WULAN ANNISA, RUTINITAS BERBUAH KARYA YANG BERKUALITAS




Oleh: Amaru Sutejo

 



Ketika menonton sebuah acara televisi atau menonton sebuah sinetron FTV, pernahkah terlintas sebuah pertanyaan dalam fikiran kita " ide siapakah ini?" Dan itu terjadi pada saya saat menonton sebuah FTV "KASIR CANTIK PEMBERI CINTA" yang ditayangkan beberapa hari lalu. Dan kesempatan untuk mengenal si pembuat ide pun terjawab di grup WA Jaringan Penulis Indonesia. Sosok itu bernama Wulan Susanti yang mengaku bahwa belajar menulis sinopsis secara otodidak dari skenario dikantor yang ia print, dan membacanya walau tak mengerti apa itu fade in, ext/in dll. 
"Awalnya saya tidak suka menulis apalagi menulis skenario, Belajar saja tidak pernah. Tapi karena waktu kuliah kerjaan yang bisa part time hanya menulis, waktu itu saya jadi jurnalis di Media Hobi dan dari sana saya menyukai menulis. Ditambah saya orang yang sangat tertutup untuk bercerita ke orang lain, jadi menulis adalah salah satu teman terbaik saya."

BACA JUGA : "Ariny NH "Penulis Disabilitas dengan Karya Tak Terbatas"

Karena itu jumlah artikelnya sudah tidak terhitung karena memang kerjaannya menulis artikel, sedangkan untuk tayangan Audio visual baru 4 yaitu:
- series 4 Anak Rantau 
- FTV Cewe Betutu Bikin Rindu
- Brainstrom Disebelah Ada Surga series
- Ruqyah Kesurupan Masal


Beliau mengaku ide pertamanya muncul dari kehidupan kampusnya dulu di STIKOM Bandung. Kampus kecil dengan karakteristik mahasiswa yang unik dan mempunyai potensi yang luar biasa dan 'Film 4 Anak Rantau' itu bercerita tentang kehidupan Mahasiswa di Kampus Komunikasi yang sederhana.

Setiap penulis pasti punya rintangan tersendiri dan menurut beliau sendiri rintangan saat pembuatan series ternyata pematangan sinopsis global sangat diperlukan. Selain itu ide baru harus selalu muncul dan yang paling penting pemunculan karakter setiap tokoh harus kuat. " Menulis Sinopsis FTV itu ibarat memvisualisasikan khayalan, kebetulan saya senang berkhayal haha..." 

Ketika ditanya tentang film favorit beliau menjawab hampir semua jenis film disukainya tetapi saat ini lebih menyukai film komedi yg dikemas secara uniq. Melalui dialog bukan aksi dari tokohnya, salah satu film favoritenya yang berjudul "A Long With The Gods" Dan ketika saya bertanya royalti, beliau menjawab " untuk FTV tidak ada royalti dan masalah bayaran tulisan setiap penulis punya ratenya sendiri"



Keluarga, teman teman, rekan sesama penulis di JPI selalu mendukungnya saat dirinya menulis, serta penulis senior adalah orang yang pertama yang akan diajak  diskusi. Ketika karyanya dimuat di televisi, kesan orang orang terdekat sangat lah antusias serta membantu mempromosikan karyanya sangat luar biasa dengan cara mereka masing - masing.  Setiap kali akan bikin sinopsis beliau mempraktekkan pembagian scene dll, meski itu materi tentang skenario. " jadi aku bikin sinopsis lama banget bisa sampai empat harian karena aku baca dulu dan diamkan sebelum dikirim, selalu menemukan yang kurang dan aku perbaiki lagi sampai aku rasa cukup untuk FTV. Kata mas endik penulis harus percaya diri. Saat menulis dan mengirim sinopsis aku selalu percaya diri akan di Acc karena aku sudah baca ulang dan aku revisi sebelum direvisi orang" Alhasil karyanya selalu matang dan tidak mengalami penolakan.


BACA JUGA : "Endik Koeswoyo, Penjual Bakso Yang Menjadi Penulis Skenario"

Sosok inspirasi dalam menulis tidak ada kecuali beberapa penulis drama korea. Tetapi kalau guru yang berjasa dalam menulis ada beberapa yaitu Endik Koeswoyo, Novy Pritania, Mithu Nissar dan banyak penulis lainnya. "Kedepannya tidak hanya akan menulis FTV tapi in sha Allah pengennya Film bukan hanya sinopsis tapi juga skenario dan novel" ungkap dara yang lahir di Sumedang ini."Percaya dirilah dalam menulis tapi ingat harus selalu lihat karya orang lain agar kemampuan kita meningkat" begitu pesannya untuk penulis yang lain

Kalian juga bisa melihat beliau di sosial medianya:
Facebook : Wulan Annisa
Instagram : wulan_nissa

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.