IKLAN

SEBLAK SIMBOL CINTA DAN PERSAHABATAN ORANG SUNDA

Hasil gambar untuk seblak

Asal-usul Seblak

Tidak diketahui pastinya sejak kapan kudapan seblak khas Sunda Jawa Barat ini ada, akan tetapi ada yang bilang seblak ini lahir di tahun 1980-1990. Penulis sendiri mengenal seblak sejak jaman sekolah dasar sekitar era 2000-an ke sini. Dahulu kudapan sederhana ini biasa disebut Babangi yang hanya berbahan dasar kerupuk mentah yang dijadikan basah lalu diberi bumbu, tidak variatif seperti sekarang. Kerupuk tersebut bernama Seblak, jadilah sampai sekarang kudapan Babangi berubah nama menjadi Seblak.

Baru pada era 2010 seblak mulai digandrungi banyak orang karena semakin variatif isinya. Ada protein seperti telur, daging dan bahkan tulang belulang. Ada karbohidrat dari kerupuk, makaroni, mie, kwetiaw, siomay dan lainnya. Belum lagi bahan olahan seperti tahu, baso, sosis dan sayuran. semakin variatif isinya semakin berwarna pula saat disajikan.

Seblak Sebagai Simbol Cinta dan Persahabatan

Pada jaman dahulu terdapat keluarga kecil di sebuah perkampungan Bandung. Karena perekonomian yang sederhana, membuat sang istri pintar-pintar berhemat, dia memasak kudapan yang dulu dinamai Babangi tersebut untuk bekal kerja suaminya.

Di jaman yang sudah canggih dan modern ini, seblak bukannya redup tetapi malah semakin melambung tinggi menjadi kudapan favorit di tengah ramaikan aneka makanan modern yang lebih variatif. Seblak tidak sulit untuk ditemui dan nyaris di setiap perkampungan, daerah, kota atau bahkan pengkolan pinggir jalan, selalu ada penjual seblak karena menyadari meningkatnya selera masyarakat terhadap kudapan bercita rasa gurih dan pedas ini.

Sampai-sampai seblak menjadi sumber inspirasi bagi para youtuber, blogger, koki, dan bahkan di dunia perfilman sekalipun ada banyak film-film televisi yang mengangkat kuliner seblak, misalnya judul FTV Seblak Mantan Yang Tak Dirindukan SCTV, ditulis oleh Dede Hartini dan Endik Koeswoyo. Terbukti tayangannya mendapat rating posisi 11 dari 30 besar.

Seblak juga menghiasi berbagai program layar televisi sehingga membuatnya tidak hanya melambung di tanah parahyangan tetapi juga terkenal sampai seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Orang-orang di luar Jawa Barat tentu saja menjadi sangat penasaran dengan kudapan ini, meski pemasarannya sudah menyeluruh ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, tetap saja mereka ingin mencoba seblak buatan orang Sunda asli.

Entah dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua, semuanya menggemari kudapan tradisional yang dulu kurang terkenal dan kurang diminati ini. Perpaduan antara bumbu yang gurih dan pedas dengan varian bahan yang kenyal tentu saja mantap dinikmati saat lagi panas-panasnya, bagai gelora asmara yang sedang membara, jangan sampai dingin.

Dulu seblak hanyalah kudapan sederhana dan murahan yang hanya dibuat oleh orang-orang kurang mampu perekonomiannya, tapi kini seblak menjadi primadona yang menguntungkan banyak orang karena membantu perekonomian. Termasuk rempah kencur yang kini ikut melejit harganya karena banyaknya permintaan untuk pengolahan seblak.

Adapun cara membuat seblak sebagai berikut:

Bahan-bahan:
- Daging/tulang
- Sosis/baso
- Siomay/tahu
- Mie/kwetiau
- Kerupuk
- DLL, apapun selagi rasanya gurih.

Bumbu:
- Garam
- Penyedap
- Gula
- Bawang Putih
- Bawang Merah
- Kencur
- Cabe rawit
- Minyak Goreng

Cara Memasak:
1. Bisa mencampurkan semua bahan untuk dimasak langsung menjadi seblak. Potong-potong bahan yang besar seperti daging, tulang, sosis dan baso. Siapkan juga bahan lain yang tidak perlu dipotong.
2. Rendam bahan yang keras seperti kerupuk seblak ke dalam air hangat. Sambil menunggu agak lembek, mari siapkan bumbu.
3. Ulek 1 siung bawang putih, 1 siung bawang merah (jika suka, tidak wajib), 1 siung kecil kencur dan cabe rawit merah atau hijau sesuai selera. Bisa juga menggunakan mesin penghancur tapi hasilnya terlalu lembut dan kurang sedap. Ulek sampai agak halus, jangan terlalu lembut, masih terlihat serat-seratnya. Persis seperti sambal.
4. Siapkan wajan, beri sedikit minyak goreng kira-kira 3-5 sendok makan sesuaikan dengan banyaknya bahan dan bumbu. Hidupkan api sedang, tunggu panas, masukkan bumbu ulekan tadi dan tumis selama beberapa detik saja jangan terlalu matang. Kemudian masukkan air 1-2 gelas ke dalam wajan dan tunggu hingga mendidih.
5. Setelah tumis bumbu larut dengan air hingga mendidih, selanjutnya masukkan bahan-bahan tadi mulai dari kerupuk dan teman-temannya dari mulai yang terkeras. Untuk Mie yang mudah lembek bisa dimasukkan terakhir. Aduk-aduk sambil diberi garam dan gula (jika suka, tidak wajib) juga penyedap rasa jika ingin semakin gurih. Jika ingin berkuah, bisa segera disajikan. Tapi jika ingin agak kering dan basah saja bisa ditunggu sampai kuahnya surut.
6. Seblak siap dihidangkan.

Catatan:
Seblak ini erat hubungannya dengan perasaan. Semua orang bisa membuat seblak, tapi hanya segelintir orang yang bisa membuat seblak enak. Karena itulah agar seblak enak, buatlah dengan sepenuh hati.

Selamat mencoba.

Posting Komentar

0 Komentar