerku Halal 2018 ini dihadiri sekitar 200 peserta. Mereka terdiri dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Yogyakarta, dan para calon pengusaha. Di even kali ini menghadirkan tiga pembicara. Di antaranya, Nanung Danar Dono, Ph.D, LPPOM MUI DIY, dan Balai POM DIY.

Ketua MES Yogyakarta Muhammad Bekti Hardianto menuturkan, ini termasuk langkah berjihad untuk kuliner halal. Karena Allah SWT memerintahkan untuk makan makanan yang halal dan thoyib atau baik. Dan potensi industri halal di Indonesia sangat besar sekali. ”Sehingga Indonesia punya ambisi bisa mencapai 5 besar,” katanya.

Ia melanjutkan, MES merupakan paguyuban yang ada hingga level nasional. Pada dasarnya MES didirikan oleh masyarakat yang memiliki komitmen sama pada Ekonomi Syariah. Pengurus dan anggota MES terdiri dari para tokoh-tokoh yang berkompeten dan memiliki otoritas di bidang syariah, para akademisi, ulama, dan orang-orang yang peduli juga terhadap Ekonomi Syariah.

”Baik dari LPPOM MUI yang memiliki otoritas menetapkan kehalalan juga bergabung di MES. Hal tersebut sangat membantu para pengusaha UMKM memiliki wawasan dan pengetahuan tentang produk halal dan mudah menjadikankan halal produknya,” jelasnya.

Bekti menambahkan, workshop Kulinerku Halal tidak berhenti sampai di sini. Selanjutnya ada acara untuk follow up. Akan ada kelas rutin untuk pelaku usaha untuk lebih memahami seluk beluk halal dan haram.

”Kami siap memfasilitasi para UMKM sampai punya sertifikasi halal. Tentunya dengan tahapan-tahapan dan aturan yang telah ditentukan. Adapun yang telah kami support yang juga sebagai binaan Bank Madiri Syariah untuk memperoleh sertifikat halal gratis, yaitu UMKM Kuliner Sayegan, Soto Betawi, Catering Bu Endah, dan Dasi Udon. Mereka sebelumnya juga mengikuti workshop ini pada tahun lalu,” pungkasnya.

(AYU W/Kontributor Yk)
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.