Jakarta Kota Termacet ke-12 di Dunia, Indonesia yang ke-2


Kondisi Jakarta yang padat merayap tentu bukan hal baru bagi warga yang bermukim di Jakarta. Alasan terlambat ke kantor, telat datang rapat, atau terlambat sampai di sekolah karena macet bagi warga Jakarta bukan alasan yang dapat dimaklumi, karena macet sudah menjadi pemandangan yang biasa.
Kemacetan saat jam pulang kantor (24/1/18) di depan Mall Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat
Foto oleh Dita Faisal
Kemacetan parah yang kerap membuat para pengendara terjebak di jalan hingga berjam-jam disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah mudahnya peraturan yang dibuat pemerintah soal kepemilikan kendaraan bermotor. Selain itu, harga kendaraan yang murah juga turut menyumbang kemacetan di kota yang tak pernah tidur ini.
Suasana kemacetan di jantung kota Jakarta, Bundaran Hotel Indonesia saat jam sibuk di pagi hari.
Foto: Dita Faisal diambil pada Des 2017
Suasana kemacetan menjelang jam pulang kantor di kawasan Thamrin Jakarta Pusat.
Foto: Dita Faisal diambil pada Des 2017
Guna mengatasi kemacetan yang semakin parah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat saling bahu membahu menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta. Dalam dua tahun terakhir, pemerintah Indonesia tengah gencar membangun infrastruktur, mulai dari jalan layang (fly over), jalan tembusan bawah (under pass), Simpang Susun Semanggi, jalan tol, hingga jembatan layang non-tol. Tidak hanya itu saja, pemerintah provinsi DKI Jakarta juga tengah mengebut sarana transportasi masal LRT dan MRT. Pembangunan yang bersamaan, kian memperparah kemacetan di Jakarta, terlebih di jam-jam sibuk seperti jam masuk dan pulang kantor.

Tayangan yang baru diambil oleh tim #VlogNews pada Januari 2018 ini menunjukkan bahwa kondisi arus lalu lintas di Jakarta semakin semerawut dan tak teratur. Jalur bus Trans Jakarta yang harusnya steril bagi pengendara umum justru dilewati kendaraan pribadi. Banyaknya kendaraan yang masuk ke jalur Bus Trans Jakarta memuat polisi lalu lintas tak berkutik saking banyaknya kendaraan yang melintas.

Pemandangan macet seperti ini pasti akan terlihat jika kita melewati kawasan Sudirman-Thamrin pada jam 07.00-09.30 dan 16.30-21.00 wib, terlebih jika hujan mulai mengguyur. Kemacetan tidak hanya terjadi di Sudirman-Thamrin saja, melainkan hampir di seluruh sudut Ibukota. Oleh sebab itu, solusi terbaik untuk terhindar dari kemacetan di jam-jam sibuk adalah naik kendaraan umum, khususnya bus Trans Jakarta dan Kereta Comuter. Para Operator transportasi publik Bus Trans Jakarta dan PT. Kereta Api Indonesia juga terus meningkatkan pelayanan yang aman dan nyaman agar para pengguna kendaraan pribadi mau beralih ke moda transportasi masal.

Kemacetan Jakarta yang makin hari makin mengular membuat Jakarta masuk dalam daftar kota termacet di dunia. Berdasarkan data yang dirilis Inrix Global Traffic Scorecard Per-Februari 2018, Jakarta menyandang predikat sebagai kota termacet ke-12 di dunia. Survei oleh Inrix dilakukan sepanjang tahun 2017 setelah mengamati kondisi lalu lintas di 1.360 kota di 38 negara di dunia. INRIX Global Traffic Scorecard adalah sebuah lembaga riset dunia yang khusus mengamati kondisi arus lalu lintas di lima benua, 38 negara, dan lebih dari seribu kota di dunia.

Berikut adalah 25 kota termacet di dunia yang dirilis oleh Inrix Global Traffic Scorecard sepanjang 2017 per-Februari 2018 :

1. Los Angeles, Amerika Serikat
2. Moskow, Rusia
3. New York, Amerika Serikat
4.
Sao Paulo, Brasil
5. San Francisco, California
6. Bogota, Kolombia
7. London, Inggris
8. Atlanta, Amerika Serikat
9. Paris, Perancis
10. Miami, Amerika Serikat

11. Bangkok, Thailand
12. Jakarta, Indonesia
13. Washington, Amerika Serikat
14. Boston, Amerika Serikat
15. Istanbul, Turki
16. Kota Meksiko, Meksiko
17. Chicago, Amerika Serikat
18. Medellin, Kolombia
19. Krasnodar, Rusia
20. Seattle, Amerika Serikat
21.Saint Petersburg, Russia
22. Dallas, Amerika Serikat
23. Zurich, Swiss
24. Rio de Janeiro, Brasil
25. Munich, Jerman

Posisi Jakarta yang menempati urutan ke-12 sebagai kota termacet di dunia menunjukkan adanya peningkatan kemacetan di Jakarta. Sebelumnya, pada tahun 2016, INRIX Trraffic Scorecard menempatkan Jakarta diurutan ke-19 sebagai kota termacet di dunia.

Sementara itu, dari 38 negara yang menjadi objek penelitian INRIX 2017 Trraffic Scorecard, Thailand tercatat menjadi negara termacet yang dapat menghabiskan waktu rata-rata berkendara selama 56 jam selama jam sibuk, disusul Indonesia diurutan kedua (51 jam), Kolombia (49 jam), Venezuela (42 jam), serta Amerika Serikat dan Rusia (41 jam).

Berikut adalah daftar 10 negara termacet di dunia sepanjang tahun 2017, dimana Indonesia menempati urutan ke-2 sebagai negara termacet di dunia setelah Thailand:
1. Thailand (56 jam)
2. Indonesia (51 jam)
3 Kolombia (49 jam)
4. Venezuela (42 jam)
5. Rusia (41 jam)
6. Amerika Serikat (41 jam)
7. Brazil (36 jam)
8. Afrika Selatan (36 jam)
9. Turki (32 jam)
10. Inggrs (31 jam)

 INRIX Global Traffic Scorecard menunjukkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-2 sebagai negara termacet di dunia yang menghabiskan waktu rata-rata 51 jam selama jam sibuk
Data yang dirilis INRIX Global Traffic Scorecard di atas, setidaknya memberikan kita gambaran bagaimana kondisi kemacetan di 25 kota di dunia. Bila Jakarta saja macetnya sudah membuat lalu lintas di Jakarta nyaris lumpuh total akibat kecepatan rata-rata kendaraan 5km/jam, maka sudah pasti bisa dibayangkan bagaimana kondisi lalu lintas di 11 kota lainnya. Penasaran melihat gimana kemacetan di Ibukota? Inilah video yang berhasil terekam oleh tim #VlogNews di kawasan Thamrin Jakarta Pusat.(DF)

Sumber: INRIX
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.