REVIEW FILM Haji Backpacker Oleh : Endik Koeswoyo




REVIEW FILM Haji Backpacker
Oleh : Endik Koeswoyo


Akhirnya saya menemukan sebuah film yang unik, menarik dan menurut saya punya nilai diatas rata-rata. Dan film ini menjadi Review Film pertama saya. Semoag dengan review yang sederhana dan sesuka hati saya ini, bisa menjadi rujukan atau menjadi tambahan informasi untuk film Haji Backpacker. Saya bukan kritikus, saya hanya pecinta film.

Bukan karena banyak mengenal orang-orang yang terlibat di dalamnya. Tetapi memang Haji Backpacker menyajikan sesuatu yang berbeda. Baik dari segi gambar, sound dan cerita. Dari penyutradaraan Danial Rifki yang dulu sempat menjadi “mentor” saya dalam membuat skenario TV Movie di Sinemart kini sudah menjelma menjadi seorang sutradara yang patut diperhitungkan. Entahlah dia menyukai setingan luar negeri atau konsepnya memang seperti itu? Tetapi sejak film La Tahzan yang berlatar Jepang, Danial kembali menggarap film dengan latar 9 negara dalam Haji Backpacker.

Dalam film Haji Backpacker, Mas Yoyok selaku DOP juga memberikan gambar-gambar indah hampir disetiap Negara. Dibalik penampilan sederhana Mas Yoyok yang saya kenal saat menjadi penata gambar film Luntang-Luntung Mas Yoyok memberikan nuansa yang berbeda dalam film ini.

Kedalaman karakter setiap tokoh juga dibangun nyaris sempurna. Durasi waktu seolah tidak menjadi masalah dalam menyambungkan konflik demi konflik yang ada. Bagaimana Mada bisa berpindah dari satu negara ke negara yang lain dikemas unik dengan caraNYA. Kalau dari segi sekenario saya tidak berani bilang apa-apa, karena penulisnya Jujur Prananto, salah satu penulis Skenario yang saya idolakan. Kalau saya ktirik bisa didelcon saya dari BBM-nya heheh... Eh tapi ada yang janggal dikit sih dalam proses perpindahan dari Vietnam ke China... itu aja... mungkin bisa dibuat yang lebih logis dan masuk akal. Peace Pak Jujur dan Mas Danial yang udah menulis skenarionya dengan keren. Kata-katanya juga dalem dan penuh makna. Film ini sangat layak buat di tonton.

Dari segi pemain,  saya sangat terpesona dengan karakter Laura Basuki di sini. Dia benar-benar menjadikan dirinya sebagai Suchun, anak ustad di Lijiang bukan Laura Basuki yang sering saya lihat selama ini. Mbak Hana eh maksud saya Dewi Sandra yang memerankan Shopia masih menjadi Mbak Hana di CHSI menurut saya sih begitu.  Atau saya yang terlalu sering nonton CHSI? Ehhehe... bahkan dalam beberapa dilog antara Shopie dan Mada saya sempat nyeletuk “Maaf Mada, aku lebih memilih Mas Bram” eng ing eng...  Oh ya ada satu lagi Cornelio Sunny, dia teman saya waktu di Jogja, eh udah nongol jadi pemain film sekarang, sayangnya dialog penting antara Sunny dan Mada di emperan toko kurang digarap dari segi gambar, terlalu gelap dan mukanya Sunny nggak begitu jelas, atau close upnya nggak ada?

Secara umum, sekali lagi film Haji Backpacker sangat layak untuk di tonton, tetapi ada sedikit yang meleset dari imajinasi saya sebelum masuk gedung bioskop, dalam bayangan saya film Haji Backpacker itu menceritakan tentang seorang pemuda yang punya niat dan tujaun naik haji, tetapi dengan cara backpacker dari Indonesia sampai ke Mekkah, tetapi ternyata enggak seperti apa yang saya bayangkan dari judulnya. So? Silahkan nonton langsung ke Bioskop, dan temukan keunikan ceritannya di sana.  Dukung film Indonesia dengan menontonnya di bioskop. Salam....





TENTANG PENULIS

Endik Koeswoyo penulis skenario, buku dan novel ini lahir di kota Jombang. Pernah mengeyam pendidikan di SMU 2 Banjarmsin, SMU Negeri 1 Sutojayan. Pernah kuliah di AKINDO Yogyakarta dan saat ini sedang menyelesaikan S1 Ilmu Politik di Universitas Bung Karno Jakarta. Gemar menulis sejak Sekolah Dasar. Saat kelas 3 SD di SDN Wonosalam IV Endik Koeswoyo sudah bisa menulis cerita pendek dan dibacakan di depan kelas. Ketika sekolah di SLPN Wonosalam I dia juga aktik menulis untuk mading bahkan sering dimarahi gurunya karena menempel tulisannya di jendela kaca kelasnya. 

Hingga tahun 2014 Endik Koeswoyo sudah menulis 23 judul novel dan Buku. Hijrah ke Jakarta tahun 2012 untuk menulis Sinetron di Sinemart PH Jakarta. Menurutnya kesempatan datang sekali selebihnya adalah kerja keras yang cerdas. Keputusannya ke Jakarta saat itu karena dia diajak oleh Fajar Nugros, "Fajar Nugros adalah orang pertama yang memberi kesempatan ke saya untuk menulis skenario sinetron dan film, dari kesempatan yang diberikan Fajar itulah saya bisa menjadi penulis skenario seperti sekarang" begitulah tuturnya dibeberapa kesempatan. Saat ini Endik Koeswoyo aktif menulis FTV dan Bioskop Indonesia Trans TV. Saat ini memutuskan menjadi penulis freelance. Beberapa film layar lebar yang pernah dia tulis skenarionya "ME And You Vs The Wolrd, Kesurupan Setan. Segera rilis diakhir tahun 2014 film "Cerita Cinta" dan "Erau Kota Raja" adalah skenario film yang dia tulis dan akan tayang di Bioskop Indonesia dan Malaysia akhir tahun 2014.  

Untuk mengenal penulis lebih jauh, silahkan mampir ke BLOG Pribadinya : www://endik.seniman.web.id 

Twitter: @endikkoeswoyo

 

Setiap karya yang kami publikasikan hak cipta dan isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis Untuk Anggota Jaringan Penulis Indonesia yang mau mengirimkan karya harap mencatumkan subyek KARYA ANGGOTA + Tema Tulisan + Judul Tulisan pada email yang di kirim ke jaringanpenulis@gmail.com Bagi yang ingin bergabung menjadi Anggota Jaringan Penulis Indonesia silahkan ISI FORMULIRNYA
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.