Kupu-kupu 'Penggoda' dan si Kumbang 'Jalang'







KUPU-KUPU ‘PENGGODA’ DAN SI KUMBANG ‘JALANG’



Metamorfosismu cukup panjang dan lama
Adakah yang menemanimu saat proses itu?
Setelah menetas larvamu mencari makan sendiri
Periode molting pun kau lalui dengan susah payah
Saat dewasa kau keluar dari kepompongmu
Hingga menjadi kupu-kupu yang sempurna

Kupandang sosokmu terbang meliuk-liuk enggan dan bebas di alam raya
Angin, hujan dan panas adalah sahabatmu tanpa peduli ada yang ingin menyakiti atau mencintaimu
Sayapmu indah dengan berbagai warna
Kau hinggap pada ranting, dan bunga-bunga tanpa paksaan dengan mengeluarkan probosimu
Disambut dengan suka cita, aksimu membantu bunga berkembang menjadi buah

Engkau tidak jahat
Tidak juga berniat tebar pesona
Enkau memang indah
Itu anugrah dari Sang Pencipta.

                     
Sosok kumbang melirikmu, pesonamu telah membuatnya tergoda
Terpaku dengan kelebihanmu
Terdiam dengan sejuta kata
Menyimpan seribu harap, diterima rasa dari sang ‘penggoda’

Saat engkau mengepakkan sayapmu meninggalkan satu terbang ke yang lain
Dia terluka, merana karena terlanjur menerimamu, menyukai pesona dan kelembutanmu
Apa kau salah?

Kumbang lupa akan diri sendiri, lupa sekelilingnya
Disisinya ada kumbang yang setia, pasangannya
Hanya karena kupu-kupu kumbang melupakan yang seharusnya dia jaga
Andai dia tahu, dia akan dicap kumbang ‘jalang’

Kumbang tak peduli bahkan rela menyebrangi laut,
Dihadang badai ataupun diterpa puting beliung jiwa
Hai kumbang ‘jalang’ kembalilah ke posisimu jangan melawan takdir
Kupu-kupu bukan milikmu.

Pesonanya bukan untukmu
Kupu-kupu bahkan tidak menyadari punya kelebihan
Kumbang, coba kau lihat disekelilingmu
Tidak semua kupu-kupu punya sayap indah dengan warna-warni, apakah kau menyadari bahwasanya kupu-kupu yang memiliki satu warna saja tidak pernah kau lirik?!
Kita milik-Nya, rasa milik kita.


Parung, Bogor.
23 Juni 2018

*htq

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.