IKLAN

www.jaringanpenulis.com

Puisi César Vallejo - Bicara Harapan



Puisi César Vallejo

Diterjemahkan oleh Syakky dari terjemahan bahasa Inggris oleh Dave Bonta.

Bicara Harapan

Aku tidak menderita sakit seperti César Vallejl, aku tidak menderita sakit sebagai seniman, sebagai manusia atau bahkan hanya sebagai makhluk hidup.

Aku tidak menderita sakit ini sebagai seorang Katolik, sebagai seorang Muslim, atau sebagai Atheis. Hari ini aku hanya menderita. Jika namaku bukan César Vallejo, aku masih akan merasakan sakit yang sama. Jika aku bukan seniman, aku masih akan merasakannya.

Jika aku bukan Katolik, Atheis atau seorang Muslim, aku masih akan menderita. Hari ini aku menderita jauh lebih dalam.

Hari ini aku hanya menderita.

Aku menderita sakit tanpa penjelasan apa pun. Rasa sakitku sangat amat dalam sehingga tak terlacak apa penyebabnya karena rasa sakit yang teramat ini. Apa penyebabnya? Mungkin ada sesuatu yang amat penting sehingga menyebabkan penyebab tidak berarti apa apa.

Bagaimana rasa sakit ini bisa muncul dengan sendirinya? Rasa sakitku berasal dari angin utara dan angin selatan. Seperti telur tanpa kelamin, diletakkan oleh burung langka yang dibuahi oleh angin. Jika seorang kekasih telah meninggal, rasa sakitku akan sama. Jika seseorang memotong tenggorokanku sampai ke akar, rasa sakitku akan sama. Jika hidup singkatnya, sebaliknya, rasa sakitku akan sama belaka. Hari ini aku menderita amat sangat dalam. Hari ini aku hanya menderita.

Aku melihat rasa sakit orang yang kelaparan dan aku tahu bahwa rasa lapar mereka jauh melampaui rasa penderitaanku sehingga aku bisa terus berpuasa sampai mati dan setidaknya satu mata rumput akan muncul dari kuburanku. Sama halnya dengan seorang kekasih, berapa banyak yang diaduk adalah darah mereka dibandingkan denganku, yang tidak memiliki sumber dan tak berguna.

Aku percaya sampai sekarang bahwa semua hal di alam semesta, tidak dapat dielakkan, ialah orang tua atau anak-anak. Tetapi lihatlah, penderitaanku hari ini bukanlah seorang ayah atau seorang anak laki-laki. Dia kembali pada malam hari, sebanyak dia meninggalkan peti pada fajar dan jika mereka menempatkannya di ruangan gelap, dia tidak akan memberikan cahaya dan jika mereka menempatkannya di ruangan yang terang, dia tidak akan membuat bayangan. Hari ini aku menderita apa pun yang terjadi. Hari ini aku hanya menderita.


I Will Talk About Hope

I don’t suffer this pain as César Vallejo. I don’t suffer pain as an artist, as a man, or even simply as a living being. I don’t suffer this pain as a Catholic, as a Muslim, or as an atheist. Today I only suffer. If my name weren’t César Vallejo, I would still be suffering this same pain. If I weren’t an artist, I’d still suffer it. If I weren’t a man or even a living being, I’d still suffer it. If I weren’t a Catholic, an atheist, or a Muslim, I’d still suffer it. Today I suffer from much deeper down. Today I simply suffer.

I suffer pain now without any explanation. My pain is so deep that it never had any cause—nor lack of a cause. What cause could it have? Where is there something so consequential that it stopped being its cause? Nothing caused it—and nothing can stop causing it. How has this pain been birthed all by itself? My pain is from the north wind and the south wind, like those sexless eggs laid by rare birds fertilized by the wind. If a lover had died, my pain would be the same. If they’d cut my throat to the root, my pain would be the same. If life—in short—were otherwise, my pain would be the same. Today I suffer from much farther up. Today I simply suffer.

I look at the pain of the hungry and I see that their hunger is so far from my suffering, that I could keep fasting until death and at least one blade of grass would always spring from my tomb. The same with lovers. How much more stirred is their blood compared to mine, that has neither source nor use!

Until now I’d thought that all things in the universe were inevitably either parents or children. But look: my pain today is neither parent nor child. It doesn’t have a back to get dark, it has too much breast to dawn, and if they put it in a darkened room it would not give light; if they put it in a bright room it would not cast a shadow. Today I suffer no matter what happens. Today I simply suffer.

César Abraham Vallejo Mendoza (16 Maret 1892 - 15 April 1938) adalah seorang penyair, penulis, penulis drama, dan jurnalis Peru. Meskipun ia hanya menerbitkan tiga buku puisi selama masa hidupnya, ia dianggap sebagai salah satu inovator puisi besar abad ke-20 dalam bahasa apa pun. Dia selalu selangkah lebih maju dari aliran sastra, dan masing-masing buku-bukunya berbeda dari yang lain, dan, dalam pengertiannya sendiri, revolusioner. Thomas Merton memanggilnya “penyair universal terbesar sejak Dante”. Penyair, kritikus, dan penulis biografi Inggris, Martin Seymour-Smith, seorang ahli terkemuka dalam literatur dunia, menyebut Vallejo "... penyair terbesar abad kedua puluh dalam baha
sa apa pun." Dia adalah anggota komunitas intelektual yang disebut Grup Utara yang dibentuk di Peru kota pesisir utara Trujillo.

Posting Komentar

0 Komentar